
Maya melihat mobil Pramana melaju dengan cepat, walaupun dalam hati ia sangat sedih. Tapi dia tahu kalau Pramana hanya ingin mengobati ibunya.
Mas... Aku dan anak kita menunggumu...
Akhirnya Maya duduk tenang di dalam mobil, iya melihat ada 2 orang lainnya di dalam mobil menunggu mereka.
Ia hanya bisa berdoa supaya ia dan bayinya bisa selamat dan tak diganggu oleh komplotan penjahat ini.
Setelah beberapa lama perjalanan, akhirnya Maya sampai di tempat tujuan. Ia melihat rumah itu baik-baik saja bukan seperti rumah ketua geng penjahat.
Rumah siapa ini?
Kenapa mereka membawaku ke sini?
Bahkan aku juga tak mengenali mereka...
"Masuk buk..."
Kedua orang yang berpakaian polisi itupun menyuruh nya masuk kedalam rumah. Kali ini mereka membiarkan Maya masuk dengan sendirinya.
Dengan bahasa yang sopan ia mempersilahkan Maya masuk kedalam sebuah ruangan. Ia berpikir, entah siapa yang sedang menunggu nya disana.
Disebuah ruangan yang pintu nya sedikit terbuka, Maya pelan pelan mendorong pintu itu hingga terbuka lebar.
Tak ada orang ...
Siapa yang sebenarnya akan kutemui?
"Sebaiknya anda tunggu didalam buk..."
Karna mendengar perkataan dua orang disampingnya ia langsung masuk dan berdiri ditengah ruangan.
Ruangan kerja yang lumayan luas dan bersih. Perabotnya pun tertata rapi. Tak foto satupun disana untuk dijadikan Maya sebagai petunjuk.
15 menit telah berlalu, Maya terlihat lelah. Ia memutuskan untuk berbaring sejenak diatas sebuah sofa. Hingga matanya terpejam.
Pintu akhirnya terbuka, masuklah seorang wanita muda, yang diiringi dua orang body guard disampingnya.
Ia berjalan mendekati Maya, berdiri tepat dimana Maya sedang berbaring. Ia memperhatikan kondisi Maya yang saat ini sedang hamil besar.
"Pasti itu anak Dewa..."
Terlihat senyuman yang tak bisa diartikan dibibirnya. Tatapan nya tajam melihat sosok Maya yang masih memejamkan matanya.
Aku tak akan berbuat jahat kepada mu Maya...
__ADS_1
Aku hanya ingin tau seberapa besar Dewa bisa melupakan ku. Semenjak kehadiran mu disisinya...
"Ayo kita keluar .." ajaknya pada kedua body guard nya.
"Tapi anda belum bicara dengan nya Nona." Jawab salah seorang nya.
Wanita itu berjalan keluar ruangan dimana Maya sedang terlelap.
Ia menghampiri dua orang yang membawa Maya tadi kesini.
"Kalian jaga dia baik baik .. jangan sampai dia kenapa kenapa, dia sedang hamil.
Aku juga wanita... Jadi... Jangan berbuat macam macam. Mengerti?"
"Baik Nona... Kami akan menjaganya."
"Bagus. Setelah ia bangun ajak kekamarnya. Pakai kamar yang dibawah. Jangan biarkan dia keatas..."
Kedua orang suruhannya menggangguk patuh. Wanita itu berlalu keluar rumah. Dan terdengar suara mobil keluar dari pekarangan rumah itu.
"Ternyata bos kita baik ya...
Nyulik tapi dijaga dengan baik...." Kata salah satu nya yang bernama Roni.
"Iya... Pasti dia bisa masuk syurga...
"Pala lu peyang masuk syurga .. yang ada masuk neraka. Karna tadi lo udah tembak tuh mak nya dia. Jadi anak durhaka kebangetan lo ya Ri...."
"Ya ampun... Aku berdosa banget...."
Lalu mereka berdua tertawa meninggalkan rumah tersebut dan keluar untuk mengunci pintu pagar yang masih terbuka.
Dan kembali masuk kerumah, menyalakan televisi berjaga jaga jika Maya membutuhkan sesuatu.
Apakah aku tertidur?
Perut ku sakit sekali... Aaah...
Toloong...
Toloong ...
"Ron, ibuk tadi kenapa ya...?
Kita kan ga ngapain dia." Tanya Ari.
__ADS_1
"Udah ayuk.. Langsung lihat aja. Ga usah mikir lo... Kebanyakan nonton sinetron nih..."
Mereka masuk kedalam ruangan Maya. Mereka melihat wajah pucat Maya. Ia memegangi perutnya dan meringis kesakitan. Air mata nya pun lolos kali ini.
"Ada apa buk?" Tanya Roni.
"Tolong panggilkan Dokter... Perut saya sakit sekali..." Jawab Maya.
"Dokter?" Tanya Roni memastikan.
"Iya.. Benar Dokter." Jawab Maya masih menahan sakitnya.
"Gimana ni Ar? Apa kita lapor bos dulu?" Tanya Roni pada temannya yang fokus melihat Maya.
"Terserah lo dah..." Jawab Ari asal.
"Aaah ... Elo... Beri solusi kek..."
Roni mengambil ponselnya menghubungi wanita cantik , bos nya...
"Ada apa?" Terdengar sahutan dari seberang ponselnya.
.
.
.
Bersambung
Hi Dears ...π
maaf π Author ucapan atas keterlambatan Up beberapa hari sebelumnya.Karna Author sedang ada kegiatan bersama keluarga besar jadi tak bisa menyempatkan diri untuk menulis.
Tadi malam hanya sempat up satu Novel, yang judulnya SELALU DISISIMU. Da Author coba up lagi... ternyata udah masuk tanggal sekarang. π€¦
Dan untuk seterusnya... Author mungkin akan up 1 bab setiap harinya. Karna saat ini... perhatian dan fokus Author terpecah pada 3 judul novel yang masih on going. ROMAYA, SELALU DISISIMU dan PENGGANTI HATI. π₯³π₯³
Insha Allah... mulai hari ini... Author udah free dan bisa kembali melanjutkan bab yang tertinggal.. π.
Jangan lupa like, vote, favorit dan koment nya ya...
Aku tak ada apa apa tanpa Kalian semua.... βοΈβΊοΈ
Salam cintoh....πππ
__ADS_1
Calisa Ardi