
"Bagaimana kalian tak dapat menemukan istri ku yang sedang hamil? Ia bahkan hampir melahirkan. Ini sudah hari ke 10 ia diculik."
Pramana terlihat sedang marah pada beberapa orang profesional yang ia suruh untuk mencari Maya.
"Benar bos.. kami Bahkan telah menghubungi teman teman satu profesi. Mereka tak pernah melihat istri bos dalam foto ini."
Jelas salah satunya. Pramana terlihat sangat frustasi. Saat ini ia terlihat tak terurus. Pakaian nya selalu terlihat berantakan.
Semangat nya hilang dibawa musibah yang telah menimpanya. Bahkan Linda masih dalam keadaan koma.
"Aku tidak mau tau! Kalian semua harus mendapatkan istriku 24 jam daei sekarang jika tidak aku akan membunuh kalian semuanya."
Pramana benar benar stress atas penculikan Maya. Ia telah membiarkan dua nyawa terpentingnya terkena dampak yang fatal.
Seharusnya aku telepon ambulans untuk membantu ibu dan pergi menyelamatkan Maya dengan mengikuti mobil itu. Aku sangat bodoh!!
Pramana merutuki dirinya sendiri, sesekali ia meraup wajahnya kasar.
Sungguh tak pernah ia menyangka akan terlibat penculikan seperti ini. Dan korbannya adalah istrinya sendiri.
Pramana mengambil ponselnya yang berdering. Melihat nama Raisa disana. Lalu ia meletakan nya kembali. Dan masuk kedalam kamar mandi. Mengguyur badannya dengan air. Lalu keluar dan berpakaian.
Ia berdiri di depan jendela kamarnya dan menatap keluar.
Maya... Apa yang telah mereka lakukan padamu sayang? Aku harus mencari kemana?
Beri aku petunjuk Tuhan .. istri dan anak ku dalam bahaya..
__ADS_1
Air mata Pramana menetes hingga jatuh kelantai. Mata nya memerah. Ia memukul kepalanya sendiri.
Membayangkan hak hal buruk yang akan terjadi pada Maya.
Ditempat yang berbeda, Maya menangis karna setelah melahirkan ia hanya makan sekali sehari. Dan pakaian yang dikenakannya pun sudah kotor.
Sedangkan bayinya masih mengenakan pakaian yang ia kenakan sejak lahir. Bayi lelaki tampan yang ia beri nama Billy putra Dewanto.
Maya memandikan nya juga dengan air dingin. Air mata ibu muda tersebut tak tertahan setiap harinya. Ia tak menyangka Billy akan dihadapkan dengan kejadian ini setelah hadir didunia.
Billy tak mengenakan pakaian selayak nya bayi yang baru lahir. Tanpa selimut Maya selalu memeluknya saat tidur.
"Sayang ... Mama berjanji. Setelah kita keluar dari tempat ini. Mama akan berikan kamu perawatan fan pakaian yang layak sayang .. Papa kamu pasti akan menemukan kita."
Maya memeluk Billy memberikan kehangatan bagi bayinya yang masih berumur 1 minggu.
Ia masuk dengan diam diam. Tingkah nya terkihat aneh. Saat pintu terbuka ia menutup kembali pintunya. Lalu mendekati Maya.
Maya hanya menatap tajam pada orang itu yang bernama Ari. Dia meletakan makanan dan paperbag kehadapan Maya.
"Ini aku bawakan pakaian yang layak untuk anak mu. Tapi jangan beritahu bahwa aku yang memberikan. Didalam sini juga ada Roti, pembalut dan ****** ***** baru. Kau pasti membutuhkannya.
Karna istriku saat baru melahirkan juga membutuh kan ini. Maaf ya .. karna pakaian bayi ini bekas anak ku yang sekarang berumur 3 tahun.
Ini juga ada selimut bayi dan baju ganti mu.
Pintar pintar lah .. jika ada waktu aku akan membantumu untuk keluar dari sini.
__ADS_1
Dengan syarat kau bantu aku juga. Bagaimana??"
Maya langsung mengangguk senang. Ia menerima apa yang diberikan Ari.
"Terima kasih.... "
Maya mengambil sebuah gunting besar yang ia simpan di balik punggungnya. Lalu menusuk tepat dimata pria itu.
"Tapi aku tak membutuhkan bantuan mu bajingan!!"
Ari memegang matanya yang langsung berdarah. saat ia berteriak Maya langsung memasukan kain kedalam mulutnya.
Ia segera berdiri. Menusuk lagi kaki pria itu beberapa kali. Dengan sekuat tenaga Maya keluar dari kamar itu. Kemudian menguncinya dari luar.
Ia melihat kiri dan kanan. Maya melangkahkan kakinya menuju pintu samping yang sedang terbuka.
Sekarang ia telah sampai didepan gerbang rumah yang selama ini membuatnya menderita.
Ia terus berusaha untuk menjauh dari sana.
"Hei... Kau lihat wanita itu? Yang sedang menggendong bayi..."
.
.
.
__ADS_1
Bersambung