
Ruri yang buru buru keluar dari ruangan itu dihentikan oleh suara wanita yang terus teriak mencacinya.
Pramana yang kebetulan lewat karna mengambil ponselnya yang tertinggal di ruangan nya pun ikut menoleh, karna mendengar suara ribut dibagian ruangan karyawan.
Ia mendekati ruangan itu. Melihat dari luar jendela saat seorang wanita yang sudah berumur memarahi seorang karyawan muda yang berdiri tak jauh dari sana.
Tanpa perhitungan Pramana masuk kedalam ruangan itu. Semua perhatian karyawan disana teralihkan karna kehadiran direktur mereka.
"Ada apa ini?"
Wanita yang masih mencaci Ruri langsung menghentikan mulutnya.
"Siapa yang bertengkar. Berdiri dihadapan saya!" Tegas Pramana.
Dengan langkah gugup Ruri dan wanita itu berjalan kearah Pramana dan berhenti dihadapan nya.
"Jelaskan ..!"
"Saya hanya memberitahu pak... Kalau bekerja jangan bicara... Mengganggu yang lain." Jelas wanita itu dengan senyuman manis andalannya.
"Siapa nama mu?" Tanya Pramana pada wanita tadi.
"Saya Ratih pak .." jawab nya senang karna merasa tak salah.
"Apa jabatan kamu disini?" Tambah Pramana lagi.
__ADS_1
"Saya karyawan biasa pak." Jawab wanita yang bernama Ratih tadi.
"Sudah lama kamu bekerja disini?" Imbuh Pramana lagi.
"Sudah 7 tahun pak .." ia tak lagi tersenyum.
Aneh... Wanita ini susah 7 tahun bekerja tapi tetap saja sebagai karyawan biasa. Nanti aku akan hubungi Syukro.
"Dan kau... Jelaskan tentang mu.!" Pramana melihat kearah Ruri. Ingin mendengar penjelasan gadis itu.
"Maaf pak karna membuat keributan dikantor ini. Saya Ruri.. karyawan biasa disini. Baru bekerja 6 bulan disini pak. Tadi saya dan teman saya hanya memuji istri dan ibu bapak yang terlihat saling menyayangi. Saya dan teman saya Sari juga ikut senang melihatnya.
Ibuk Ratih tiba tiba datang langsung memarahi kami. Padahal pekerjaan kami sudah selesai. Dan hampir memasuki waktu istirahat. Dan bapak bisa tau sendiri setelahnya..." Jelas Ruri dengan tenang.
"Bohong pak, dia tadi menjelek jelekan keluarga bapak. Makanya saya marah. Dia juga bilang udah bosan kerja disini karna Ga boleh ngomong. Ingin bekerja ditempat yang bisa bicara. Gitu pak." Ratih tak mau kalah menjelekan Ruri.
"Ruri... Panggil teman kamu. Saya mau mendengar versinya." Perintah Pramana. Dan gadis itu langsung mendekati Pramana.
"Saya Sari pak, teman Ruri yang bicara tadi." Sari langsung memperkenalkan dirinya pada Pramana.
Waaah .. ganteng banget bos ku... Ya Tuhan... (batin Sari)
"Jelaskan..."
Pungkas Pramana memangku kedua tangannya. Bahkan Maya yang menyusul suaminya ikut masuk kedalam ruangan itu bersama Syukro.
__ADS_1
"Ada apa mas?"
Tanya Maya sambil berbisik. Pramana hanya meletakan tangan di bibirnya. Memberi kode Maya untuk sama sama mendengar penjelasan karyawan mereka yang bernama Sari itu bicara.
"Apa yang dikatakan Ruri benar pak.." jawab Sari pendek.
"Syukro... Kamu tau tugas mu sekarang.
Dan kalian berdua.. ikut saya keluar. Dan yang lain silahkan istirahat. Jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi."
Pramana langsung meninggalkan tempat itu bersama Maya. Sementara Ruri dan Sari mengikuti mereka dari belakang.
Syukro memanggil Ratih keruangan nya. Karna jika Pramana sudah berkata demikian, ia tak menginginkan karyawan itu bekerja di perusahaannya.
"Kalian berdua, pergilah kelantai tiga. Dan temui Trisno di butik Maya. Nanti saya dan istri saya akan ke sana" titah Pramana pada kedua gadis itu.
"Ada apa mas?" Tanya Maya penasaran.
"Kau pasti membutuhkan karyawan untuk membantu mu di butik. Aku pekerjakan mereka berdua menemani Mulyani. Tadi sempat terjadi kisruh dengan wanita yang bernama Ratih. Mereka juga masih muda. Tentu lebih giat membantu mu disana. Bagaimana sayang?"
Jelas Pramana pada istrinya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung