
"Aku hanya ingin tau saja mbak, atas dasar apa Romi melakukan itu?"
Maya masih terdiam ia berjibaku dengan situasi nya saat ini. Akan kah ia akan jujur pada Mona. Tapi hal itu sangat menyakitkan untuk kembali diingat.
"Mona, Romi melakukannya karna aku.."
"Apa maksud mbak? Ceritakan dengan jelas."
Mona menanti ucapan keluar dari mulut Maya. Ia melihat wanita itu sangat sedih sekarang. Beberapa Maya menghela nafas dan membuangnya kasar.
Maya berdiri daei duduknya. Ia melihat gadis manis seperti Mona sedang menunggunya bicara. Sebuah penjelasan untuk masalah ini.
"Mona... kau tau Tono?" Mona mengangguk.
"Dia paman ku.."
"Tono dan ayah mu telah menggagahi ku dikedai bakso ku jam delapan malam. Sehari sebelum kematian ayah mu."
Tangisan Maya pecah. Ia terduduk disebuah kursi kayu dikamar nya. Untuk sesaat hanya itu yang dapat ia katakan. Maya berusaha menenangkan perasaannya.
"Apa mbak? Mereka..." Mona sangat merasa merasa bersalah atas kelakuan ayah dan pamannya.
"Dan karna itu Romi membalas perbuatan mereka."
__ADS_1
"Ya... Romi sendiri diikat dan dikeroyok saat akan masuk kekedai bakso ku. Paman dan ayah mu secara bergantian memperkosa ku Mona. Memang aku seorang janda yang kerap kali dipandang enteng oleh lelaki hidung belang seperti ayah dan pamanmu.
Tapi aku masih menjunjung tinggi kehormatan ku sebagai wanita. Dengan sengaja ayahmu melecehkan ku hingga dua kali. Pertama ayah mu memberiku obat tidur dan dimalam itu ia mengajak Tono untuk bergilir menjamah ku dengan memberikanku obat perangsang."
Mona tak sengaja meneteskan air matanya mengingat kejadian yang telah menimpa Maya. Ia sangat merasa bersalah dengan apa yang telah dilakukan ayah.
Pantas saja Romi melakukan itu. Kakak perempuannya telah dinodai oleh ayah dan paman ku sendiri. Dan dia juga melakukannya pada ku...
Jadi.. kedatangan nya malam itu semata mata hanya untuk membalas dendam..
"Mbak.. maafkan aku.. maaf kan kesalahan ayahku."
Mona mendekati Maya dan memeluknya. Ia menyesali dengan apa yang telah terjadi. Ayahnya yang tak pernah berubah semenjak ia kecil. Bahkan setelah kematian dua orang kakaknya karna narkoba tak membuat ayah nya jera.
"Mona.. ku mohon jangan bongkar rahasia ini. Hidup Romi akan hancur Mona. Ia melakukannya karna ia sangat menyayangiku. Ia melihat sendiri bagaimana kejamnya perlakuan ayah dan pamanmu. Ku mohon Mona..."
Belum selesai Mona berkata seseorang telah membuka pintu kamar Maya dengan tatapan yang tajam.
"Aku yang akan melaporkan prilaku adikmu Maya. Kalian pembunuh... "
"Bunda... "
Mona mengejar ibunya yang dari tadi mengikuti Mona sampai kerumah Maya.
__ADS_1
"Ada apa ini Maya?"
Ibu Maya melihat keadaan putrinya yang sedang menangis tersedu sedu tersandar didinding. Dan memeluknya.
Maya merasa telah hancur, ia sangat merasa bersalah. Karna dirinya kini hidup Romi telah rusak. Ia tak kuat lagi menahan semuanya.
"Maya..." ibunya sedikit membentak Maya.
"Ibu... semua baik baik saja..."
Maya tetap tidak bercerita dengan ibunya yang sakit sakitan. Bisa bisa ibunya drop mengetahui masalah pelik ini.
Sementara itu Mona berusaha mendekati ibunya. Ia menghentikan langkah kaki nya karna putrinya telah menutupi perihal kematian suaminya.
"Bunda... dengarkan aku. Ini tak sepenuh nya salah mereka. Ayah lah yang bersalah! Bukankah bunda mendengar sendiri?"
Mona berusaha menenangkan hati bundanya. Namun semua sia sia. Ketika melihat kedatangan Romi. Istri Mawarto menjadi murka penuh amarah ia mendekati Romi.
"Kau pembunuh... !! Aku takan membiarkan kau hidup tenang Romi. Pembunuh!!"
.
.
__ADS_1
.
Bersambung