
Mereka berjalan dengan perlahan menyusuri pekatnya malam.
Rasa dendam dan sakit hati dipermainkan membuat wanita yang tengah merasakan sakit ini, berjanji akan melakukan pembalasan pada lelaki tua yang menjebaknya.
Romi memangku kakaknya dari samping karena jalan Maya sangat lah pelan. karna Maya Merasakan perih dan nyeri pada bagian bawahnya.
Mereka harus berjalan kaki lumayan jauh karna tak punya kendaraan untuk dibawa.
Romi benar benar murka mengingat apa yang dilakukan tua bangka itu pada kakaknya. Ingin sekali ia mengakhiri hidup orang yang bernama Mawarto.
"Romi... mbak tidak kuat lagi untuk berjalan. Kita berhenti disini sebentar."
Mereka menepi pada pos ronda didaerahnya. Disana ada dua orang hansip yang berjaga. Ia mendekati Romi dan Maya.
"Ada apa mbak Maya? Anda terlihat sedang sakit." Tanya seorang hansip membantu Romi mendudukan Maya.
"Tidak apa apa pak.. saya hanya pusing biasa." Jawab Maya singkat.
"Tapi kenapa wajah dek Romi bisa babak belur begini mbak Maya? Kalian habis dikeroyok?" Tanya salah seorang nya lagi.
"Benar pak... kakak saya dilecehkan dan saya diikat supaya tak bisa menolong kakak saya." Romi keceplosan bicara pada hansip itu.
__ADS_1
Mereka saling bertatapan. Melihat kondisi keduanya. Memang terlihat seperti apa yang diceritakan Romi.
"Kalau begitu kita harus melapor pada kepala desa dek Romi. Ini tidak bisa dibiarkan. Bisa bisa akan banyak korban berikutnya"
Kedua hansip itu berapi api ingin membantu mereka berdua. Berharap mereka akan bisa mendapatkan dan menghukum siapa pelakunya.
"Tapi.. apa kepala desa bisa percaya dengan ucapan kami pak?" Tanya Maya kemudian. Ia diberi segelas air oleh salah seorang hansip.
"Apa maksud mbak Maya?" Mereka mengernyitkan keningnya tak mengerti dengan ucapan Maya.
"Kalau pelaku nya adalah Mawarto. Bukan kah dia kakak kandung kepala desa kita." Lanjut Maya lagi.
"Apa? Pak War? Kenapa dia bisa melakukan hal itu? Bukankah dia sudah mempunyai istri. Walaupun sudah tua."
"Jika ada bukti, dan saksi. Kami akan membantu mbak Maya. Karna walaupun petinggi desa sekalipun jika melakukan perbuatan kriminal akan tetap dihukum. Ini sangat tak bisa dibiarkan."
Kedua hansip itu lebih bersemangat lagi untuk membantu mereka. Maya merasa masih ada orang baik yang percaya mendengarkan ucapan mereka.
"Tapi.. sudahlah pak. Saya rasa akan sia sia.
Keluarga kami akan menjadi bahan gunjingan didesa ini. Dan juga Mawarto akan mempersulit kami.
__ADS_1
Saya minta tolong pada bapak berdua jangan suarakan perihal ini pada siapapun. Biarkan kami yang mengatasinya."
Maya menolak bantuan dari kedua hansip itu karna menurutnya juga akan sia sia.
"Tapi jika kedua pak hansip mau lewat untuk berjaga jaga dekat kedai bakso kakak saya... saya akan sangat berterima kasih"
Romi tersenyum melihat kedua hansip baik itu. Kemudian mereka pamit dan melanjutkan perjalanan menuju rumah mereka.
Kedua hansip itu memperhatikan kedua kakak beradik itu berjalan dari belakang. ia merasa kasihan dengan Maya.
"Memang pak War itu sering ketempat tempat hiburan malam. Bisa saja dia suka bermain perempuan." Ucap hansip satunya.
"Benar.. padahal ia orang terpandang didesa kita. Bisa saja ia tergiur melihat mbak Maya yang sudah janda. Ia kira bisa mempermainkan semua wanita. Dasar tua bangka.."
Kedua hansip itu membicarakan Mawarto yang mereka sendiri juga kurang menyukai lelaki tua yang sombong itu.
Ia selalu mengintai wanita wanita yang diinginkannya. Jika tidak, Mawarto akan menyulitkan keadaan keluarga mereka.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung