ROMAYA

ROMAYA
Trisno dan Mulyani


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Para karyawan butik Maya sudah pulang. Hanya tersisa Mulyani diruang kerja Maya mengantikan pekerjaan Maya.


Trisno yang tadinya ditemani security berdiri diluar bercengkrama juga sudah tinggal sendirian.


Semua orang sepertinya sudah pulang... Dimana Yani? Apa dia masih didalam?


Ia masuk kedalam butik, kepala nya menoleh kiri kanan. Lalu tak menemukan Mulyani. Ia masuk kedalam ruangan produksi, namun menahan kakinya karna lampu didalam ruangan sudah dimatikan.


Ia menoleh keruangan kerja Maya. Terlihat Mulyani sedang berkutat didepan komputer.


"Apa masih belum selesai?" Tanya Trisno saat memasuki ruangan itu. Ia membuka lebar pintu.


"Sedikit lagi mas .. aku hampir selesai." Jawab Mulyani.


Trisno mendekat, ia menurunkan sedikit kepalanya melihat pekerjaan yang sedang dilakukan Mulyani. Sehingga dada nya bersentuhan dengan bahu gadis itu.


Trisno kaget dan langsung berdiri. Ia tak melihat kearah Mulyani. Tapi duduk didepan mejanya. Sambil memperhatikan wajah cantik didepannya.


"Cantik .." gumam Trisno.


"Hah?" Mulyani mendongakan kepalanya kearah Trisno.


"Ooh... Lanjutkan. Bukan apa apa" Trisno tersenyum kaku.


"Seperti nya kau sudah paham cara kerjanya" Lanjut Trisno lagi.


Trisno mengajak bicara untuk mengatasi kecanggungan ini. Seorang lelaki dan gadis dalam satu ruangan akan menimbulkan bermacam perasaan.


"Begitulah .. mbak Maya mengajari ku. Jadi jika saat seperti tadi terjadi... Pekerjaan kami tidak tertunda." Jelas Mulyani yang tetap fokus pada layar komputernya.


"Rupanya begitu... Baguslah..."

__ADS_1


Trisno seperti kehilangan kalimat untuk mengajak bicara gadis didepannya.


"Sudah selesai..."


Mulyani berdiri, ia mematikan peralatan nya. Kemudian berjalan mengambil tasnya yang berada diatas sofa.


Namun saat yang bersamaan Trisno juga berdiri, tanpa sengaja tubuh mereka terbentur dan Trisno tak siap menahan tubuh Mulyani yang sudah terjatuh kearahnya. Sehingga tubuh Trisno terhempas keatas sofa.


Mereka sama sama terdiam. Sedangkan tangan Trisno mengambang diudara. Mulut keduanya saling beradu.


Mulyani bergegas berdiri, ia kelihatan gugup mengambil tasnya. Lalu berjalan keluar.


Apa itu .. lembut sekali...


Ciuman pertama ku .. Yani...


Trisno berdiri meraba bibirnya yang tersentuh bibir ranun Mulyani. Senyuman mengambang dibibirnya. Kemudian memasang wajah biasa saja saat keluar dari ruangan Maya dan mengunci pintunya.


"Ini kuncinya..." Trisno tak berani menatap Mulyani lama.


Mulyani langsung keluar dan berdiri didepan pintu. Ia memperhatikan sekelilingnya yang mulai sepi.


"Maaf... "


Trisno yang terdiam didalam butik langsung melangkahkan kakinya keluar. Ia melihat Mulyani menunggu didepan pintu untuk mengunci pintu nya.


"Ayo... Aku sudah sangat lapar .."


Trisno berusaha untuk bersikap normal. Ia tak ingin menjadi canggung jika membahas kecelakaan diruangan kerja tadi.


Mulyani mengikutinya berjalan disamping Trisno. Jantung kedua nya berdetak kencang saat ini.

__ADS_1


Aku menyia nyiakan ciuman pertamaku...


Dan itu sangat manis ..


Wajah Mulyani seketika memerah saat kembali mengingat kejadian tadi bersama Trisno. Bukan hanya bibir mereka yang beradu. Tapi Mulyani terjatuh tepat diatas tubuh Trisno.


Ia masih merasakan sensasi aneh saat tubuhnya menempel dengan Trisno.


"Sayang sekali... Restoran Bara sudah tutup ternyata." Trisno menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tidak apa apa mas... Kita cari makanan diluar saja. " Saran Mulyani yang semakin membuat Trisno senang.


"Baiklah.. kau tunggulah didepan. Aku akan mengambil mobil diparkiran." Trisno tersenyum dan berniat untuk pergi.


"Tidak .. sebaiknya aku ikut saja." Mulyani menaikan suaranya.


"Apa kau takut?" Selidik Trisno.


"Bukan itu..." Wajahnya semakin memerah.


Trisno setuju tanpa bertanya lebih lanjut lagi. Ia berjalan disamping lelaki tampan pujaan hatinya.


Mereka telah masuk kedalam mobil. Dan Trisno melajukan mobilnya keluar dari parkiran Mall.


"Kau ingin makan apa?" Tanya Trisno memecah keheningan.


"Mas..."


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2