ROMAYA

ROMAYA
Diberi obat aneh


__ADS_3

"Baiklah pak War, saya ucapkan banyak terimakasih. Semoga saya bisa segera melunasi hutang saya pada pak War."


Maya membungkuk mengucapkan terima kasih. Lalu ia kembali ketempat duduknya. Sesekali melihat kearah belakang. Teman pak War yang sejak tadi masih didalam sana.


Tempat bakso tampak bergoyang goyang. Mata Maya mulai mengabur. Kepalanya terasa sakit. Pelan pelan ia merebahkan kepalanya ke meja didepannya duduk.


Apa yang terjadi dengan ku? Aku sangat pusing sekali.. Romi... cepatlah datang..


Samar samar ia melihat Mawarto mendekati nya. Memanggil manggil namanya. Kemudian nampak senyum seringai dari wajah lelaki tua itu.


Dasar lelaki tua keparat.. mereka menjebak ku lagi. Kali ini apa yang akan terjadi..


Maya benar benar kehilangan kesadaran. Ia tak tau apa yang akan dilakukan dua orang yang ada dikedai baksonya.


Mereka mengangkat Maya kedalam kamar kecil yang biasa digunakan untuk istirahat sejenak. Mawarto membaringkan tubuh molek janda kembang didesa nya.


Matanya yang terlihat lapar menatap seluruh tubuh Maya yang pernah ia cicipi. Tak henti nya ia menelan air liur nya yang hampir menetes.


"Ini janda yang kau maksud itu mas?" Tanya teman Mawarto yang juga ikut menatap lapar tubuh Maya.


"Bagaimana menurut mu?" Mawarto tersenyum bangga melihat pada teman disebelahnya.


"Apakah sudah bisa kita mulai?" Dia melirik Mawarto dengan senyuman seringainya.

__ADS_1


"Jadi kesepakatan kita deal?"


"Deal..."


Teman Mawarto mengeluarkan sesuatu daei sakunya. Kemudian ia meminumkan pada mulut Maya.


"Apa itu?" Tanya Mawarto heran melihat temannya.


"Aku tak suka jika bercinta dengan patung. Kau bisa lihat sendiri nanti mas, dia akan menggila pada mu... ahahaha"


Mawarto merasa tak sabar dengan efek obat yang diberikan temannya. Dengan cepat ia mulai membuka baju Maya.


"Jangan, biarkan dia yang membukanya sendiri. Ia takan tahan dengan adanya dua pria dikamar ini. Tapi apakah tempat ini aman mas? Nanti jika ada pengunjung bagaimana?" Dia juga mencemaskan hal ini.


"Kau tenang saja.. aku sudah menyuruh orang ku untuk menutup tempat ini. Mereka akan berjaga. Lakukanlah sesuka mu... ahahhaha" ucapnya memastikan.


"Kenapa lama sekali?"


Tanya Mawarto mulai tak sabar. Sementara senjata milik nya sudah menegang menunggu serangan musuh.


"Obat biusnya sebentar lagi hilang, pasti obat ini sudah bereaksi.. kau tak sabar sekali mas... pantas mbak ku lelah melayani mu.. ahahha"


Ucap teman Mawarto yang ternyata adalah adik istrinya. Mereka sama sama bejat.

__ADS_1


Maya terlihat mulai bergerak, ia membuka kedua matanya. Melihat dua orang pria tengah berdiri melihatnya.


"Kurang ajar kalian... keluar dari sini..."


Maya memegang kepalanya yang masih terasa pusing. Kedua orang itu saling melihat dan tertawa kearahnya.


Tubuhku terasa sangat panas.. apa ini.. semua terasa terbakar. Aku ingin sekali... bercin...ta? Apa yang mereka berikan pada ku?


Panas... panas... aku sangat gerah...


Tangan Maya membuka sendiri bajunya. Walaupun bertentangan dengan hatinya. Air matanya terus mengalir menyaksikan apa yang tubuhnya perbuat. Ia menelanjangi tubuhnya sendiri.


Ia mulai menggeliat mere..mas sendiri buah dadanya sambil mendekati teman Mawarto yang kelihatan masih muda. Pelan ia merangkul pundak lelaki itu mulai menciumi nya. Pria itu membalas sentuhan cinta yang Maya berikan.


Mawarto ternganga melihat Maya bertingkah agresif pada Tono adik istrinya yang ia bawa. Walaupun sedikit cemburu Mawarto menikmati adegan panas didepannya. Membuat ia banyak menelan salivanya.


"Kau lihat sendiri mas... dia benar benar liar.."


Tono mere..mas buah dada milik Maya. Sehingga suara Desa..han kecil keluar dari mulut Maya yang membelakangi nya. Maya sudah sangat berhasrat. Ia tak bisa lagi melawan efek obat yang mereka berikan.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2