ROMAYA

ROMAYA
Mencintai mu Monalisa Haidar


__ADS_3

"Sejujurnya... sekarang perasaan ku lebih baik. Keluarga besar ku datang mereka memberikan semangat untuk aku dan bunda.


Dan sekarang aku bersama mu. Jadi mungkin rasa sedih ini takan berlangsung lama."


"Kenapa bisa seperti itu? Ini hari pertama kepergian ayah mu.."


Romi merasa penasaran dengan sikap Mona yang sudah seperti biasa.


"Aku harus tetap melanjutkan hidup sayang, meneruskan usaha ayah. Karna aku anak satu satunya. Dan juga... sebenar ayah sering melakukan kekerasan pada bunda dan juga aku.


Setiap malam selalu keluar bahkan pulang pagi hanya untuk sekedar berhiburan dengan wanita malam. Ia tak pernah menghargai bunda dirumah. Seakan akan aku dan bunda adalah penghambat kegiatannya setiap hari.


Kau hanya tak tau siapa sebenarnya ayah ku Romi. Dengan kepergiannya sekarang, setidak nya perempuan didesa kita bisa hidup aman dan tak takut jika keluar malam.


Sejujurnya aku sangat malu mempunyai seorang ayah yang selalu menggilai wanita wanita yang menarik menurutnya.


Kelakuan nya sama dengan adik bunda. Paman Tono. Mereka selalu berbuat sesuka hati tanpa memikirkan perasaan wanita yang hidup bersamanya."


Penjelasan Mona yang panjang lebar tak membuat Romi menyesal telah melenyapkannya. Ternyata dalam keluarga pun lelaki tua itu sangat tak menghargai wanita.


Makanya prilakunya seperti binatang. Mungkin binatang jauh lebih baik terhadap pasangan nya jika dibandingkan dengan situa Mawarto.

__ADS_1


"Aku tak tau.. jika juragan Mawarto orang yang seperti itu."


Bahkan ia tega menodai harga diri kakak ku Mona. Ia memang lebih bejat dari seorang binatang.


"Romi... Kenapa kau bisa masuk kekamar ku malam itu?"


Romi menatap Mona mencari sebuah alasan yang bisa wanita itu terima. Karna tak mungkin jika dia bilang sudah salah kamar.


"Aku hanya ingin menemui mu." Ia memberikan sebuah senyuman untuk Mona.


"Bahkan sebelumnya kau tak pernah menampakan sikap mu disekolah." selidik Mona


"Karna kita berbeda kasta.. aku hanya takut jika kau menolaknya. Jika dikamar itu kau menolakku aku takan malu sebab hanya ada kita berdua."


"Tapi dari mana kau tau jika itu kamar ku?" Mona menaikan hingga bahu selimut tipis yang diberikan Romi kepadanya.


"Aku melihat mu dari balik pagar saat kau menutup jendelamu. Jadi aku bisa perkirakan jika itu benar kamar mu."


"Ternyata kau cerdik juga. Jujurlah Romi... Bagaimana perasaan mu kepada ku? Aku hanya ingin memastikan"


Romi mendekati Mona ia duduk lebih rapat ketubuh Mona dan merangkulnya dengan tujuan agar Mona tak kedinginan. Karna angin berhembus kencang masuk lewat jendela kecil yang Romi buat.

__ADS_1


"Mona... Setelah apa yang kita lakukan kau masih pertanyakan perasaan ku pada mu?"


Romi mencubit hidung mancung Mona. Beberapa kali mengelus kepala dan rambut Mona yang tergerai sebahu.


"Karna bisa saja kau menghilang setelah kita melakukannya. Dan itu akan membunuh ku Romi...."


Romi menutup mulut Mona dengan mulutnya tanpa bergerak. Ia melepas kan kecupan nya. Menatap Mona dalam dalam.


"Mona aku mencintai mu, dan tak akan melepas mu. Kecuali kau yang menghendaki perpisahan kita"


Mona merebahkan kepalanya kedada Romi. Ia bisa mendengarkan detak jantung Romi yang bertalu talu. Juga tarikan nafas Romi yang terasa cepat.


"Aku juga mencintai mu. Aku ingin setelah kita lulus nanti kita menikah Romi. Aku ingin menjadi milik mu seutuhnya."


Romi mengecup puncak kepala Mona. Gadis itu mendongakan wajahnya melihat Romi. Kemudian menyatukan bibir mereka.


Hingga terjadilah sebuah ciuman yang menghangatkan tubuh dingin mereka. Ciuman itu semakin panas karna terjadinya luma..tan luma..tan kecil dan lidah yang saling membelit lembut.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2