
"Hei... Kau lihat wanita itu? Yang sedang menggendong bayi..."
Beberapa orang dalam mobil sedan hitam melihat Maya dari arah yang berlawanan. Ia segera menelpon seseorang untuk memastikan.
Sedang beberapa temannya berjalan kehadapan Maya setelah menepikan mobil mereka.
"Siapa kalian?"
Teriak Maya yang mulai trauma dengan beberapa orang berpakaian hitam. Ia memeluk erat bayinya. Berjalan mundur dan bersiap siap untuk lari.
"Maya... Sayang .."
Terdengar Suara memanggil namanya dari ponsel yang diperlihatkan oleh salah satu dari mereka.
Maya melihat Pramana yang menangis setelah melihat wajahnya.
"Mas... Pram .." lirih Maya terisak.
"Ikutlah dengan mereka Maya... Aku akan segera menyusulmu.." jawab Pramana.
"Aku akan membawa Billy ke rumah sakit mas... Anak kita.."
Maya memperlihatkan wajah bayi Billy yang sedang tertidur.
"Maafkan aku Maya... Anak ku... Tunggu papa nak...
Pergilah segera .. aku akan segera kesana."
Nampak Pramana yang terburu buru masuk kedalam mobil didalam panggilan video call.
Maya masuk kedalam mobil anak buah Pramana. Setelah duduk dimobil, mereka membiarkan Maya memegang ponselnya yang masih tersambung dengan Pramana.
"Mas... "
__ADS_1
Maya terisak menangis, ia tak percaya jika ia bisa melihat suaminya lagi. Ia mengarahkan kamera pada bayi Billy. Nampak Pramana yang sejak tadi menangis memanggil putra mereka.
Maya langsung membawa putranya ke Dokter Anak. Para perawat terkejut dengan melihat kondisi Maya dan anaknya.
Karna mereka tau siapa Maya. Ia seorang istri dari pengusaha sukses Pramana Dewanto.
"Tolong anakku... Tolong anakku..."
Maya menangis meletakan putranya diatas tempat tidur perawatan.
"Apa yang terjadi dengan anda Nyonya Maya?"
Salah satu Dokter yang mengenalnya bertanya pada Maya. Maya menceritakan semua kisahnya.
Banyak diantara perawat dan Dokter yang mendengarnya kisah Maya diculik ikut merasakan sedih dan meneteskan air mata.
"Maya..."
Terdengar suara Pramana memanggilnya. Maya menoleh kearah Pramana yang berlari menghampirinya.
Ia menangis dipelukan suaminya. Begitupun air mata mereka yang tak tertahan lagi.
Pramana memperhatikan istrinya yang sangat menderita.
"Dokter tolong periksa Istriku... Ia pasti kesulitan saat melakukan persalinan seorang diri... Berikan kamar dan perawatan terbaik untuk istri saya. Dan juga periksa keadaan putra saya."
Ucapan Pramana ditanggapi dengan cepat oleh tim Medis. Bergegas mereka membawa Bayi Billy untuk dibersihkan. Beruntung ini masih siang.
Tim medis melakukan pemeriksaan intens pada bayi Billy. Juga pada Maya.
Beberapa jam setelah nya. Bayi Billy dibawa ke ruangan perawatan, yang bersebelahan dengan Maya. Supaya mereka bisa setiap saat melihat anaknya yang berada didalam inkubator.
"Apa kau tau sayang? Siapa yang telah memculik mu?"
__ADS_1
Pramana duduk disamping Maya sambil terus memeluknya.
"Tidak mas... Tapi aku dengar ia seorang wanita. Karna anak buahnya selalu bilang kalau bos mereka sangat cantik... Mirip dengan jihan fahira."
Jelas Maya yang merasakan lagi kedamaian nya didalam dekapan suaminya.
"Jihan fahira? Jadi itu Raisa .." gumam Pramana.
Apa lagi yang akan dia lakukan sekarang. Dasar wanita sialan. Aku akan membalas mu.
"Apa kau kenal mas?"
Tanya Maya mendongak kearah Pramana.
"Dia Raisa... Wanita yang pernah aku ceritakan padamu." Jawab Pramana.
"Memang pelakor tak punya hati." Maya terlihat geram mendengar nama itu.
"Sayang... Aku akan sembunyikan dulu kepulangan mu. Kita akan menyusun strategi untuk membuat Raisa kapok dan dipenjara. Jika sesuatu terjadi pada kau dan anak kita. Maka aku takan mengampuninya."
Pramana berapi api membayangkan apa yang telah ia lakukan pada Maya dan putranya.
.
.
.
Bersambung
Maaf kan othor... pembaca setiakuh...
beberapa hari ini, othor merasa kelelahan.
__ADS_1
Untuk hari ini 2 bab untuk kalian.
salam cintooh...