ROMAYA

ROMAYA
Sebuah ide


__ADS_3

Malam ini hanya tinggal Maya dan keluarganya. Setelah acara pengajian selesai, Ray dan Lana pamit untuk pulang.


"Mbak... Tidurlah... Sudah larut." Ajak Romi pada Maya.


Maya masih terpaku dalam pikirannya. Sehelai baju Billy masih berada dalam genggamannya.


Air mata yang terus menetes tak lagi terasa diwajahnya. Maya berulang kali menghela nafas lalu membuangnya.


Sesekali menatap baju berwarna biru kepunyaan Billy. Memeluknya lalu menciumnya. Ia tak mengacuhkan keadaan sekitar.


"Mbak... Ini sudah pukul 11 malam... Mbak butuh istrirahat juga."


Romi memegang bahu Maya agar kakaknya menyadari ucapannya.


"Dia pasti kedinginan... " Hanya ujaran kesedihan lagi terucap dibibir Maya.


Romi menatap Mona sejenak. Dia melihat Mona yang sedang menahan tangisnya.


"Apa kita carikan anak seusia Billy mas?" Bisik Mona tak terdengar oleh Maya.


"Kita bicarakan dikamar nanti... Untuk saat ini kita temani mbak Maya kedalam kamarnya."


Romi membantu Maya berdiri. Ia tak menolak, hanya mengikuti kemana Romi dan Mona membawanya.


"Romi... Aku akan temani mbak Maya... Kalian istirahatlah .."


Laura tiba tiba datang dihadapan mereka. Dan mengambil alih Maya. Romi melihat Laura juga tulus menyayangi Maya sebagai kakaknya.


Ia masih penasaran dengan apa yang akan dilakukan Laura. Melihat gadis itu sepertinya kesulitan mengurus Maya. Mona langsung datang membantunya. Kedua nya saling tersenyum.


"Untuk sementara, aku akan memberikan mbak Maya pil tidur. Hanya ini satu satu nya cara agar ia segera tertidur. Itu akan membuat nya merasa fresh besok pagi..." Jelas Laura mengambil sebuah pil dan meminumkan nya pada Maya.

__ADS_1


Maya masih tak menolak tindakan iparnya. Ia menuruti semua. Tetap dengan pandangan kosong kedepan. Pakaian Billy masih ia peluk dengan erat.


Mona membantu merebahkan tubuh Maya dan menyelimutinya. Terlihat kedua matanya terpejam dan Maya telah larut dalam mimpinya.


"Sampai berapa ini akan bertahan?" Tanya Mona penasaran.


"Sampai jam 6 pagi, aku sudah konsultasi dengan dokter ditelepon." Jawab Laura tenang.


Mereka melihat Maya telah terlelap. Mona berjalan keluar kamar Maya. Tapi berbalik kearah Laura.


"Kau akan menemani mbak Maya bukan?" Tanya nya memastikan.


"Tentu saja... Kalian istirahatlah.." jawab Laura mantap.


"Terimakasih Laura..."


Romi tersenyum ramah melihat ketulusan Laura menjaga kakaknya. Ia mengajak Mona untuk masuk kekamarnya yang berada disebelah kamar Linda.


Ia mengganti baju dengan baju yang dipilihkan Mona. Kemudian melihat Gilang terlelap diatas ranjang. Ia mendekati anaknya dan memeluk dengan penuh kasih sayang.


"Mulai sekarang, lebih perhatian lah pada Gilang. Aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya."


Kata Romi melihat Mona yang sedang berganti pakaian.


"Kita akan jaga Gilang dengan sepenuh hati, karna dia anugrah yang diberikan Tuhan pada kita."


Mona menyusul Romi naik keatas ranjang. Dia memeluk putra mereka yang tertidur diantara Romi dan Mona.


"Bagaimana kalau kita bicarakan dengan mas Ray? Dari pada kita gegabah mas..." Usul Mona dengan serius.


"Besok akan aku temui mas Ray. Memang tak semirip dengan Billy. Tapi kita akan menjadikannya Billy bagi mbak Maya dan mas Pram. Kita juga harus minta persetujuan dari ibu Linda sayang..." Romi menerawang jauh.

__ADS_1


"Baiklah mas, kita bicarakan besok saja. Sebaiknya panggil saja mas Ray kesini, agar kita bisa berdiskusi dengan ibu dan juga Laura. Bagaimana?" Ide Mona yang mendapat anggukan dari Romi.


"Baiklah... Sekarang ayo kita tidur, ini sudah larut." Ajak Romi mengecup kening Mona.


"Mas...." Panggil Mona dengan pelan.


"Apa ..?" Romi yang sudah memejamkan matanya kembali menoleh pada Mona.


"Aku tau ini bukan waktu yang tepat. Aku berencana memberitahumu saat dipesta ulang tahun nya Billy.." Romi menjadi penasaran dengan penuturan Mona.


"Ada apa? Apakah ini hal yang penting?" Tanya Romi mengerutkan keningnya.


"Aku sudah telat 2 bulan..." Jawab Mona lirih.


Mata Romi berbinar memandang Mona. Ia langsung merengkuh kepala Mona untuk mengecup keningnya lagi.


"Gilang akan punya adik ya?" Tanya Romi senang.


"Iya... Dan kehamilan ku sudah 11 minggu lebih." Jelas Mona senang.


"Aku sangat bahagia mendengar kabar ini sayang... Terimakasih telah memberikan ku lagi buah hati kita... Aku mencintaimu Mona.."


"Aku juga mencintaimu mas .."


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2