ROMAYA

ROMAYA
Kembalilah...


__ADS_3

Maya mendekati Pramana dengan tidur disamping suaminya. Ia memeluk Pramana dengan mendekatkan kepalanya ke telinga Pramana.


Membacakan doa doa tulus untuk kesembuhan suaminya. Mengelus pipi Pramana yang sudah 5 bulan lebih tak ada senyuman disana.


Maya mengangkat kepalanya, ia mengecup pipi Pramana. Dan mengecup bibir Pramana yang sudah tampak mengering.


"Mas... Aku selalu disini menjagamu... Sadarlah mas... Kau pria yang kuat. Aku mohon... Aku lemah tanpamu."


Maya terisak memeluk Pramana. Tangan Pramana ia genggam. Berharap tangan itu akan bergerak, balik membalas menggenggam nya juga.


Maya menoleh karna ponselnya berbunyi. Ia duduk dan menjangkau ponsel diatas meja sebelah ranjang rawatan Pramana.


"Ada apa Trisno?" Sapa Maya setelah melihat panggilan dari Trisno menggunakan ponsel Pramana.


"Maaf mengganggu Nyonya, saya mau kabarkan jika kantor cabang kita kemalingan. Anehnya yang hilang dokumen dokumen penting. Sedangkan elektronik masih utuh ditempatnya." Jelas Trisno.


Maya terkejut mendengar kabar buruk yang disampaikan Trisno. Menatap Pramana disebelahnya pagi.


"Jika seperti ini, kira kira apa yang akan dilakukan suamiku?" Tanya Maya mencoba tenang.


"Memanggil security penjaga dan memeriksa cctv Nyonya. Dan melaporkan pada pihak kepolisian." Singkat dan padat jawaban Trisno.


"Lakukan sekarang... Besok pagi aku akan datang kekantor cabang kita." Maya menutup ponselnya.


Menenangkan kembali hati dan pikirannya yang disibukkan semenjak mengganti kan Pramana.


"Mas... Aku tak kuat lagi mengganti kan mu .. itu adalah pekerjaan mu mas, kau lebih pintar dan kuat dari ku." Maya mengeluh sambil menggoyang goyangkan tubuh Pramana.


"Mas .. kau harus sadar, temukan pembunuh anak kita... Dia membunuh anak kita. Billy sudah meninggal mas...

__ADS_1


Maaaaassss....!"


Isakan dan tangisan Maya tak bisa lagi ia bendung. Hati dan pikirannya saat ini benar benar kacau. Ia kembali tertunduk kedada bidang Pramana. Mencoba memeluk suaminya.


"Mas... Detak jantung mu kencang sekali mas, apa kau mendengar perkataan ku?"


Maya terus mendengarkan dengan menempelkan telinganya kedada bagian kiri Pramana.


"Benar mas... Kau mendengarku.. ini saat nya kau bangun mas... Bangun lah... Maaaass... Maaaas..."


Maya terus mencoba memanggil Pramana. Hingga terlihat sebutir cairan bening turun dipinggir mata Pramana.


Maya melihat itu. Hati nya sedikit terobati. Saat ini Pramana pasti mendengar semua ucapan nya. Terlebih saat Maya mengatakan jika putra mereka telah meninggal.


"Maaas... Maaas .. mas Pram..."


'Maya... Kau kah itu?'


Pramana terus berjalan mengikuti suara yang mulai terdengar jelas ditelinganya.


"Maaas .. kembalilah..."


Pramana makin dekat dengan suara suara Maya yang memanggilnya. Ia masuk kesebuah lorong yang dipenuhi silauan cahaya.


'Maya... Tunggu aku...


Maya ... Mayaaaa....'


Semua menjadi gelap, ruangan itu menjadi kabur dan tak jelas. Kepalanya terasa sakit sekali. Dengan pandangan nya yang kabur, Pramana mencoba meraba raba disekitarnya, mencari tau dimana ia sekarang.

__ADS_1


"Maayaaa..." Suara lirih Pramana sangat pelan saja sekali.


Tenggorokan nya sangat kering, bahkan untuk menelan saja itu sangat sakit. Pramana memegang tenggorokan nya. Mencari air untuk melepas dahaganya.


Maya yang sejak tadi dikamar mandi, terkejut saat kembali dan menutup pintu kamar mandi. Ia melihat Pramana sedang meraba raba sesuatu.


Air mata nya menetes, sambil berlari ia memeluk suaminya yang sudah terbangun dari tidur panjangnya.


"Mas .. kau kembali..."


Pramana merasakan pelukan dari istrinya. Hingga ikut membalas pelukan Maya.


"Air.." suara Pramana sangat pelan sekali dan parau.


"Kau haus? Aku akan ambilkan minum." Bergegas Maya mengambil air minum dari botol herbal.


"Minumlah... " Maya memberikan dengan mengangkat sedikit kepala Pramana.


Ia menghabiskan satu gelas air minum sekali gus. Hingga itu bisa membasahi lagi tenggorokannya.


"Sayang...." Senyum Pramana menyapa istrinya, walaupun dengan pandangan yang kabur.


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2