ROMAYA

ROMAYA
Bayi nya bernama Gilang Fazhilan


__ADS_3

Romi berjalan keluar dari ruangan persalinan. Ia melihat Maya yang sudah berdiri menunggu Romi mendekatinya.


"Bagaimana Rom?" Tanya Maya gusar.


"Baik mbak... Mona dan bayinya sehat. Ponakan mbak laki laki... Ia sangat mungil sekali."


Jawab Romi dengan wajah sumringah. Awalnya dia berniat hendak mengerjai Maya, tapi ia kasihan karna Maya sudah menunggu lama disini.


Maya refleks memeluk adiknya. Air matanya menetes. Ia bangga dengan Romi yang masih muda sudah menjadi seorang ayah.


"Selamat ya... Mbak senang anak dan istrimu sehat. Doakan mbak supaya nyusul kalian juga."


Bisik Maya saat memeluk adiknya. Pramana juga tersenyum melihat kebahagiaan mereka.


"Selamat ya Rom... Semoga anakmu menjadi tampan dan baik seperti ayahnya..."


Pramana menyalami Romi dengan perasaan haru juga. Tak menampik dihatinya, ia juga ingin merasakan hal yang tengah Romi rasakan. Tapi semua ia pendam karna ia harus menjaga perasaan istrinya Maya. Ia harus konsisten dengan ucapannya didalam mobil pada Maya.


"Kapan kami boleh melihatnya?" Tanya Maya tak sabar.


"Setelah diruang perawatan mbak. Sebentar lagi Mona akan dipindahkan."


Sedang bicara dengan Romi. Ray dan Lana datang menghampiri mereka membawa kado yang cukup besar. Ditangan Lana juga ada bungkusan lagi.


"Waah... Selamatnya Romi. Bagaimana keadaan Mona dan Anakmu?"


Ray langsung menyalami Romi setelah meletakan kado besar yang ia bawa diatas kursi tunggu.


Sementara itu Maya dan Lana berpelukan, mereka sudah menjadi teman selayaknya. Dan Lana juga menyalami Pramana.

__ADS_1


"Makasi mas, Mona sehat... Bayinya juga sehat. Sekarang lagi belajar menyusu..." Jawab Romi.


"Sudah pintar ternyata bayinya. Sudah diberi nama belum?" Imbuh Lana bertanya.


"Belum mbak, nanti saja setelah pindah keruang perawatan. Kalau begitu aku kedalam dulu ya mbak.. mas... Kasihan Mona sendirian didalam."


Romi merasa tak enak hati meninggalkan tamunya. Namun ia harus mendahulukan istrinya yang baru selesai melahirkan.


"Ya sudah... Masuklah.. temani istrimu..." Jawab Maya.


Mereka melihat Romi masuk kembali kedalam ruangan persalinan.


"Apa kabar Dewa?" Ray memeluk sebentar sahabatnya itu.


"Aku baik... Kau semakin bersinar setelah menikah.." puji Pramana dengan tawa kecilnya.


"Semoga kita bisa segera menyusul mereka ya Maya..." Imbuh Lana.


"Ya aku harap juga begitu .. "


Maya tersenyum sama sama berharap dengan Lana yang masih belum hamil setelah beberapa bulan menikah.


Mereka berbincang bincang diruang tunggu. Sedangkan Ray dan Pramana memilih tempat untuk bisa merokok.


Romi memperhatikan bayi kecil mereka menyusu dengan lahapnya.


"Bagaimana rasanya jika seorang bayi yang menyusu sayang..." Tanya Romi penasaran.


"Biasa saja mas... Cuma sangat terasa saat ia mengisap ASI nya. Disini terasa sedikit nyeri, tapi tak membuat sakit."

__ADS_1


Jawab Mona sambil menunjukan bagian yang ia rasa nyeri. Mona juga tersenyum melihat putra mereka minum ASI dengan lahap.


"Sudah menemukan nama sayang?" Tanya Romi mengelus kepala istrinya.


"Terserah mas saja, mas ayahnya. Jika bagus kita panggil dengan nama itu."


Jawab Mona yang sedang tak memikirkan soal nama. Yang ia pikirkan sekarang bagaimana ia cepat pulih dan mengurusi bayinya. Ia tak sabar membawa putra mereka pulang kerumah.


"Nama belakang ku Fazhilan.. bagaimana jika... Ramon? Atau Gilang?" Tanya Romi pada Mona.


"Gilang... Aku menyukainya mas. Gilang fazhilan.. itu saja." Mona menerima nama pemberian suaminya.


"Ramon berarti Romi dan Mona.. apa itu terlalu mencolok? Hehe" kata Romi.


"Jangan Ramon... Nanti dia akan seperti Ramon pembuat kerusuhan disekolah kita. Aku benci orang itu.." kenang Mona.


Romi terkekeh melihat istrinya yang masih saja mengingat Ramon murid paling bandel disekolah mereka dulu.


"Baiklah... Hari ini papa akan panggil kamu Gilang yang sayang .. Gilang Fazhilan." Kata Romi mengecup kepala anak mereka.


"Semoga kamu menjadi putra yang baik, taat beragama, sayang keluarga ya nak .. buah hati ku.." tambah Mona mengelus punggung kecil Gilang.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2