
Mau tak mau Pramana harus membalas pelukan wanita ular yang sedang ia dekati.
"Lebih baik kita makan sekarang. Setelah itu ikut aku kesuatu tempat."
Maafkan aku sayang. Aku akan membalas kan apa yang telah Raisa lakukan padamu dan anak kita.
Dengan perasaan bahagia Raisa menyantap makanannya. Ia seperti telah menemukan kembali tambatan hatinya.
Pramana sudah muak berakting didepan wanita yang mencelakai anak dan istrinya. Bahkan memberikan perawatan untuk bayi yang baru lahir saja ia tak mau.
Tak ada ampun bagi mu Raisa.
Jika sesuatu terjadi pada anakku.
"Apa yang kau pikirkan Dewa?"
Raisa melihat Pramana yang sejak tadi menatapnya.
Ia bahkan tak berkedip menatap ku. Apakah ini sungguhan ..? Ia seperti singa lapar yang siap menerkam ku diatas ranjang.
Pikiran kotor wanita itu membuat nya menyeringai didepan Pramana. Dan ia mengetahui itu. Sesuatu telah ia persiapkan untuk Raisa.
"Bermalam dengan mu..." Jawab Pramana singkat.
Raisa memalingkan wajah nya malu. Ia merasa tebakan nya benar. Pramana benar benar kesepian saat istrinya kabur. Begitulah pikirannya.
"Kenapa kau diam...?
Apa itu salah?" Tanya Pramana lagi dengan senyuman menggodanya.
"Tidak salah... Hanya saja kau terlalu terburu buru .." jawab Raisa salah tingkah.
Ia memasukan potongan daging yang lumayan besar kemulutnya. Sedikit menjulurkan lidahnya dan mengulum daging tersebut untuk menghabiskan saosnya terlebih dahulu.
Benar benar menjijikan ..
__ADS_1
Kau wanita busuk yang murahan Raisa.
Beruntung aku kau lepaskan ..
Raisa mengira bahwa Pramana sekarang ini terangsang dengan tingkahnya. Ia tersenyum geli sendiri melihat Pramana yang dari tadi tak henti menatap nya.
"Baiklah... Aku akan mencari seseorang untuk mengatasi kesepianku..."
Pramana membersihkan tangannya yang telah selesai makan. Ia memalingkan wajahnya tanpa menatap Raisa.
Terlihat wanita itu kelabakan, andai Pramana tak menginginkan nya, semua akan sia sia.
"Apa kau marah Dewa...?" Tanya Raisa sambil mengambil segelas anggur.
"Bukan... Dari awal sudah kujelaskan."
Jawab Pramana membakar sebatang rokok dihadapan Raisa.
"Aku akan ikut kau..." Tegas Raisa memberikan pandangan hangat pada Pramana.
"Kau sudah selesai? Sebaiknya kita pergi dari sini. Disini sangat panas .."
Pramana memancing Raisa dengan mengatakan kata itu. Ia seakan akan sudah tak sabar untuk melakukan penyatuan dimalam ini.
"Aku sudah selesai .."
Raisa berjalan disamping Pramana dengan menggandeng tangan pria itu dengan wajah yang berbinar.
Ia memberikan kode berupa anggukan pada Ren yang melihatnya dari jauh. Lelaki itupun segera kembali ke apartemennya. Ia mempercayakan semua pada Raisa.
Sedikit lagi Raisa .. aku akan mendapatkan Dewa...
Berjuanglah... Beri kepuasan pada pria kesepian ini ..
Setelah masuk kesebuah apartemen yang sudah disediakan Pramana. Raisa duduk disofa menanti Pramana kembali dari kamarnya.
__ADS_1
"Kau mau minum apa Raisa .." tawar Pramana.
Raisa berjalan kemeja bar Pramana. Ia melihat berbagai minuman disana.
"Berikan aku anggur.. aku sudah meminumnya tadi."
Ia duduk diseberang Pramana. Menunggu anggur nya dituang kedalam gelas.
Aku sudah tau sayang .. kau sangat menyukai anggur... Dan ini anggur terenak untuk mu ..
Pramana memberikan segelas anggur dengan senyuman menggodanya. Ia berjalan untuk duduk disebelah Raisa.
"Untuk malam yang indah ini... Aku menginginkanmu .. kau begitu menggodaku sejak dicafe tadi. Malam ini aku takan melepaskanmu. Aku akan membuatmu lelah hingga pagi."
Raisa menanggapi dengan tertawa menggoda. Ia menghabiskan segelas anggur yang diberikan Pramana.
Pramana tersenyum melihat itu. Rencana nya kali ini akan berhasil.
Ia mengalungkan tangannya keleher Pramana. Mencoba menggoda Pramana. Dengan menjelajahi wajah hingga leher dan dada bidang Pramana dengan tangan lentiknya.
"Aku suka tantangan mu sayang... Apa aku boleh memakai kamar mandi mu sebentar?"
Pramana menunjukan kamar mandi yang berada didalam salah satu kamar diapartemen tersebut.
Setelah Raisa masuk kedalam kamar mandi. Pramana mengunci kamar dari luar. Ia masuk kekamar satunya lagi. Disana sudah ada Maya menunggu.
"Bagaimana mas?" Tanya Maya cemas.
"Dia sudah meminumnya... Dan sebentar lagi ia akan berbuat gila." Jawab Pramana.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung