
"Apa yang bapak lakukan didalam mobil. Itu menyalahi aturan pak. Maaf kalau boleh saya tau.. dia pacar atau suami bapak?"
Tanya Sugandi tentu saja membuat Pramana bingung menjawabnya.
"Coba ulangi sekali lagi pak! Saya rasa tadi salah dengar."
"Yang didalam sana... Didalam mobil bapak pacar atau suami?" Tanya nya lagi.
" Nah .. dia nanya itu lagi..." Gumam Pramana pelan.
Sugandi pun ikut bingung melihat Pramana yang seperti orang bingung.
" Maaf pak, lebih baik saya jelaskan saja ya. Yang duduk di mobil saya itu istri saya pak Sugandi. Buka pacar atau pun suami. Sebab sayalah suaminya .."
Penjelasan Pramana membuat Sugandi mengangguk angguk. Maya ikut menahan tawanya duduk dari dalam mobil.
"Baiklah... Penjelasannya cukup jelas. Tapi saya tidak pernah bertanya pacar atau suami sama bapak. Bapak sendiri kan pria.. tentu dipanggil suami jika sudah menikah. Kalau yang didalam ya dipanggil istri karna dia wanita." Jelas Sugandi tak mau kalah.
"Ya ya... Begitulah..." Jawab Pramana tak mau meneruskan perdebatan dengan security yang baginya cukup aneh.
"Bapak kesini mau menemui siapa.?" Tanya nya lagi.
"Saya mau melihat rumah... Kebetulan selesai hari ini." Jelas Pramana sedikit berbisik.
"Kenapa bisik bisik pak?" Tanya Sugandi heran.
"Karna ini kejutan buat istri saya. Pak Sugandi security dikomplek ini ya?"
__ADS_1
Sugandi paham mendengar kan penjelasan Pramana. Karna orang kaya jika sudah memberikan hadiah suka rumah atau mobil tentu saja ingin membuat istrinya bahagia.
"Iya pak... Kenalkan nama saya Sugandi... Biasa dipanggil pak Su. Sama warga sini. Katanya biar cepat.. lebih pendek dan ringkas." Jelas Sugandi.
"Oh .. begitu. Pak Su... Saya Pramana. Panggil aja Pram biar lebih cepat dan ringkas. Dan didalam sana istri saya. Namanya Romaya panggil saja Maya... Biar pun ga terlalu ringkas tapi bisa cepat bacanya .."
Jelas Pramana menirukan gaya bahasa Sugandi.
"Oh iya pak... Betul itu. Kapan pindah kesini pak? Ga sabaran punya warga seperti pak Pram dan bu Maya..." Imbuh Sugandi.
"Secepatnya pak. Kalau begitu kami jalan lagi ya. Makasi atas tegurannya."
Pramana naik keatas mobil dan melajukan mobilnya kedepan komplek.
"Baik juga pak Pram itu... Udah ditegur tapi masih bilang terima kasih..." Sugandi kembali keposko nya.
Tanya Maya penasaran saat Pramana kembali masuk kedalam mobil.
"Ditegur karna ciuman tadi mungkin .. heheheh" jawab Pramana santai.
"Ahahaha .. makanya mas jangan ambil kesempatan terus... Mungkin dia kira kita masih pacaran.
"Benar... Tapi ga apa apa sayang... Sekalian kenalan. Dia security dikomplek ini. Namanya Sugandi, dipanggil Pak Su. Sepertinya orangnya lucu sayang .."
Pramana kembali tertawa mengingat obrolan singkat nya dengan security komplek rumah baru mereka.
Tiba tiba mobil Pramana berbelok kekanan didepan pagar tinggi yang terbuat dari kayu dan besi. Ia membunyikan klakson.
__ADS_1
Dua orang yang memakai seragam security nampak sedang mendorong pagar tersebut agar mobil Pramana bisa masuk kedalam.
"Ini rumah siapa mas?" Tanya Maya penasaran.
"Rumah kita..."
Pramana kembali mencuri sebuah ciuman dari Maya. Dan itu membuat Maya risih. Karna masih berada ditempat yang tidak aman untuk melakukan kegiatan tersebut.
"Ayo turun..."
Maya melihat rumah yang begitu indah. Juga bertingkat. Ia berdecak kagum melihat Pramana menyediakan rumah besar dan mewah ini untuk nya.
"Selamat datang Tuan... Nyonya... "
Sambut security dan dua orang asisten rumah tangga berdiri didepan mereka.
"Ya terimakasih. Mulai hari ini kalian akan bekerja disini. Mungkin besok kami juga kan pindah kesini. Atau sesuai permintaan istri saya saja.
Perkenalkan ini Maya istri saya satu satunya. Semoga kalian bisa membantu dirumah ini."
Sambutan mereka diterima hangat oleh Pramana dan Maya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung