
Mona membalikan tubuhnya menghadap Romi. Ia menatap hangat wajah tampan Romi. Membelai dengan mesra.
Romi memandang wajah cantik Mona. Mendaratkan sebuah kecupan lagi pada bibir ranunnya. Tubuhnya seperti terbakar api, terasa dialiri listrik dengan tegangan tinggi.
"Romi ... Apa kita akan melakukannya?" Tanya Mona setelah mengatur nafasnya.
Romi menunduk kebawah, ia berpikir dengan apa yang telah ia lakukan pada Mona.
Tangan Mona mengepal melihat wajah Romi yang seakan menghentikan, karna menyesal dengan permainan ini.
"Apa kau kecewa?" Romi yang mengetahui keinginan hati Mona. Dengan tatapan menggoda Romi mengangkat dagu Mona yang tertunduk.
Ia menarik kain yang ada disampingnya. Romi menutupi tubuh Mona yang mulai terekspos. Dan memeluk nya hangat.
Nafas Mona terdengar sangat pelan. Karna ia benar benar menahan suara nya agar tak keluar dari mulutnya. Ia menutup mulut nya rapat rapat.
"Maafkan aku Mona...." Sesal Romi.
Tanpa ia sadari Mona langsung mengecup bibirnya lembut. Menjelajahi setiap ruangan didalamnya. Tanpa sadar kain yang diberikan Romi menutupi tubuh Mona. Ia buka kembali.
Mereka sama sama terhanyut dalam kemesraan. Sama sama mengantarkan rasa ingin tau dengan hal yang sama sekali tak pernah mereka lakukan.
Romi bertindak lebih berani sekarang. Mencampakkan segala jenis penghalang ditubuh mereka. Menjelajahi seperti ingin mencari harta karun.
Merasakan sensasi sensasi yang membuat tubuh mereka bergetar. Apa yang dipertahankan Mona, tak lagi ia miliki.
Air matanya mengalir menahan rasa perih dan sakit. Sakit karena memberi jalan pada seorang lelaki untuk mengambilnya.
__ADS_1
Berulang kali ia berpikir untuk menghentikannya. Tapi dorongan nafsu pada dirinya memaksanya untuk berbuat lebih jauh lagi.
Tangan kekar milik lelaki itu, tengah bergumul diatas kasur, dipenuhi keringat. Sebuah dendam yang ia lampiaskan pada seorang gadis yang tak bersalah.
Berkali kali memberikan kepuasan pada gadis dibawah kungkungannya. Hingga suara nya menghilang, hanya tinggal nafas yang tersengal sengal.
Mona mengejang dan merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuhnya. Ia seperti memanas dan terbakar. Jantungnya berdetak sangat kencang dan sesuatu terasa akan tumpah dibawahnya.
Nafas Mona seakan akan berhenti malam ini. Serangan bertubi tubi dari seorang lelaki yang bahkan belum tentu akan bertanggung jawab padanya.
"Kau mendapatkannya Mona?"
Mona mengangguk dengan mata yang masih terpejam. Ia memeluk erat Romi. Dengan wajahnya yang telah basah dengan air mata.
Mona menatap Romi yang berada diatasnya. Ia berharap akan bisa mengikat Romi melalui hubungan yang sedang mereka lakukan ini. Ia ingin memiliki Romi seutuhnya.
"Kau kesakitan Mona." Romi berbisik menatap Mona.
"Hanya sedikit..." Mona seakan bisa melupakan rasa sakit pada bagian bawah nya.
Bagi seorang gadis, menjaga aset berharga adalah janjinya pada keluarga dan diri sendiri. tapi kali ini tangisan bahagia Mona diiringi oleh rasa bersalah pada kedua orang tuanya.
Namun ia menguatkan hatinya. Bahwa pria yang sedang menggagahi nya akan bertanggung jawab kedepannya.
Ia melihat Mona yang kesakitan. Pun ia tak tega. Tapi sudah terlambat Romi... semua sudah terlanjur.
Tubuh keduanya bergetar hebat. Romi tumbang diatas tubuh Mona.
__ADS_1
Kemudian ia bergeser kesamping Mona. Menutupi tubuh gadis yang polos itu dengan selimut hangat Mona berwarna pink muda.
"Aku sudah berbuat jahat padamu Mona." Romi menolehkan kepalanya kesamping melihat reaksi Mona.
Rupanya Mona sudah berbalik arah membelakangi nya. Air matanya deras mengalir.
Melihat punggung Mona yang ditutupi selimut. Romi berinisiatif untuk masuk kedalam selimut dan memeluk Mona dari belakang.
Tubuhnya terkejut mendapat sentuhan dari Romi. Karna lelaki itu sangat merapatkan tubuh mereka.
"Sebaiknya kau bersihkan tubuhmu Romi. Sebentar lagi pagi..." Kata Mona dengan lirih.
"Maafkan aku..." Ucap Romi mengecup bahu Mona.
"Ini juga kemauan ku .. bukan paksaan dari mu. Kita sama sama bertanggung jawab." Jawab Mona.
"Berikan aku waktu untuk berpikir Mona. Kuharap itu tak mengecewakanmu."
Romi langsung berdiri dan masuk kedalam kamar mandi Mona. Tak lupa mengambil pakaiannya yang berserakan dilantai.
Mereka telah selesai membersihkan diri. Romi memakai kembali pakaian nya. Sementara Mona mengganti pakaian nya dengan baju casual biasa.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung