
Ada apa ini?
Dan sekarang hanya tersisa mobil mereka. Jalanan kembali sepi. Hanya ada satu satu kendaraan yang lewat.
Dua polisi itu sekarang mendekat kemobil Pramana. Dengan menodongkan pistol, salah satu dari mereka membuka pintu mobil dan menarik Paksa Maya keluar dari mobil itu.
Sementara salah satu polisi lainnya menodongkan pistol langsung ke kepala Pramana. Linda menjerit duduk di belakang.
Dor
Satu tembakan dari polisi yang menarik Maya untuk Liinda dan tepat mengenai dadanya. Pramana yang melihat itu langsung geram.
"Ibu...."
Maya yang sudah berada di luar mobil, melihat Linda tertembak ia langsung berteriak memanggil mertuanya.
"Kurang ajar, siapa kalian beraninya kalian membunuh ibuku."
Pramana sudah berapi-api, seakan-akan dia akan melenyapkan kedua orang berseragam polisi ini.
"Sebaiknya kau tinggalkan tempat ini, dan cepat selamat kan ibumu, biar istrimu kami yang mengurusnya hahaha...."
Dengan secepat kilat mereka berjalan ke arah mobil yang tepat berada di belakang mobil Pramana. Mereka mendorong Paksa Maya untuk masuk ke dalam mobil tersebut.
"Lepaskan brengsek... Kau bawa kemana aku? Biarkan aku kembali dengan suamiku, dan membawa mertuaku ke rumah sakit." Teriak Maya.
Sementara itu Pramana menatap tajam kearah dua orang polisi yang membawa istrinya.
Maya maafkan aku... Aku harus membawa ibu dulu kerumah sakit, aku tak ingin kehilangan ibu secepat ini. Setelah Ibu ditangani oleh tim medis aku kan Kembali mencarimu sayang... maafkan aku...
__ADS_1
Maya melihat mobil Pramana melaju dengan cepat, walaupun dalam hati ia sangat sedih. Tapi dia tahu kalau Pramana hanya ingin mengobati ibunya.
Mas... Aku dan anak kita menunggumu...
Akhirnya Maya duduk tenang di dalam mobil, ia melihat ada 2 orang lainnya di dalam mobil yang tadinya menunggu mereka.
Ia hanya bisa berdoa supaya ia dan bayinya bisa selamat dan tak diganggu oleh komplotan penjahat ini.
Setelah beberapa lama perjalanan, akhirnya Maya sampai di tempat tujuan. Ia melihat rumah itu baik-baik saja bukan seperti rumah ketua geng penjahat.
Rumah siapa ini?
Kenapa mereka membawaku ke sini?
Bahkan aku juga tak mengenali mereka...
"Dokter-dokter cepat tolong bantu ibu saya... Dada sebelah kanan nya tertembak."
Pramana berlari mengiringi ibunya yang dibawa oleh dua orang perawat setelah tiba di rumah sakit.
"Silakan tuan tunggu di sini ya kami akan menangani ibu tuan."
Salah seorang perawat yang masuk menghentikan langkah Pramana untuk ikut masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.
"Tolong selamatkan Ibu saya suster...
Selamatkan ibu saya.."
"Baik Pak kami akan berusaha sebaik mungkin.."
__ADS_1
Pintu ruang operasi tertutup, Pramana duduk di ruang tunggu di dinding sebelahnya. Saat ini ia juga memikirkan ke mana ia akan mencari Maya.
Karena ia cepat-cepat meninggalkan lokasi tersebut untuk berusaha mengobati ibunya yang tertembak.
Ya Tuhan beri aku petunjuk untuk menyelamatkan istriku lagi...
Pramana melihat dua orang suster keluar dari ruangan tersebut, iya sangat cemas memikirkan keadaan ibunya yang sudah tua atau tembak pula.
Tak berapa lama kedua suster itu sudah kembali masuk ke dalam ruang operasi dengan membawa 2 kantong darah.
Ya Tuhan selamatkan ibuku... tolong selamatkan ibuku...
Aku tak sanggup kehilangan nya ya Tuhan..
Sudah 2 jam Pramana duduk di depan pintu ruang operasi menanti kepastian tentang keadaan ibunya saat ini.
Namun dokter di dalam masih belum keluar untuk menjelaskan padanya. Dengan sabar ya menunggu namun, bayang-bayang Maya selalu menari di matanya.
Iya tak bisa membayangkan keadaan Maya yang tengah hamil mengalami kejadian pahit ini.
Sayang aku akan berusaha mendapatkanmu lagi..
.
.
.
Bersambung
__ADS_1