ROMAYA

ROMAYA
Bukan kucing Garong


__ADS_3

"Dewa apa kau melupakanku?"


Maya melihat kearah suaminya. Raut wajahnya langsung memerah seakan akan marah pada Pramana.


"Jika anda mau bertele tele mungkin ini salah sambung"


Pramana langsung mematikan sambungan teleponnya. Ia memblokir nomor tersebut dan menghapus dari ponselnya.


"Apa mas benar benar tak kenal dengan pemilik suara tadi?" Selidik Maya.


"Aku hanya ragu... Tapi tak bisa menebaknya sekarang." Jawab Pramana singkat.


"Mandilah..." Maya berdiri kembali setelah lama duduk dipangkuan suaminya.


Pramana langsung berdiri dan berjalan kekamar mandi. Ia masih saja menerka nerka siapa wanita yang menghubunginya barusan.


Apa benar dia Raisa?


Ada hal apa dia menghubungiku lagi.


Kepalanya yang penuh tanda tanya kini terasa hilang seketika saat menatap istri cantiknya menjamu sarapan pagi untuk mereka semua.


Linda merasa beruntung putra nya menikah dengan wanita yang bisa mengurus segala hal dalam rumah tangga. Maya memang istri yang sangat baik.


"Maya... Berangkatlah bersama Pramana, biar ibu yang membereskan ini. Lagipula ada asisten yang membantu" kata Linda menatap pada menantunya.


"Ini hanya sebentar bu... Mas Pram juga takan terlambat .."

__ADS_1


Maya membersihkan kembali peralatan yang dipakai untuk sarapan pagi ini. Setelah semua bersih Maya pamit dan dan berangkat bersama Pramana.


"Sungguh wanita yang keras kepala...."


Linda tersenyum melihat kedua anaknya pergi. Ia melambaikan tangan membalas lambaian tangan Maya.


"Mas... Aku jadi terpikir tentang penelpon tadi." Maya menyentuh lengan suaminya.


"Aku sudah menghapus dan blokir nomornya. Atau kapan perlu aku akan mengganti nomor baru." Jawab Pramana.


"Kenapa? Bukankah itu akan mengganggu pekerjaan mu?" Selidik Maya.


"Memang benar sayang... Tapi aku tak mau seseorang merusak kehidupan rumah tangga ku. " Tegas Pramana balas membelai rambut Maya.


"Terserah padamu. Tapi jika kau sudah memblokirnya... Ya sudah... Biarkan saja. Semoga ia tak menghubungi mu dengan nomor lain." Maya menatap hangat pada Pramana.


Sayang... Aku hanya lelaki biasa yang gampang berbuat salah. Jika dia terus menerus menganggu ku... Aku tak bisa menjamin kesetiaan pada mu.


Maafkan aku yang berkata jujur ini. Jadi kuharap kau bisa mengerti atas semua tindakan ku Maya .."


Maya terdiam mendengar ucapan Pramana. Ia melihat lurus kedepan. Sementara jemarinya dalam genggaman Pramana.


Benar juga apa yang mas Pram bilang. Ia hanya lelaki biasa... Apa lagi jika wanita itu terus menerus menggodanya .. perisainya akan luntur dan mungkin pelan pelan habis.


Aku tak ingin suami ku terjebak oleh cinta lama nya lagi. Siapa pun dia... Dia sudah tak berhak atas diri mas Pram....


"Sayang .. kau memikirkan apa?" Pramana tersenyum melihat Maya melamun.

__ADS_1


"Tidak mas... Hanya saja ucapan mu tadi benar...


Kucing akan gampang tergoda jika ada ikan segar dihadapannya. Walaupun ia dalam keadaan kenyang... Ia pasti akan mencicipi ikan segar itu .."


Pramana tertawa mendengar Maya yang mengumpamakan dirinya sebagai seekor kucing.


"Tapi kau tau sayang? Aku bukan kucing garong .. "


Sela Pramana memecahkan pikiran jelak Maya yang membuat suasana tegang. Hingga mereka berdua tertawa.


"Sebagai istrimu .. yang sah menurut agama dan hukum .. aku harus berjuang menjaga keutuhan rumah tangga kita. Dan menjaga suamiku dari godaan pelakor diluar sana.


Tentu aku akan mendukung tindakan mu untuk mencegah hal itu terjadi." Tegas Maya menatap serius pada Pramana.


"Dan.. bagaimana cara kau melakukannya?"


Tanya Pramana dengan tersenyum pada Maya. Ia merasa gemas melihat Maya yang berapi api.


"Dengan mengganti nomor ponsel mu..."


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2