ROMAYA

ROMAYA
Pelakor itu akan merebutmu...


__ADS_3

"Apa yang mau kau sampaikan mas? Aku benar benar penasaran."


Maya menatap Pramana yang sejak tadi mengutarakan maksud ucapannya diponsel.


"Kau masih ingat penelepon misterius itu?"


Maya mengangguk , ia serius mempertajam pendengaran nya mengenai hal penting yang akan disampaikan suaminya.


"Dia benar Raisa..." Pramana menyandarkan punggungnya kebelakang.


"Raisa? Siapa Raisa?" Maya sangat penasaran.


"Dia mantan pacar ku. Tapi itu sudah lama sekali. Sekitar empat tahun silam." Pramana mencoba berhati hati menyusun tiap kata dalam kalimatnya.


"Mantan pacar? Lalu... Kenapa dia kembali? Maksud ku... Kembali menghubungi mu lagi?"


Perasaan hati Maya langsung berubah, dia berpikir jika wanita yang bernama Raisa itu akan sangat ingin memiliki Pramana suaminya.


Raut wajahnya telah membuat Pramana paham tentang keadaan hati Maya saat ini.


"Sayang .. aku juga diberitahu oleh Ray.


Dia bilang... Raisa kekantornya, dan bilang bahwa ia ingin memiliki ku lagi.


Ray juga sudah mewanti wantinya agar tak melakukan itu. Sebab dia tau aku sangat mencintai mu...


Maka dari itu... Ray menyuruh kita berhati hati.. dan menceritakan ini pada mu... Agar tak ada salah paham antara kita.." jelas Pramana panjang kali lebar.


Walaupun hati nya sedikit terobati dengan cerita selanjutnya. Tak bisa dipungkiri Maya menahan amarah saat ini.


"Aku tau wanita bertipe seperti itu, dia akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkan mu lagi..."


Maya meneguk air putih didepannya. Pramana memandang istrinya yang terlihat marah.

__ADS_1


"Dan... Aku juga akan melakukan segala macam cara untuk mempertahankan rumah tangga ku. Khusus nya suamiku .."


Semangat Maya menggebu gebu. Pramana langsung berdiri dan duduk disampingnya.


"Kau ingat dengan Lana? Dan apa yang telah ia perbuat padaku? Aku akan memastikan sayang .. semua cara nya takan mempan lagi bagiku.


Karna kau melebihi dari mereka...


Dan aku begitu sangat mencintaimu...


Percayalah..."


Pramana merangkul Maya dalam pelukannya. Banyak pengunjung disana yang melirik mereka. Bahkan memegang pipi mereka sendiri karna merasa melayang dengan tingkah seorang Pria tampan seperti Pramana yang tengah memberikan ketenangan bagi wanita cantik disebelahnya.


"Aku ingin pulang..."


"Tapi ini masih pukul 2 sayang..." Pramana membelai rambut Maya.


Mereka berjalan menuju Butik Maya yang sudah mulai terkenal dimall itu.


Maya terlihat tak bersemangat semenjak mendengar cerita Pramana. Ia menggandeng tangan Pramana seakan tak ingin dilepaskannya.


Pramana hanya tersenyum tipis melihat tingkah konyol istrinya. Bahkan Maya tak menyahuti para security dan karyawan nya menyapa mereka.


"Sebaiknya kau istirahat sebentar... Tunggu aku disini. Hanya sebentar..."


Pramana menyelimuti tubuh Maya setelah berbaring di ruang pribadinya yang berada dalam kantor Maya.


"Mas... Temani aku..."


Aku tak ingin berpisah barang sedetik dengan mu mas... Aku takut... Pelakor itu akan merebutmu..


"Sayang .."

__ADS_1


"Ku mohon..."


Bisa saja wajah nya lebih cantik dari ku.


Dan ia lihai menggoda suamiku...


Dia hanya lelaki biasa... Yang gampang tergoda apalagi yang menggoda seorang wanita...


"Baiklah.. aku akan menghubungi Trisno sebentar."


Maya mengangguk, ia melihat Pramana yang sedang bicara dengan sekretarisnya Trisno. Kemudian kembali duduk disamping Maya.


"Trisno akan kemari membawakan berkas yang harus kupelajari untuk persentase diperusahaan terbesar di indonesia. Semoga kita bisa mendapatkan kontraknya."


Jelas Pramana tersenyum melihat Maya yang masih memandanginya. Maya seakan enggan memalingkan tatapan nya dari wajah Pramana.


Kemungkinan terburuk selalu muncul dikepalanya.


Dan tak mungkin itu akan terjadi...


Aku akan berdiri didepan menunggu pelakor itu datang saat merebut suamiku...


Perlahan penglihatan Maya kabur dan ia terjatuh kesamping tempat tidur.


"Maya...."


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2