ROMAYA

ROMAYA
Pramana Koma


__ADS_3

Sejak pertama kali Robi masuk kedalam kediaman Pramana Dewanto, hari hari Maya lebih berwarna. Wajah murungnya hilang seketika setelah melihat wajah lembut Robi.


"Nak... Ini dia mama Maya dan papa Pramana. Dan nama kamu adalah Billy. Mengerti sayang...?" Bujuk Ray meyakinkan Robi didalam perjalanan. Ia memperlihatkan foto Maya dan Pramana.


Bocah itu hanya menurut apa yang dikatakan mereka. Romi yang sengaja membawa beberapa pakaian Billy yang sangat pas di tubuh bocah laki laki itu.


Tanpa banyak tanya Maya langsung menoleh saat Robi memanggil Maya dengan sebutan Mama.


"Mama..."


Air mata Maya menangis tak percaya anak nya berdiri dihadapannya. Seketika tenang nya seperti terkumpul kembali. Ia berlari menghampiri Robi. Memeluk bahkan menciumi anak tersebut.


"Billy... Anakku...


Mama tau sayang, kamu hanya tertidur .." ucap Maya kembali memeluk Robi yang sekarang namanya berubah menjadi Billy Aji Dewanto.


Enam hari telah dilalui Maya dengan bahagia. Ia bahkan lupa memikirkan bagaimana keadaan Pramana yang masih koma dirumah sakit.


Keluarga nya sadar, pasca mengalami depresi berat, Maya hanya bisa bahagia hanya dengan Billy. Bocah laki laki itu telah mengubah Maya, dan dia tak lagi merasa kehilangan, karna wajah Robi juga hampir mirip dengan almarhum Billy.


Sekarang 5 bulan telah berlalu, Maya sudah kembali seperti sedia kala. Ia juga sudah mulai mengurus Butik dan perusahaan Pramana.

__ADS_1


Sementara Pramana masih terbaring diruang perawatan. Mengalami tidur yang panjang. Hari ini Maya membawa Billy menemui Pramana.


Mereka berdua masuk kedalam ruangan Pramana. Mulai menyapa suaminya seakan Pramana bisa menjawab. Namun Maya tetap mengajak Pramana berbicara, memberitahu apa yang telah dialami nya hari ini, bahkan memberitahukan perkembangan Billy yang akan menginjak usia 3 tahun.


"Mas... Maaf ya aku telat kesini, beberapa klien ingin bertemu dengan ku. Aku dan Trisno cukup sibuk mengurusnya. Kuharap kau cepat siuman Mas. Billy juga sudah rindu dengan mu."


Maya berdiri disamping Pramana, melihat banyak peralatan medis yang terpasang ditubuh dan wajah suaminya.


"Mama... Obi haus..." Billy berdiri disamping Maya sambil memeluk kaki Maya.


"Anak mama haus ya...? Sini mama gendong. Yuk kita bikin susu.."


Maya menggendong Billy, membawa kemeja untuk membuatkan susu hangat untuk Billy.


Setelah susu habis, ia merebahkan kepala putranya kebahu. Dan menggoyangkan sebentar. Tak lama kemudian bocah menggemaskan itu sudah tertidur.


Dengan pelan Maya meletakan diatas tempat tidur yang tersedia disana. Kemudian kembali kesamping Pramana.


Pintu ruangan Pramana terbuka, sudah ada 3 orang Dokter dan 2 orang perawat yang masuk untuk memeriksa keadaan Pramana.


"Selamat sore Nyonya... Bagaimana kabar anda?" Sapa salah seorang Dokter.

__ADS_1


"Saya baik Dokter, bagaimana perkembangan keadaan suami saya?" Tanya Maya penuh harap.


"Kami akan periksa sebentar Nyonya. Jika sudah lebih baik, nanti kita akan membuka peralatan yang sudah tak diperlukan lagi." Jawab salah seorang Dokter disana.


"Putra anda tertidur lelap..." Sapa perawat yang pernah mengobati Maya saat dia Pingsan mendengar kematian Billy.


"Ya.. baru saja sust..." Jawab Maya yang juga menoleh kearah Billy.


Dengan gerak cepat Ray dan Romi memberitahukan keadaan Maya yang hampir gila karena kehilangan anaknya. Maka kisah Maya dan Billy sudah menjadi sebuah drama yang mengharu biru dirumah sakit ini. Dan semenjak pengganti Billy hadir Mereka melihat keadaan wanita itu kembali baik.


Mereka selalu melihat Maya dan keluarga nya mondar mandir kerumah sakit. Sudah hampir setengah tahun ini rumah sakit sudah seperti rumah kedua bagi mereka yang datangi untuk meninjau keadaan Pramana yang masih koma.


"Nyonya, keadaan Tian Pramana secara fisik sudah stabil. Peralatan nya nanti akan dilepas. Memang sudah tak diperlukan lagi. Tubuhnya butuh waktu, kita diminta menunggu lagi untuk kesadarannya. Berikan doa yang banyak untuk Tuan Pramana." Jelas Dokter panjang lebar.


"Jadi fisiknya sudah lebih baik Dok? Lantas kenapa ia masih belum siuman?" Tanya Maya dengan wajah cemas.


.


.


.

__ADS_1



Dukung Author selalu ya bebs... 😘😘😘☕


__ADS_2