
Ren masih asik berbincang dengan Dina, wanita yang baru dikenalnya. Canda tawa mereka nikmati, seakan permasalahan dikepala mereka masing masing tak ada lagi.
"Dina... Apa kau mau tetap disini?" Tanya seorang pria berdiri dihadapannya dengan dua wanita dikiri kanannya.
"Ya.. aku disini." Jawab Dina tanpa menoleh.
"Baiklah... Jika kau akan pulang, hubungi aku."
Pria itu berjalan bersama wanita yang bermesraan disampingnya. Dina hanya melihat dengan wajah sangat kesal.
Ren memperhatikan pasangan aneh dihadapannya. Tiba tiba ponselnya berbunyi.
"Ada apa?"
"Tuan, nona Raisa pergi dari rumah. Sudah sejam yang lalu, apa Tuan ingin saya mencarinya?" Lapor security dari rumah Ren.
"Biarkan saja. Itu pilihannya." Jawab Ren santai.
"Baik Tuan."
Ia menutup ponselnya dan kembali tersenyum pada Dina. Walaupun wanita itu menatap nya dengan wajah penuh pertanyaan. Ren hanya memberikan sebuah senyuman.
"Sepertinya kita akan minum banyak malam ini..." Ucap Dina menuangkan minuman ke gelas mereka.
"Kukira akan sendirian. Namun ada wanita cantik yang menemani ku..." Goda Ren menatap Dina yang memang cantik.
"Jangan basa basi... Duduk lah disampingku.." ajak Dina menepuk sofa disebelahnya. Agar Ren lebih mendekat padanya.
Benar saja, Ren langsung duduk bersebelahan dengan Dina. Kali ini mereka minum banyak sekali. Bahkan ucapan mereka pun mulai mengoceh sembarangan. Beberapa kali mereka terlihat saling berciuman dengan penuh hasrat.
"Dina... Kau yang terbaik..." Ucap Ren sambil memeluk tubuh Dina.
"Kau jauh lebih baik Ren..." Jawab Dina dengan perkataan yang mulai tak jelas.
"Tuan... Apa anda perlu sopir untuk mengantarkan sampai kerumah?" Tanya seorang pelayan Bar.
"Antarkan kami kesyurga dunia..." Jawab Ren asal.
__ADS_1
...****...
Pramana menutup pintu kamar Billy. Ia kembali kekamar mereka. Berjalan secara pelan karna kondisinya yang baru sembuh.
"Dia sudah tidur?" Tanya Maya lembut. Ia meletakan sebuah buku yang ia baca diatas nakas.
"Kukira kau sudah tidur sayang.. karna sudah larut.." Pramana naik keatas ranjang mereka dan Maya menyelimutinya.
"Aku menunggu mas..." Jawab Maya sambil mematikan lampu.
"Kau merindukanku?" Bisik Pramana tepat ditelinganya.
"Mas, kau tidur lebih dari 5 bulan, apa kau kira aku tak merindukanmu?" Tanya Maya menghadap kearah Pramana.
"Merindukanmu... Bukan Jono." Maya langsung memotong kalimat yang akan diucapkan Pramana. Sehingga ia menutup mulutnya lagi.
Pramana tersenyum. Ia memeluk tubuh istrinya dengan hangat dan lama. Mengusap ngusap punggung Maya dari belakang.
Maya memejamkan matanya karna merasa sedikit rileks dengan usapan tangan Pramana yang besar dan hangat.
"Hmmm... Enak sekali..." Lirihnya sambil tersenyum.
"Kenapa bukan sekarang saja mas?" Rupanya Maya sangat penasaran.
"Ini sudah larut sayang .." jawab Pramana mengangkat dagu runcing Maya dan mendaratkan ciuman dibibir istri yang telah lama tak ia sentuh.
"Aku menginginkannya..." Bisik Pramana melepaskan pagutan bibir mereka.
"Tapi kau baru saja pulang dari rumah sakit." Sanggah Maya cemas dengan kesehatan Pramana.
"Aku akan lebih sakit jika menahan lebih lama lagi."
Maya melihat nafas Pramana yang mulai tak beraturan. Pandangan berkabut menatap nya hangat. Menginginkan hal indah terjadi malam ini.
"Mas, aku dalam masa subur..." Bisik Maya memerah.
"Itu bagus, kita akan memberikan adik untuk Billy .. semoga usaha kita kali ini, langsung diberi anugrah oleh Tuhan." Harap Pramana.
__ADS_1
"Aamiin... Aku juga berharap sama mas..." Sahut Maya.
"Anak kembar boleh juga... "
Pramana mendaratkan lagi ciuman pada Maya. Ciuman yang lebih panas penuh kerinduan didalamnya.
Mereka melalui malam panjang yang indah. Bagi Maya ini sama seperti pertama mereka melakukannya. Karna 6 bulan Pramana tak sadarkan diri.
Deru nafas dan desa..han lembut dari bibir Maya membangkit gejolak hasrat yang lama terpendam bagi Pramana.
Keringat memenuhi tubuh polos keduanya. Hingga jemari Maya menekan kuat punggung Pramana, saat mereka sama sama merasakan pelepasannya.
Pramana ambruk diatas Maya sambil menciumi aset kembar Maya. Dan berbaring disebelahnya. Mereka saling tersenyum dan menetralisir kan kembali deru nafas yang telah memburu.
.
.
.
Fix... 3 bab sudah meluncur... 🥳
Jangan lupa dukungan nya ya bebs... 😘😘
Semoga ada waktu senggang lagi. Author bisa nulis banyak seperti ini.
Dan cerita nya Author sambung antara Pramana, Ren dan Raisa. Hingga terungkapnya sebuah misteri. karna akan ada kaitannya.
Jika ada yang kurang berkenan atau ga nyambung kasi tau Author secepatnya ya ders... Aku terima saran kalian dengan senang hati...
Dan nanti kita coba revisi lagi...
Makasih buat kalian yang selalu mendukung karya ini..
Salam cintoh ..
__ADS_1
Calisa Ardi..