
Matahari menampakan cahaya jingga nya pagi ini. Maya mengerjapkan matanya. Ia melihat seorang pria disebelahnya tengah memeluk tubuhnya.
Suamiku... kuharap semua akan membaik kedepannya. Semoga hubungan kita bisa bertahan sampai kematian menjemput.
Mereka melalui malam yang panjang. Maya mengangkat tangan Pramana pelan pelan lalu memindahkannya, kemudian ia duduk, menggapai pakaian yang terletak diatas meja kecil dikamar Pramana.
Meregangkan ototnya yang terasa pegal dan lelah. Pasti malam itu mereka sama sama memuaskan diri. Ditambah lagi jika Maya bukan perawan yang baru menikah. Tak ada halangan bagi Pramana untuk mengulang sesi percintaan mereka dengan bermacam macam gaya.
Tapi tunggu dulu, ada yang aneh disini. Katanya Pramana belum pernah melakukan hubungan badan dengan wanita lainnya. Tapi kenapa dia sangat ahli memuaskan wanita. Apakah dia juga pencinta video dewasa? Dan mempraktekan langsung pada Maya. Entahlah..
Maya berdiri. Membuka kain dijendela kamarnya. Ia membangunkan suaminya, mengecup beberapa kali pipi Pramana.
Saat dia hendak.berjalan, tangan nya di tertarik oleh Pramana. Maya jatuh kepangkuan Pramana.
"Kau tak akan melakukannya lagi bukan mas?" Maya menatap suaminya yang masih belum sepenuhnya sadar.
"Aku hanya ingin memelukmu... selamat pagi istriku..."
Pramana memberikan kecupan hangat dikening Maya. Ia memeluk erat tubuh istrinya.
"Selamat pagi mas... aku akan mandi. Apa mas mau aku panaskan air untuk mandi?"
"Boleh... sepertinya aku butuh jamu juga untuk mengembalikan energiku Maya..." Pramana tersenyum.
"Nanti aku cari diwarung..." Maya keluar kamar.
"Tidak usah... aku sudah membelinya. Kau buatkan saja." Teriak Pramana dari dalam kamar.
Ponsel Pramana berdering, melihat siapa yang menelpon pagi pagi. Buru buru Pramana berdiri dan menutup pintu kamarnya. Ia mengambil sehelai handuk dan dililitkan dipinggangnya.
__ADS_1
"Ya..."
"Apa yang kau lakukan dari kemaren? Sampai aku tak bisa menghubungimu."
"Maafkan aku... nanti aku ketempatmu."
"Cepatlah. Ini ada berita darinya..."
"Sudah.. jangan bawel. Nanti istriku dengar."
"Maksud mu wanita itu?"
"Ya.. kau tau? dia sangat enak."
"Omong kosong. Cepat kemari!!"
"Iya..." Pramana menutup ponselnya.
Pramana berjalan keluar kamar. Ia mengetuk kamar mandi dan mereka sama sama membersihkan diri.
"Mas... aku hampir selesai. Kau bisa menunggu dulu diluar."
"Bos ku menelpon.. katanya mesti masuk.kerja hari ini, makanya aku buru buru."
"Bukannya mas masih lelah?" Maya menatap sebentar suaminya.
"Tak apa... nanti aku beli jamu kuat diluar. Biar nanti malam bisa melakukannya lagi." Dengan senyum seringainya menatap Maya.
"Terserah kau saja mas.." Maya mengambil handuknya dan keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Maya masuk kedalam kamar nya sebelum menikah dengan Pramana. Ia mengganti pakaian. Lalu menyiapkan pakaian Pramana dikamar mereka.
Berjalan kedapur menyiapkan sarapan untuk suaminya. Ia melihat Pramana tergesa gesa keluar kamar mandi. Dengan cepat Maya membawa segelas kopi hitam dan beberapa biskuit yang sudah disusun diatas piring. Ia meletakan diruang tamu.
"Mas... aku sudah menyiapkan minum pagi mu." Maya masuk kekamar, membantu Pramana mengancingkan kemejanya.
"Nanti aku sarapan diluar saja. Kau belilah sarapan diwarung mpok Siti. Soto betawi nya enak sekali."
Pramana duduk diruang tamu menyeruput kopi hitamnya. Ia memakai sepatu yang telah disiapkan Maya.
"Nanti akan kubeli. Kau sangat terburu buru mas?"
"Iya... nanti dia memecatku. Akan susah mencari pekerjaan lagi diumur ku sekarang."
Pramana menghabiskan kopinya dan kekamar mengambil tas dan jaketnya.
"Nyalakan ponsel yang kita beli kemaren. Hubungi aku. Aku akan menelpon mu saat akan pulang."
"Ya.. nanti aku nyalakan. Mas hati hati..."
"Aku berangkat dulu istriku. Baik baik dirumah."
Pramana mengecup kening lalu bibir Maya. Kemudian ia berlari lari kecil mencari ojek yang lewat.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung