ROMAYA

ROMAYA
Tamu dipagi hari


__ADS_3

Terlepas dari apa kesedihan Maya menyelimuti hati dan pikiran mu. Senyum nya tetap merekah kala memandangi tiga buah hati yang selalu membuat bibir nya tersenyum.


Pagi ini begitu cerah, suasana sejuk tak seperti biasanya yang terasa panas. Setelah sarapan bersama, Maya mengantar suaminya hingga kehalam depan.


"Mas hati hati ya..." Maya menyalami Pramana dan mencium punggung tangannya.


"Mamaaaa..."


Obi berlari dari dalam rumah, dan Altan mengikutinya berlari dari belakang. Ia terlihat sedih saat kakaknya pergi sekolah.


"Al... Jangan kejar mas Obi lagi. Nanti Altan jatuh lho... Mas berangkat sekolah ya .."


Maya tersenyum melihat kedua putranya. Dan menggendong Altan yang ingin pergi dengan kakaknya.


"Mas Obi mau sekolah ya nak... Jangan nangis"


Maya menenangkan Altan yang sudah sangat dekat dengan Obi. Pramana menciumi pipi gembul Altan yang lembut.


"Mama Obi pergi ya..."


Dia menyalami Maya dan mencium pipi Altan. Ia masuk kedalam mobil dan mereka meninggalkan kediaman Pramana.


Maya kembali masuk kedalam rumah dan duduk bersama Linda dan Laura. Melihat Altan dan Alara bermain lagi.


"Maaf buk, ada yang ingin bertemu..." Salah seorang asisten rumah tangga Maya memberitahukan ada tamu yang ingin menemuinya.


"Siapa mbak? masih pagi udah bertamu..." Tanya Maya penasaran.

__ADS_1


"Kurang tau saya buk, tapi didepan ada bapak bapak."


Maya menitipkan anak anaknya ke Linda dan mengikuti ART nya menemui tamu yang dimaksud.


Ia terkejut melihat ayah Raisa berada dirumahnya dalam keadaan gelisah. Santosio langsung berdiri saat melihat Maya.


"Selamat pagi nak Maya..." Ia menyalami Maya dan duduk lagi.


"Pagi juga pak, bapak ingin bertemu saya, atau suami saya?" Tanya Maya memastikan.


"Sebenarnya saya ingin bicara penting dengan nak Maya. Mengenai Raisa." Santosio memberi jeda ucapannya.


"Ooh .. ada apa pak?" Maya memberikan kesempatannya untuk mengutarakan maksudnya. Saat itupun Laura membawakan secangkir teh untuk tamu mereka. Dan duduk disamping Maya.


"Saya belum tau, apa yang telah anak saya lakukan pada nak Maya dan putra nak Maya yang telah meninggal.


Maya tersenyum simpul sebelum menjawab pertanyaan Santosio.


"Intinya, anak bapak sudah berkali kali ingin mencelakakan saya dan putra saya, karna terobsesi untuk memiliki suami saya." Maya menghentikan perkataan nya. Ia melihat ekspresi wajah Santosio yang nampak sangat terkejut.


"Disaat saya akan melahirkan. Ia menculik saya, bahkan putra saya tak diberikan pertolongan. Saya bersalin sendirian. Beruntung salah satu dari mereka mau membantu saya, hingga saya bisa menyelamatkan putra saya." Maya melanjutkan lagi.


"Maafkan saya nak Maya, karna tak becus mendidik Raisa dengan baik." Santosio tak mampu menatap Maya.


"Itu bukan kesalahan bapak..." Jawab Maya tersenyum kecut.


"Hingga dihari ulang tahun Billy, ia menusuk putra saya, juga mencoba menabrak Billy dan suami saya hingga salah satu dari mereka meninggal dunia. Dan saya juga hampir menjadi janda. Beruntung Tuhan masih memberikan kesempatan untuk nya hidup..."

__ADS_1


Santosio benar benar tak menyangka putrinya yang terlihat manja dan lembut bisa bersikap seperti binatang.


"Bapak ingin tau lagi apa yang dia lakukan pada suami saya? Sebagai pria dewasa bapak tentu tau, cara wanita dengan murahnya menyodorkan kehormatannya agar sang pria mau menerima cintanya.


Beruntung itu bukan suami saya... Dan karna itulah Raisa berusaha lari dari kejaran Mas Pram.


Beruntun Ren membantu kami..." Maya sangat merendahkan harga diri Raisa pada ayah nya sendiri.


Santosio nampak frustasi, ia menunduk dan memalingkan wajahnya kesegala arah. Maya hanya melihat tingkah aneh ayah Raisa yang terliat sangat malu bercampur marah pada putri semata wayangnya.


Raisa ..


Kau memang manja... Dan ingin memiliki apa yang kau suka ..


"Saya tak bisa berkata apa apa nak Maya, bahkan jika bisa saya ingin menukar nyawa saya untuk putra anda ..


Atas nama Raisa saya memohon maaf untuk keluarga nak Maya...


Maafkan dia nak Maya, agar ia pergi dengan tenang, jika Tuhan tak memberikan kesempatan untuk menebus kesalahannya hidup didunia ini."


Maya hanya terdiam.


.


.


.

__ADS_1



__ADS_2