
Roni mengambil ponselnya menghubungi wanita cantik , bos nya...
"Ada apa?" Terdengar sahutan dari seberang ponselnya.
"Maya sepertinya akan melahirkan Nona... Apa kami harus membawanya kerumah sakit Nona?" Tanya Roni.
"Jangan... Tinggalkan dia sendirian."
Kedua penjaga itu pun keluar dari ruangan Maya dan mengunci dari luar. Mereka tak mengacuhkan teriakan Maya meminta pertolongan.
"Kasihan dia lo Ron.." ucap Ari kembali ketempat mereka.
"Yaa... Mau bagaimana lagi ri..." Roni menengadah menutup kedua matanya.
Sementara didalam kamar tadi Maya terus saja berteriak sambil memegang perutnya yang sakit. Ia menyesalkan perbuatan kedua penjaga yang seakan tak punya hati berbuat baik pada wanita yang sedang hamil.
Sementara ditempat lain, Pramana telah melaporkan Penculikan Maya dan penembakan ibunya.
Tapi ia tak hanya menunggu kabar dari oihak kepolisian. Pramana juga menyewa tenaga orang bayaran yang diberikan hadiah apabila berhasil menemukan Maya.
Pramana tak ingin terjadi hal yang buruk pada Maya. Terutama janin yang ada dalam kandungan Maya. Cukup lama mereka menantikan.
Sayang... Bertahanlah... Maya aku sangat mencemaskan mu.
Semoga kau dan anak kita dalam keadaan baik baik saja. Maya...
Ia pun ikut menyisir setiap daerah untuk menemukan keberadaan Maya.
__ADS_1
Maya membuka matanya perlahan, ia sudah tak merasakan sakit yang terlalu seperti tadi. Ternyata ia sempat pingsan beberapa saat.
Ia menyentuh perutnya yang masih besar. Meraba raba diselangkangan nya yang terasa basah.
Ia mencium cairan yang seperti nya bukan seperti air kencing apalagi darah. Bening dan tak berbau.
"Apa ini yang disebut air ketuban?"
Gumam Maya sambil terus melihat tangannya yang terkena cairan tersebut.
Tiba tiba ia merasakan sesuatu yang mendesak dari bawah sana. Sepertinya ia akan melahirkan.
Tanpa ragu Maya membuka pakaian dalamnya. Dan jaket putih yang ia pakai melapisi pakaiannya. Ia gelar disamping nya duduk.
Dengan berderai air mata Maya menjangkau gunting yang tergeletak dibawah tempat tidur.
Ia melihat gunting tersebut yang ia bersihkan lebih dulu dengan roknya. Sesuatu sangat terasa dibawah sana. Ia hanya mengejan dengan membuka kedua kakinya lebar.
Menirukan apa yang telah ia pelajari dikelas ibu hamil. Sambil mengucapkan nama Tuhan ia berserah diri.
Beberapa kali Maya mengejan, namun bayinya tak jua keluar. Ia menarik tubuhnya mendekat kedinding. Menyandarkannya, tak lupa menarik pakaian dan gunting yang telah ia siapkan tadi.
Dengan Kuasa Tuhan Maya membantu dengan kedua tangannya meraba kepala anaknya yang sudah keluar dari jalan lahir.
Dan dengan sekali tarikan lembut ia berhasil mengeluarkan bayinya yang berjenis kelamin laki laki untuk hadir kedunia ini.
Air mata Maya tak ada lagi. Ia terlalu fokus dengan persalinan tunggalnya. Bay mungil yang langsung menangis tersebut ia bawa kedekapannya.
__ADS_1
Berdasarkan pengetahuannya, Maya menggunting tali pusar anaknya. Dan langsung dibalutkan dengan pakaian yang telah ia siapkan tadi.
Dengan mengumpulkan kekuatan Maya meraih bantal dan meletakan bayinya diatas bantal.
Dan ia berpikir akan melakukan langkah apa setelah melahirkan. Entah bagaimana caranya, Maya berhasil mengeluarkan plasenta dan darah kotor yang seharusnya dikeluarkan dari rahim ibu.
Memotong sedikit bagian rok nya, melipat menjadi potongan kecil. Kemudian ia pakai dengan ****** ******** seperti pembalut.
Bergegas Maya membersihkan sisa darah ditubuh bayinya dengan selendang yang ia kenakan dilehernya.
Air mata Maya mulai tumpah, setelah melihat bayi mungilnya berada dalam dekapannya. Walau pun dalam keadaan lemah, Maya berusaha melakukan apa yang dia pelajari dan dengar dari dokter.
Mencoba memberikan Inisiasi Menyusui Dini. Dengan pertolongan Tuhan, bayi mungil itu mulai terbiasa menghisap payudara Maya untuk mendapatkan ASI.
Ya tuhan jaga lah aku dan anak ku...
Selamatkan kami ya Tuhan...
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa dukung Author dengan Like, vote and koment...
__ADS_1
salam cintooh