ROMAYA

ROMAYA
Menyukai hal ini


__ADS_3

Romi mengecup puncak kepala Mona. Gadis itu mendongakan wajahnya melihat Romi. Kemudian menyatukan bibir mereka.


Hingga terjadilah sebuah ciuman yang menghangatkan tubuh dingin mereka. Ciuman itu semakin panas karna terjadinya luma..tan luma..tan kecil dan lidah yang saling membelit lembut.


Romi melepaskan pagutannya, menatap Mona dengan wajah sendunya. mata nya nampak berkabut. Ia sangat menginginkan sesuatu yang lebih.


"Kau ragu?" tanya Mona pada Romi.


"Tidak, aku hanya ingin lebih lama memandangmu." jawab Romi.


Mona mengelus wajah tampan kekasihnya. ia menenggelamkan dirinya dalam sebuah ciuman yang hangat untuk Romi.


Keduanya saling berbalas. Kepala mereka miring kekiri dan kekanan secara bergantian.


"Benar.. kau tak keberatan sayang?" tanya Romi dengan nafas terengah nya.


"Aku menyukai hal ini, dan itu karna dirimu.


Aku mencintai mu Romi..."


Mona kembali memeluk tubuh kekar Romi. Mereka kembali dalam permainan lidah yang menimbulkan nafsu.


Romi menjelajahi setiap wajah Mona yang putih bersih. Ia bahkan menjilati leher jenjang Mona. Suara nafas mereka sudah berpacu.


Mata Mona terpejam menikmati saat Romi membuka lancing bajunya, dan bertingkah layaknya bayi. Ia ikut meremas rambut Romi.

__ADS_1


Hati ku, Tubuhku .. semua untuk mu sayang. Akan ku tanggung dosa ini agar ku bisa selalu bersamamu.


Aku memang berdosa, Dan Tuhan akan murka pada kita.


Hasrat ku menggebu mengharapkan mu memberikan sesuatu yang lebih. Tetaplah disisi ku Romi...


Aku akan berbuat apapun untuk mu... apapun itu...


Mona benar benar telah dibutakan oleh cinta nya pada Romi. Lagi, mereka melakukan hubungan terlarang itu ditempat terpencil. Yang bahkan takan ada seorang pun yang mengetahui tempat itu. Melainkan Tuhan.


"Romi.... Aahhh..."


Mona terbelalak saat senjata Romi sudah menghunus memasuki benteng pertahanannya.


Romi sangat lihat memompa Mona, hingga desa..han Mona terdengar merdu ditelinganya. Ia terus mengucapkan kata cinta untuk pria itu.


Romi bahkan menyempatkan diri menjawab pernyataan Mona. Ia semakin mengencangkan goyangan nya.


Dan benar saja, Mona mendapatkan kembali pelepasannya. Sudah berkali kali ia merasakan kenikmatan dunia.


"Apa kau puas sayang?"


Bisik Romi dengan nafas yang tersengal sengal. Ia mengecup telinga Mona sembari menjilatinya.


"Aku sangat menyukainya sayang..." jawab Mona dengan mata terpejam.

__ADS_1


Romi kembali memompa tubuh Mona. Dengan gerakan yang lebih cepat dan hentakan yang agak kuat.


Sehingga Mona mengerang keras, bersamaan dengan Romi yang mencapai puncaknya. Ia tetap membiarkan senjatanya merasakan nikmat milik Mona didalam sana.


Tubuh nya ambruk diatas tubuh Maya. Mereka bermandikan Keringat, sebuah senyuman nampak terukir di bibir Mona.


"Aku mencintai mu Romi..."


"Aku juga sayang..." jawab Romi.


Ia mencabut senjatanya dengan mata yang terpejam. Rasa geli masih terasa ditubuhnya. Lantas mengambil tisu dan membersihkan bagian mereka yang berlendir.


"Aku ingin tidur disisimu..."


Mona memiringkan tubuhnya pada Romi dan masuk dalam dekapan tubuh Polos Romi.


"Baiklah... pagi pagi sekali kita akan turun dari sini..."


Romi menyetujui permintaan Mona. Ia membalas pelukan Mona. Meraba raba tubuh mulus Mona. Nampak senyuman terukir diwajahnya.


Ia benar benar tak mengira, akan mendapatkan perlakuan seperti ini dari Mona. Wanita ini seperti candu baginya.


"Romi... aku ingin selalu memeluk mu seperti ini dalam tidurku. Sudah lama aku menaruh hati padamu. Tapi kau tak pernah membalas setiap bentuk perhatianku."


"Sayang kau tau bukan? Pacaran bukan jadi tujuan ku kesekolah... aku ingin lulus dengan nilai terbaik. Agar bisa membantu Kakakku bekerja. Kau tau sendiri, aku bukan orang kaya seperti keluarga mu. Jadi aku harus benar Benar menghargai setiap jerih payah kakakku." jelas Romi panjang lebar.

__ADS_1


"Sekarang aku baru mengerti..." Mona mengeratkan pelukannya pada pria yang paling ia cintai.


__ADS_2