ROMAYA

ROMAYA
Mendapatkan kepastian


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Lana calon istrinya yang hanya menunggu hari pernikahan mereka. Pramana merasa jelas dengan hatinya, ia mendapatkan kepastian hubungannya dengan Lana maupun Maya.


Aku harus lebih jelas lagi pada Ray. Apa motif sebenarnya pada pembalasan kematian ayahnya. Karna kisah Maya sepertinya sangat tragis. Apa benar Maya akan membunuh seseorang yang telah baik padanya. Kuharap kisah mereka sama.


Pramana mengambil ponsel dari sakunya. Kemudian memencet nomor Ray.


"Dimana kau? Aku ingin bertemu."


"Kemarilah aku dikantor.."


Dia meninggalkan kantornya pergi menemui Ray. Diperjalanan ia sempat menelpon Maya. Jika ia pulang telat.


...»»»»»»»»»»»»»»»...


"Baiklah buk, terimakasih..." Maya menerima upah atas jasanya.


"Terimakasih kembali buk Maya. Jahitan anda sangat bagus. Lain kali jika ada bahan saya akan jahit disini."


Maya tersenyum menatap kepergian ibu Ibu yang membuat baju ditempatnya. Beberapa hari menikah ia minta dibelikan mesin jahit pada Pramana. Karna membuka warung akan mengambil rezeki warga yang sudah banyak berjualan. Begitu pikir Maya.


Sejak Buk Nir istrinya pak RT sebagai orang pertama yang menjahit baju pada Maya. Semua warga daerah itu menjadi tau. Dan ramai ramai disana membuat seragam PKK, atau keperluan pribadi.


Penghasilan yang Maya dapatkan cukup lumayan. Ia tak meminta bayaran terlalu mahal. Supaya semua orang bisa menjangkaunya.

__ADS_1


Dibanding mengambil upah dari orang lain, ia juga mengasah tangannya lagi dengan menjahit beberapa model baju dan dipajang didepan jendela. Sehingga siapa saja yang lewat dapat melihat pakaian karya Maya.


Pramana sering membawa beberapa bahan yang ia beli sepulang bekerja. Tapi, sampai saat ini Maya tidak mengetahui siapa Pramana sebenarnya. Bahkan pekerjaan yang digeluti suaminya itu ia tetap tak mengetahuinya. Dan tak berani untuk bertanya.


Karna ia memberikan kepercayaan pada suaminya. Penampilan Pramana pun menyakinkan dengan mengaku sebagai karyawan toko. Ketika sampai dikantor ia mengganti pakaian dan mengendarai mobilnya seperti biasa sebelum mengenal Maya.


Sore sudah hampir habis, ia menatap ponsel yang baru saja ia matikan karna mendapat telpon dari suaminya. Akan pulang telat.


"Baru kali ini mas Pram pulang telat."


Maya menutup jendela tempat ia menjahit. Kemudian berjalan kekamar mandi hendak membersihkan diri.


"Nanti akan kupanaskan saja makanannya saat mas Pram pulang.. lebih baik aku mandi saja."


"Coba lihat apakah ada yang menyukai jahitan ku?"


Maya duduk diruang tamu membuka ponselnya. Melihat karya yang ia posting diinternet. Matanya terbelalak, Maya berdiri melihat jumlah pesanan disana.


"Ya Tuhan... ini banyak sekali... coba Aku telpon saja."


Dengan perasaan bahagia Maya memencet nomor yang dilampirkan pembeli yang tertera disana.


"Maya Collection.. benar ini dengan ibu Vika?"

__ADS_1


"Ya saya sendiri Mbak. Saya yang memesan jahitan anda. Semua modelnya sudah saya Pilih disana mbak. Tapi saya mau bahannya yang bagus ya mbak. Soal pembayaran nanti saya transfer uang mukanya. Silahkan kirimkan nomor rekening anda."


"Ya buk.. nanti akan saya periksa. Karna saya hanya menjahit sendiri dengan 50 potong saya minta waktu 1 bulan ya buk. Karna disini juga banyak pesanan. Saya hanya mendahulukan yang pertama order. Kalau ibu bisa saya akan langsung kerjakan. Mengenai bahan saya pilih yang terbaik buk."


"Baiklah mbak, sebulan lagi saya dapatkan hasilnya. Silahkan kirim nomor rekening anda."


"Ya buk.. terimakasih atas kerja samanya buk... nanti saya kirimkan."


Maya menutup ponselnya melihat beberapa bahan mentah disana. Ia menghitung semua jahitan yang sudah dijahitnya.


"Ini sudah 12 potong... aku hanya menjahit sisanya yang belum. Lebih baik aku telpon mas Pram.. belikan bahan yang ia beli beberapa hari yang lalu."


Maya mencoba menelpon suaminya. Namun beberapa kali panggilan tak diangkat Pramana.


Mungkinkah ia sedang Sibuk? Nanti saja. Aku akan jahit sekarang dengan bahan yang tersisa sembari menunggu suami pulang.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2