ROMAYA

ROMAYA
Memiliki semua yang ada padanya


__ADS_3

Ini hari ke 3 penculikan Maya. Sementara kondisi Linda semakin krisis. Prediksi dokter mengatakan bahwa Linda takan bisa bertahan dalam waktu yang lama.


"Apa aku hanya bisa pasrah Dokter?" Tanya Pramana frustasi.


"Maafkan saya Tuan... Tembakan itu mengenai tepat dijantung Nyonya Linda. Jadi kemungkinan untuk sembuh sangat kecil. Maafkan saya Tuan..."


Dokter menepuk pundak Pramana pelan, dan berlalu berjalan meninggalkan nya.


Pramana terlihat sangat frustasi mengingat keadaan ibunya. Apa lagi Maya yang sampai saat ini tak diketahui kemana perginya.


Dari kejauhan terlihat Laura berlari menghampirinya. Mata nya sembab. Ia baru datang dari luar negri.


Pramana langsung menyambut adiknya dengan pelukan hangat. Tangisan Nya pecah dalam pelukan kakaknya.


"Ibu mas..."


Laura menangis sesegukan, tubuhnya bergetar karna takut akan kehilangan sosok seorang ibu.


"Ibu akan segera sembuh dek... Jangan menangis lagi."


Pramana berusaha membujuk adik satu satunya, air mata nya bahkan menetes ke rambut Laura dalam pelukannya.


Ya Tuhan.. kami akan jadi yatim piatu, jika ibu benar benar tiada... Selamat kan ibu kami Tuhan...


****


"Ren... Dengar kan aku sekarang. Kau tentu tau siapa Pramana Dewanto sekarang. Namanya telah masuk kedalam daftar pengusaha sukses dinegri ini. Tolong bantu aku sekali ini saja..."

__ADS_1


Raisa nampak sedang duduk disebuah cafe dengan seorang pria yang ia panggil Ren. Entah apa hubungan mereka selama ini. Raisa nampaknya sudah terbiasa bermanja manja dengan nya.


"Lalu apa maksudmu mendekatinya?" Tanya Ren dengan wajah datar.


"Aku ingin memiliki semua apa yang dia miliki..." Jawab Raisa dengan semangat.


"Lalu..?" Tanya Ren penasaran.


"Hanya itu.." tegas Raisa.


"Benarkah hanya itu?" Selidik Ren dengan mengernyitkan dahinya.


"Apakah selama ini aku ada berbohong padamu Ren? sedangkan rencana ini aku juga diskusikan dengan mu." Jelas Raisa untuk meyakinkan Ren.


"Benar.. aku tak ingin kau jatuh hati padanya. Tak lama kepulangan orang tua ku dari inggris kita akan menikah Raisa... Ingat itu...


Raisa mengangguk tanda paham. Kali ini ia mengecup sebelah pipi Ren.


"Aku menginginkan nya..."


Ren langsung berdiri sambil menarik tangan Raisa agar mengikuti nya. Raisa hanya melotot tak percaya. Ia akan melakukan semua rencananya kali ini.


Meski membohongi Ren tentang hati Raisa padanya. Sesungguhnya ia benar benar mencintai Pramana semasa remaja nya.


Dan sekarang pun masih sama. Raisa ingin memiliki Pramana sepenuhnya. Walaupun akhirnya ia telah membunyikan genderang perang dengan keluarga Ren.


Ia akan berusaha untuk berbuat secantik mungkin. Agar tak ada yang menaruh curiga padanya.

__ADS_1


"Kemana Ren?" Tanya Raisa sok polos.


"Ke apartemenku..."


Jawab Ren menatap Raisa yang secara tiba tiba ia bertanya. Raisa sengaja menundukkan wajahnya, memasang mode malu malu kucing.


Ren tersenyum melihat kekasihnya tertunduk Malu ketika ia mengajak Raisa untuk saling melepaskan kerinduan mereka.


Ren menutup pintu apartemen nya dan mendorong Raisa kedinding, ia mendaratkan satu ciuman panas untuk wanitanya.


Ciuman yang bisa menimbulkan hasrat untuk melakukan lebih. Pakaian mereka telah terlepas satu persatu. Dan masih diposisi belakang pintu.


Raisa membiarkan sepatu,tas dan bajunya berserakan dilantai. Nafas kedua nya mulai memenuhi ruangan tersebut. Saling berpacu mengimbangi lawan.


Ren turun kebagian leher Raisa ia mengecup dan menjilatinya. Sedangkan tangan satu nya, ia gunakan untuk membuka rok mini dan pakaian dalam Raisa.


Dengan cepat ia mengusap lembut bagian bawah Raisa yang mulai basah, karna menerima serangan dari Ren.


"Ren ...aaahh..."


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2