
"Ya .. hanya sebentar.." jawab Pramana santai sambil memegang tangan Maya.
"Mas! Kita ini sudah suami istri, kita bukan sedang pacaran. Rumah kita juga sudah dekat."
Jelas Maya merasa keberatan. Karna takut kalau kalau orang lain datang melihat mereka.
"Sayang ku mohon... Aku tak kuat lagi."
Mata Pramana berkabut, suaranya serak lirih berkata pada Maya. Dengan cepat Pramana mendaratkan sebuah ciuman pada Maya.
Satu tangannya bergerilya masuk kedalam rok Maya. Suara nafas nya sudah tak bisa diatur lagi. Keduanya sama sama memburu. Terhanyut dalam pagutan kemesraan mereka.
Maya hanya bisa menuruti permintaan suaminya. Karna ia sudah mengerti disaat keadaan seperti ini, sangat sulit bagi Pramana untuk fokus menyetir. Dan akan berakibat fatal jika tak segera disalurkan.
Tanpa Maya sadari kancing kemeja nya sudah terlepas. Pramana masuk kedalam aset kembar Maya. Ia bermain disana. Hingga suara desa..han Maya tak bisa dibendung dari bibirnya.
Untung saja kaca mobil mereka cukup gelap. Jadi mustahil jika seseorang bisa melihat mereka dari luar.
Pramana memilih memarkirkan mobil dibalik semak semak yang sudah tinggi. Jadi takkan ada orang yang melihat adegan mobil bergoyang. Karna disana juga termasuk kawasan sepi.
Pramana merebahkan juga memundurkan kursi Maya. Ia buru buru melepaskan celananya. Juga membuka baju kemejanya. Kini Pramana benar benar polos.
Sedangkan Maya hanya mengangkat rok nya keatas. Dan membuka kancing kemeja yang ia pakai. Pramana juga membuka pengait bra istrinya yang berada didepan.
"Mas......"
Maya melihat Pramana yang begitu berhasrat ingin melakukan penyatuan dengannya. Nafasnya tak teratur. Ia menjelajahi setiap inci tubuh Maya. Hingga istrinya berulangkali memejamkan mata dengan desa..han yang ia tahan.
Pramana segera naik keatas tubuh Maya. Karna ruang bercinta mereka kali ini begitu sempit. Ia langsung menancapkan Jono yang sudah ingin dimanjakan.
"Aaagrhhh...."
__ADS_1
Pramana membenamkan sejenak. Ia berdoa dalam hati semoga menjadi benih dirahim Maya. Kemudian ia bergerak memompa dengan cepat. Maya menutup mulutnya menahan suaranya karna nikmat yang diberikan suaminya.
Ia tak ingin orang mendengar teriakan nya saat melintas didepan mobil mereka. Walaupun itu sangat mustahil.
Beberapa kali pompaan Pramana ia mendapatkan pelepasan dibawah sana.
"Sayang .. kita akan mendapatkan lagi bersama sama. Bersiap lah... Aaagrhh..."
Pramana tak sanggup menahan sesuatu yang sudah ingin keluar sejak tadi. Sementara Maya juga kembali merasakan detik detik pelepasanya...
"Maaaas ... Aaaaahhh..."
Pramana mempercepat laju pompanya. Hingga mereka berhasil mendapatkan bersama sama pelepasan yang luar biasa itu.
Tubuh Pramana abruk kepangkuan istrinya. Ia masih merasakan kedutan dibagian bawahnya.
"Maas... Cepatlah bangun. Kita bukan dirumah mas. Ayo segera pulang."
Begitupun Maya, cepat cepat membersihkan lalu merapikan kembali pakaian nya. Sementara Pramana hanya memakai celananya saja.
Ia tak memakai bajunya karna sempat terhimpit dibawah Maya. Tentu sudah tak bersih lagi saat dipakai.
Pramana menyalakan mesin mobil dan langsung kearah rumah mereka. Ia menghela nafas berkali kali. Mencoba menetralisir kan kembali irama jantungnya yang berdetak sangat kencang.
Maya tersandar menunggu sampai dirumah. Ia merasa sangat lelah. Tak sabar ingin mandi dan segera tidur.
"Sayang .. " Pramana menggenggam jemari Maya.
"Mmm..." Maya memejamkan matanya.
"Maafkan aku..."
__ADS_1
"Ya..."
"Aku benar benar menginginkannya. Sampai tak sanggup menahannya." Jelas Pramana.
"Ya..."
"Apa kau marah?" Pramana sedikit cemas.
"Mmmm ..."
Ia menoleh kearah Maya yang ternyata sudah terlelap karna kelelahan.
Rupanya dia tertidur...
Istri ku sangat cantik saat diajak bercinta dalam mobil. Kapan kapan aku akan mengajaknya lagi. Hehhehe...
Pramana langsung masuk kegarasi mobil setelah sampai dirumah. Security rumahnya segera menutup pintu garasi.
Pramana menggendong Maya yang terlelap sambil berjalan melalui pintu belakang garasinya. Ia membawa Maya kekamar mereka dan membaringkan istrinya dan menyelimuti nya.
Sementara ia langsung masuk kekamar mandi.
Ramuan itu sangat luar biasa... Jika tidak berhasil aku akan membelinya lagi bulan depan.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1