
Malam ini terasa sangat dingin. Lana dan Maya tanpa persiapan untuk membawa pakaian tebal mereka. Tapi suasana direstoran diruangan khusu membuat tubuh mereka hangat sambil menyantap makanan.
Dreet..
Dreet...
Maya mengangkat ponselnya. Tertera nama Laura disana.
"Ya dek?" Sapa Maya saat mendengar Laura menyapanya.
"Tubuh Obi panas Mbak, sejak tadi ia nangis terus. Aku bingung mbak. Sekarang ia digendong ibu... Tapi masih nangis." Terdengar suara Laura yang panik dari seberang ponsel.
"Laura, mbak akan kirim seseorang membawakan obat untuk Obi. Mbak janji hanya kali ini ya sayang .. kita sudah bertemu dengan pembunuh Billy. Dan saat ini mbak dengan mas Pram juga. Disini juga ada Ray dan Lana." Jelas Maya memberitahu Laura.
"Jadi mas Pram sudah mengetahui nya mbak?" Tanya Laura merasa bersalah karna ikut membohongi kakaknya.
"Tak masalah lagi sayang... Mas Pram bahkan langsung bertemu dengan pelakunya. Saat ini kami akan melihatnya kerumah sakit. Ia menabrak mobil patroli polisi saat mencoba melarikan diri." Imbuh Maya lagi. Meyakinkan Laura.
"Syukurlah mbak... Aku akan bantu menenangkan Obi dulu." Jawab Laura memberikan ketenangan pada Maya.
"Terimakasih ya dek... Saat ini mbak sangat butuh bantuan mu..." Maya tersenyum.
"Kita keluarga mbak... Bukan orang lain." Jawab Laura dibalik telepon.
Dan panggilan telepon mereka terputus. Maya langsung minta tolong pada Trisno yang saat ini sedang menunggu Mulyani di butiknya.
Berkat Pramana yang bicara pada Trisno. Orang kepercayaan nya itu langsung meluncur dan menjalankan tugasnya.
__ADS_1
"Semoga Obi reda kembali .." gumam Maya yang terlihat cemas.
"Tenanglah... Habiskan makanan mu sayang." Pramana mengelus lengan Maya, untuk memberikan kekuatan.
"Semoga tak terjadi apa apa pada Obi mas .." Balas Maya.
"Makanlah .. kasihan sikembar dalam perutmu." Pramana memegang perut Maya yang masih datar.
*Kau hamil Maya?" Tanya Lana dengan sumringah. Maya mengangguk senang.
"Selamat ya buat kalian berdua. Kami jadi ketinggalan nih .." kode Lana menunjuk Ray dengan mulutnya.
"Tenanglah... Malam ini kuta buat... " Ray menjawab ledekan Lana sambil terus menyantap makanannya.
"Semoga kau selaku sehat Maya. Dan aku doakan anak kalian kembar." Lana menggenggam tangan Maya dan kembali menyantap makanan nya.
Saat ini mobil mereka melaju kerumah sakit. Dan Ray melihat Bayu yang sedang bicara dengan seseorang dihalaman rumah sakit.
Buru buru mereka turun dari mobil, kemudian langsung menghampiri Bayu.
"Bayu, bagaimana keadaan wanita itu?" Tanya Pramana malas menyebut nama Raisa.
"Dia koma. Dan memerlukan banyak darah golongan O." Jawab Bayu sambil berjalan masuk kedalam rumah sakit.
"Siapa dia?" Tanya Ray memperhatikan lelaki yang bicara dengan Bayu tadi sedang menelepon.
"Tetangga kami di kontrakan. Aku minta bantuan mencari 5 kantong darah untuk Raisa." Jawab Bayu.
__ADS_1
"Kenapa dia tak mati saja..." Gumam Pramana dengan kesal.
"Belum takdirnya Tuan... Dia akan selamat untuk bertobat." Sarkas Bayu kesal menatap pada Pramana.
"Semua orang punya masa lalu yang kelam. Dan bukan hak manusia untuk menghalangi seseorang yang ingin berbuat baik. Tuhan masih memberikan kesempatan pada Raisa untuk bertobat.
Dan apapun yang dilakukan Raisa pada anda dimasa lalu .. walaupun anda membalasnya sekarang... Itu takan membuat putra kalian kembali lagi. Semua sudah kehendak yang kuasa.
Kuharap kalian dapat memaafkan Raisa.
Anggap ini azab yang telah Tuhan berikan padanya." Jelas Bayi panjang lebar menatap Pramana dan Maya.
"Kau tak mengenal Raisa Bayu.... Kau belum mengenalnya... Percuma bicara dengan mu."
Pramana berjalan meninggalkan mereka, untuk menyaksikan bagaimana Raisa menderita dalam kecelakaan yang ia lakukan tadi.
"Tenanglah kawan... Jika kau tau apa yang dilakukan wanita ular itu... Kau takan mau membantu nya. Berkali kali kesempatan tobat yang diberikan Tuhan padanya... Tapi itu tak mempengaruhi sikap dan tingkah lakunya.
Percayalah dengan ku... Kami sudah saling mengenal sangat lama kawan... Kau hanya sebaai alat baginya..." Bantu Ray menjelaskan ucapan Pramana yang terpotong tadi.
Sehingga pria itu terdiam. Ia melihat Lana dan May juga ikut meninggalkannya.
.
.
.
__ADS_1
Terimakasih Dukungan nya bebs ...