
Lana mendekatkan wajahnya sangat dekat dengan Ray. Memperhatikan ketulusan yang Ray ungkapkan. Tapi dia tak bersedih, karna pria ini lah yang mengambil kesuciannya.
Ia mendekatkan bibirnya kearah Ray. Untuk pertama kalinya Lana merasakan desiran aneh saat mencium Ray. Setelah ucapan Ray yang bisa mempengaruhi pikirannya. Hanya sebuah kecupan, Lana menarik tubuhnya kembali.
"Ray..."
"Kenapa? Kau merasakan sesuatu...
Disini?"
Ray menyentuh dada kiri Lana. Yang berdetak sangat kencang. Wajah Lana pun memerah.
"Ray... Apa kau mau membantu ku untuk belajar mencintai mu?"
Ray tak percaya dengan apa yang ia dengar. Seketika tubuh Lana sudah berada dalam pelukannya. Ia menangkup kedua pipi Lana. Mendarat kan sebuah ciuman untuk wanita yang baru saja membuka kan hati untuk nya.
"Biarkan waktu yang membantumu Lana. Bagiku kau sudah menerima ku saja itu sungguh keajaiban. Aku sungguh mencintaimu Lana.."
Ray menautkan kembali bibir mereka. Kali ini dengan Luma..tan yang dahsyat. Yang tak pernah Lana rasakan dari Ray sebelumnya. Atau mungkin dia yang baru mengetahui ketulusan Ray makanya sentuhan itu terasa berbeda.
Nafas keduanya sama sama terengah engah. Kali ini Ray tak melakukan apa yang sering mereka perbuat. Ray menghentikan aktivitas nya.
Lana terdiam menatap Ray yang tiba tiba berdiri dari ranjang Lana.
__ADS_1
"Ada apa Ray? Apa kau tak menginginkan nya?"
"Aku akan melanjutkan nya pada malam pertama kita Lana. Aku tak ingin berbuat seperti pria yang tak bertanggung jawab. Meski selama ini aku melakukan dengan mu. Hanya ingin menuruti kehendak mu saja."
Lana berdiri dan memeluk Ray. Ia memeluk dengan sangat erat. Hingga Ray menggendongnya keluar kamar sampai keruang tamu.
"Cepatlah temui kedua orang tua ku. Kita akan menikah secepatnya. Masa bodo dengan perasaan... Selama aku bahagia bersama dengan mu itu adalah cinta rahasia yang Tuhan sembunyikan kebenaran nya dari kita. Nikahi aku secepatnya Ray..."
Dengan mata yang berbinar binar, Lana mantap memfokuskan hatinya melabuh di hati Ray.
"Kau tidak bercanda Lana?"
Lana mengangguk dengan sebuah senyuman dibibirnya. Lagi lagi Ray mendarat kan sebuah ciuman hangat pada Lana. Ia kembali memeluk tubuh molek Lana.
Suara heboh dari arah perut Lana membuat mereka berdua tertawa. Lana melihat makanan apa yang bisa ia buat untuk disantap malam ini.
"Bersihkan dirimu. Pakai baju yang lebih pantas untuk mu. Buang semua sisa Pramana di hati dan tubuh mu. Kita mulai dari awal sayang... Aku suka dengan kau yang ceria .."
"Aku akan hanyutkan bersama air mandi dikamar mandiku. Lagian ini sudah hampir pagi. Kita akan keluar bersama seharian ini Ray... Mas Ray .."
Lana terkikik karna merasa geli dengan panggilan nya pada Ray.
Mas .. dia memanggilku begitu.. oh Lana... Aku semakin mencintai mu..
__ADS_1
Ray masih membolakan matanya melihat bahan bahan yang sudah dikeluarkan Lana dari lemari pendingin.
"Aku akan masak spesial untuk calon istriku ..
Dewa.. terima kasih sudah memilih wanita lain untuk pendamping mu. Kau menyisakan Lana untuk ku. Aku sangat berterimakasih untuk itu. Aku akan menjaga Lana dengan sangat baik. Walaupun dia manja... Tapi aku suka dengan kemanjaannya.."
Ray bergumam sendiri... Didapur Lana membuat sebuah masakan yang enak untuk mereka santap berdua.
"Semoga Lana menyukai nya .."
Dan Ray... Kau sungguh hebat bisa menahan hasrat bercinta mu kali ini. Mundur selangkah untuk maju beberapa langkah kedepan. Sungguh tak tik perang yang sangat hebat Ray .. aku kagum pada diriku sendiri... Hehehhehe...
Penantian panjang ku telah berakhir ..
Akhirnya kapal ini berlabuh didermaga yang tepat. .
.
.
.
Bersambung
__ADS_1