
Maya dan Pramana mempercepat langkah kakinya saat berjalan dirumah sakit. Ia tak sabar melihat keadaan Billy yang semakin melemah.
Mereka diberitahu oleh pihak rumah sakit bahwa kondisi Billy mengalami penurunan drastis.
Air mata Maya menetes sejak melangkahkan kaki ke keruangan anak mereka. Kedua nya diam hingga seorang dokter menyapa mereka.
"Tuan dan Nyonya Dewanto..."
Mereka langsung menoleh kearah Dokter yang memanggilnya. Dia Dokter Yuni. Yang menangani kesehatan Billy.
"Silahkan keruangan saya .."
Mereka langsung bergegas mengikuti langkah kaki Dokter yang cepat. Karna pekerjaan Dokter bukan lah pekerjaan santai. Semua harus seba cepat untuk penanganan yang terbaik.
"Silahkan duduk..."
Dokter Yuni mengambil beberapa dokumen dan membaca sekilas. Kemudian menunjukan hasil pemeriksaan kesehatan Billy.
"Apa maksudnya Dokter?" Tanya Pramana dengan raut wajah sedih.
"Tak ada yang bisa kami perbuat Tuan." Jawab Dokter Yuni.
Maya langsung menutup mulutnya disertai suara tangisan yang ditahannya.
"Berharaplah sebuah keajaiban untuk bayi Billy. Tuan dan Nyonya, Saya pun selalu mendoakan Bayi Billy agar diberikan keajaiban untuk segera sadar dan sembuh." Jawab Dokter Yuni yang terlihat sedih.
Sebagai dokter ia merasa gagal membuat keluarga saling berkumpul lagi. Padahal itu adalah kehendak Sang Maha Penguasa.
__ADS_1
"Anakku..." Lirih Maya dengan pikiran nya yang sudah tak bisa dikendalikan lagi.
Tubuhnya ambruk tersandar pada lengan Pramana. Ia jatuh pingsan setelah bayangan akan kehilangan muncul dibenaknya.
"Maya..." Panggil Pramana pada Maya.
"Sebaiknya bawa istri anda keruangan perawatan Tuan. Saya cemas dengan kondisinya. Karna Nyonya Maya masih dalam keadaan nifas." Pinta Dokter Yuni.
Pramana bergegas menggendong Maya dan masuk keUGD. Agar ditangani lebih baik.
Selama Maya diperiksa keadaan nya oleh beberapa orang tim medis. Pramana berjalan dengan gontai keruangan perawatan Billy.
Ia mendekati bilik kecil yang disediakan pihak rumah sakit untuk bayi Billy. Menatap bayi yang tak berdosa itu dengan mata yang berkaca kaca.
"Bertahanlah sayang... Anakku Billy. Ayah dan ibu mu sangat mengharapkan kehadiranmu sayang. Maafkan kami yang tak bisa menjaga mu dengan baik. Maafkan Ayah sayang...."
Pramana memegang dinding kaca tepat disebelah kepala Billy. Bayi itu sangat mungil, dadanya bergerak naik turun karna memakai oksigen untuk bernafas. Bayi mungil itu seperti sedang tertidur tak merasakan apa apa.
Pramana terduduk lemas didepan box bayi Billy. Airmatanya berjatuhan tanpa adanya isakan. Ia berdoa dengan segenap hatinya. Mengharapkan kesembuhan Billy.
"Tuan... Apa anda ingin menggendong putra anda?" Tawar Dokter Yuni pada Pramana.
"Apakah sudah boleh Dokter?" Tanya Pramana.
"Boleh... Bukalah baju Tuan dan tempelkan tubuh kalian. Itu akan menghangatkan tubuh bayi.. juga saya berharap benar benar Tuhan datangkan keajaiban untuk keluarga anda." Jelas Dokter Yuni.
Dua orang perawat masuk keruang perawatan Billy. Ia membuka box bayi dan mengambil Billy dengan berhati hati.
__ADS_1
Sementara ditempat yang telah ditentukan Dokter Yuni. Dengan petunjuk Dokter tersebut, Pramana telah bersiap siap untuk menggendong Billy.
Tubuh hangat mungil Billy saat ini menempel pada dada Pramana. Pramana sebisa mungkin menahan airmata dan kesedihannya.
Ia menyalurkan semangat kehidupan dan kekuatan pada anak nya. Dengan kecupan yang ia berikan berkali kali dikepala bayi Billy.
"Sayang bertahanlah... Jangan tinggalkan ayah dan ibu nak..."
Lirih Pramana dengan suara serak. Ia menghapus dengan tisu air mata yang tak bisa ia bendung lagi.
Billy masih tertidur pulas. Ia seakan enggan untuk membuka matanya. Ini pertama kali Pramana menggendong putra yang telah lama sangat ia harapkan kehadirannya.
"Billy... Jika ayah bisa melakukan... Akan kuberikan nyawaku untuk mu anakku sayang... Bertahanlah sayang... Temani ayah dan ibu didunia..."
Pramana selalu berkaca kaca. Mengharapkan lebih dari kesehatan Billy. Hanya Tuhan yang bisa membantu nya. Tak henti ia menatap wajah suci putranya.
.
.
.
Bersambung
Berikan dukungan pada Aithor berupa Like, vote, hadiah dan komentar menarik kalian.
__ADS_1
Agar Author menjadi lebih bersemangat lagi...
salam cintoh