ROMAYA

ROMAYA
Kejutan lagi... dan lagi


__ADS_3

"Apa kalian yang disuruh Tuan Pramana menemui saya?"


Ruri dan Sari langsung berdiri setelah disapa Trisno.


Meleleh aku maaaak.. ganteng bangeeet... (Batin Ruri)


Sari menyenggol Ruri yang tak menyahuti pertanyaan Trisno. Karna mengagumi ketampanan Trisno yang tak kalah dari Pramana.


"Eh.. i iya .. pak... Kami orangnya." Akhirnya Ruri tersadar dari lamunan nya.


"Ayo ikut saya..."


Ketiga gadis belia tersebut berjalan dibelakang Trisno.


Mimpi apa aku semalam dikawal gadis belia yang cantik cantik. Apakah ada salah seorang dari mereka yang mau jadi pendamping ku ..


Trisno tersenyum senyum sendiri berjalan didepan mereka. Dan langsung masuk kedalam restoran siap saji.


"Kalian duduk lah..."


Trisno berjalan kedepan langsung memesan makanan. Dan kembali duduk diantara tiga gadis belia tersebut.


"Kalian sudah saling berkenalan belum?" Ujar Trisno memecah keheningan.


"Belum pak.." jawan Ruri, Mul dan Sari kompak.


"Aku lihat kalian sepertinya sebaya. Kenalkan ini Mulyani. Orang kepercayaan nya Nyonya Maya." Imbuh Trisno lagi memperkenalkan Mulyani.


"Saya Ruri mbak Mul. Dan ini Sari teman saya."


"Salam kenal Ruri dan Sari. Jangan panggil mbak ya. Saya baru 18 tahun." Jawab Mul malu malu.

__ADS_1


"Iya... Saya juga. . Kalau Ruri udah 20 tahun. Tapi ga apa kan ga panggil mbak sama kamu Ri?" Tambah Sari.


"Ya ga apa apa Sar... Santai aja .."


Mereka berhenti bicara saat makanan yang dipesan Trisno datang. Meskipun malu malu para gadis itu pun makan dengan lahapnya.


Trisno melirik ketiga gadis didepannya secara bergantian. Dan saat melirik Mul gadis itu langsung tersenyum padanya.


"Ada apa mas?"


Tanya Mulyani menatap Trisno dan pria itu langsung menggeleng dan memalingkan pandangannya.


Mereka benar benar keturunan bidadari...


Tapi Mulyani lebih baik dan sopan. Mungkin dia terbiasa didesa. Tapi Ruri sejak tadi melirik ku. Apa dia punya.... Hmmm.. alaaah .. Tris Tris... Pikiran mu jangan seperti ini. Jika memang jodoh takan kemana. Apalagi disini ada banyak pilihan.


Trisno kembali melirik mereka secara diam diam. Walaupun Ruri menyadari nya tapi ia berusaha pura pura tidak tau.


...****...


Ia melihat Pramana sedang menanda tangani banyak berkas yang diberikan Trisno.


"Mas... Aku ke butik dulu ya. Kasihan mereka bertiga disana."


Pramana berjalan kearah Maya. Diikuti Trisno yang langsung berjalan keluar dari ruangan nya. Karna merasa sudah tak ada yang patut ia bahas disini dengan Pramana.


"Nanti dulu sayang... Sekarang aku mau mengajak mu kesuatu tempat."


Ucap Pramana sambil memakai jas dan mengambil ponselnya diatas meja.


"Kemana mas?" Tanya Maya penasaran.

__ADS_1


"Kamu lihat saja nanti"


"Jangan membuat ku penasaran mas .. nanti mas ga aku kasih ja..."


Pramana langsung melu...mat bibir Maya yang dari tadi dibiarkan Pramana. Dan ia sungguh tak bisa lagi menahannya.


"Mas... Ini kantor mu..." Maya segera melepaskan tautan mereka.


"Makanya jangan banyak bertanya. Ayo .."


Pramana langsung menarik Maya keluar ruangannya setelah menyapu bibirnya dengan tisu.


"Mas .. hari ini aku sangat senang sekali. Terimakasih sudah memberiku banyak kejutan."


Ucap Maya sambil menggandeng tangan suaminya masuk kedalam lift. Pramana kembali menatap istrinya dan mengelus lengan Maya yang ia rangkul.


"Sudah kewajiban ku sebagai seorang suami


sayang... Selama aku mampu." Jawab Pramana merendah.


"Tapi.. aku tak tau ternyata suamiku sangat baik, tampan dan juga kaya..." Maya menahan senyumnya menunggu reaksi Pramana.


"Jika aku tidak kaya, apa kau masih mau menerima ku?" Tanya Pramana menggoda Maya.


"Aku sudah melakukannya bukan?"


"Benar .. aku lupa..." Pramana menyentil hidung Maya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2