ROMAYA

ROMAYA
Bertahun bersama tanpa Cinta


__ADS_3

Maya pulang dengan senyuman kemenangan. Ia mempersiapkan malam ini hanya untuk Pramana. Senyuman tak luput dari wajahnya.


Wanita mana yang tak senang hati jika lelakinya menolak seorang wanita dihadapannya. Tentulah Maya merasa begitu penting bagi Pramana.


Berkali kali ia bergumam bahwa ia sangat mencintai suaminya. Membayangkan kehidupan yang indah pada akhirnya.


...***...


"Sebaiknya kau butuh seseorang jika kau kesepian Lana maaf aku harus pulang karena istriku sedang menunggu di rumah."


Pramana segera bangkit dari kursinya. Namun tak ada dia akan melangkah tiba-tiba Lana memeluknya dari belakang. Dengan cepat Pramana mencoba untuk melepaskan pelukan dari Lana.


"Apa yang kau lakukan Lana? lepaskan!"


Tiba-tiba Lana meneteskan air matanya. Ia menunduk malu tangisannya pun pecah.


Walaupun Pramana tak tega melihat seorang wanita menangis, tapi ia tak ingin membuat istrinya menangis hanya untuk menghibur hati wanita lain.


"Aku mencintai mu Pram... Izinkan untuk rasa itu bersemi di hatiku."


Lana memandang pria didepannya. Pramana terdiam. Ia memalingkan pandangannya dari Lana. Dalam hati nya rasa penyesalan yang mendalam.

__ADS_1


"Kau sudah tau bukan... Jika kau tetap menaruh cinta untuk ku .. kita takan mungkin bersama. Kau tak harus dengan ku Lana." Pramana menegaskan nada bicaranya.


"Aku tau... Kita tak mungkin bersama Pram.. hanya malam ini.. ku mohon temani aku. Setidak nya untuk kenangan dalam hubungan kita. Walaupun aku sangat berharap kau memilih ku lagi. Namun semua mustahil."


Dengan wajah memelas nya Lana kembali menatap Pramana penuh harap.


Ku mohon Lana jangan melihat ku seperti itu...


"Jangan begini Lana... Diantara kita hanya sebuah kenangan. Aku yakin kau bisa tanpa ku. Kita tak ditakdirkan bersama. Aku telah menemukan tambatan hatiku. Maaf .. jika aku sangat jujur Lana. Lebih baik menyakitkan untuk kau dengar... Demi kebaikanmu.." Pramana menyentuh lengan Lana.


"Apa dia mencintai mu lebih dari ku Pram... ?" Air mata wanita itu kembali menetes.


"Bukan hanya dia... Tapi aku. Aku sangat mencintainya. Kumohon mengerti lah Lana. Kau akan temukan seseorang Di sana yang sangat mencintai mu lebih dari kau mencintaiku.."


Lana mengeluarkan tangisan nya. Walaupun berat untuk didalam dadanya melepaskan Pramana. Ia sadar jika bukan wanita itu yang merebut Pramana darinya. Tapi pria itu sendiri yang berpaling darinya. Sungguh sangat sakit.


Pramana membantu Lana berdiri dan duduk di kursi. Beruntung juga tempat itu sepi pelanggan. Lana tak begitu terlihat seperti seorang pengemis cinta.


"Lana.. aku akan mengantarkan mu pulang."


Lana mengikuti jalan Pramana yang sedikit tergesa gesa. Ia menuju parkiran dan masuk ke mobil Pramana.

__ADS_1


Mobil nya meninggalkan parkiran tempat mereka bertemu. Suasana hening didalam mobil Pramana. Lana memperhatikan kan Pramana yang tak menoleh sedikitpun padanya.


"Lana... Bangunlah. Kita sudah sampai."


Saat tiba diparkiran apartemen Lana, Pramana membangunkan Lana yang tertidur.


"Ya... Aku akan turun."


Dengan wajah lesu Lana keluar dari mobil Pramana. Dan berjalan dengan langkah gontai ke depan. Sementara itu Pramana menatap Lana dari dalam mobilnya. Tubuh wanita itu ambruk, ia terjatuh.


Pramana segera keluar dari mobil dan mendekati Lana.


"Lana... Lana... Bangunlah..."


Tak ada sahutan dari Lana. Pramana mengambil inisiatif untuk menggendongnya sampai ke apartemen Lana.


Lana... Jangan begini. Sungguh aku sangat merasa bersalah padamu. Bertahun kita bersama tanpa ada cintaku untuk mu. Aku sungguh bukan pria yang baik untuk mu.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2