
Tak pernah ada dalam pikiran dan impian Maya akan mempunyai seorang suami seperti Pramana. Setelah mengingat kisah hidupnya yang penuh dengan masalah.
Aku sangat bersyukur kehidupan ku sekarang menjadi lebih baik. Dengan pertemuan kita distasiun kereta api. Lepas dari kesengajaan tindakan mas Pram dan Ray.
Jika tidak aku akan menghadapi siksaan akhirat karna mencoba menentang takdir hidupku.
Ternyata takdir hidup ku dimasa mendatang sudah lebih baik. Walaupun semua terasa seperti mimpi. Bahkan jika memang ini mimpi... Aku tak rela harus bangun lebih awal.
Aku ingin lebih lama mengarungi kehidupanku dengan orang orang yang ku sayangi.
Terkadang kesulitan harus kurasakan terlebih dahulu sebelum kebahagiaan itu datang menghampiri bahkan masuk ke hidup ku.
Tuhan mempertemukan untuk satu alasan, entah untuk belajar atau mengajarkan. Entah untuk sesaat atau selamanya. Entah untuk menjadikan hal terpenting atau sekedarnya. Tapi ku tetap berharap tak ada yang sia sia.
Selama masih ada impian, harapan meski selalu ada. Selama ada harapan kebahagian pasti selalu didapatkan.
Aku berharap perjuangan yang selama ini kujalani dengan sabar membuahkan sesuatu yang sederhana dan membahagiakan.
Mas... Aku benar benar mencintaimu, tapi tak melebihi cintaku pada Tuhan, yang telah mau memberikan kesempatan lagi untuk ku. Dan aku akan menjadi manusia yang lebih baik lagi dan berguna untuk setiap manusia.
Karna cinta mu membuat ku yang lemah menjadi kuat dan tegar menghadapi apa saja.
Cinta membuat ku yang merasa takut menjadi lebih berani untuk melangkah kedepan tanpa rasa ragu.
__ADS_1
Aku mencintaimu suamiku dan juga keluarga mu...
"Ada apa sayang ..?" Pramana membuyar kan lamunan Maya.
"Kenapa?" Maya merapikan rambutnya.
"Sejak tadi kau selalu memandang ku. Apa suami mu ini begitu tampan?"
Pramana menaik turunkan alisnya dengan senyuman tampannya. Maya lebih mendekatkan kepalanya dan direbahkan ke bahu Pramana.
"Hei... Apakah aku begitu menggemaskan? Kau tak ingin jauh dari ku. Sayang ..."
Goda Pramana pada Maya yang tampak aneh. Karna senyum senyum sendiri melihat kedepan.
"Ya .. suamiku sangat tampan. Bahkan juga sangat gagah. Aku begitu mencintainya. Karna dia hidup ku jauh lebih tenang dan baik sekarang. Suamiku ini mampu memecahkan segala masalah ku. Bagaimana aku tak sangat menyayangi nya.
Maya tiba tiba berhenti dan wajahnya memerah seketika. Ia tak sadar jika dari tadi ia ketauan memuji Pramana. Kemudian memalingkan pandangannya kesamping.
Aduh... Apa yang aku ucapkan tadi. Bisa bisa dia besar kepala...
Pramana tiba tiba menepikan mobilnya. Menarik lengan Maya sehingga langsung menoleh padanya.
Tanpa basa basi Pramana langsung melu..mat bibir Maya yang dari tadi memuji dirinya. Mereka sama sama menikmati ciuman panas itu.
__ADS_1
Jika saja mereka ditempat yang aman tentu saja Pramana ingin menyudahi permainan nya bersama sang istri. Tapi ia masih sadar jika ini bukan waktu yang tepat. Mereka sama sama larut dalam sentuhan cinta.
Sampai sampai seorang yang berpakaian security mengetuk kaca mobil nya, tapi Pramana seperti tak menghiraukan.
Dengan cepat Maya melepaskan pagutan bibir mereka. Ia melihat kebelakang Pramana. Karna merasa aneh Pramana langsung menoleh kebelakang.
"Astaga ada security ternyata..."
Ia menepuk keningnya dan buru buru menyeka bibirnya dengan tangan. Kemudian menurunkan kaca mobil.
"Ya pak..." Sapa Pramana terlebih dahulu.
"Bisa bicara sebentar pak .."
Jelas security mengajak Pramana turun dari mobil. Kemudian ia turun dari mobil sambil melihat papan nama security tersebut.
Ooh... Namanya Sugandi.
"Apa yang bapak lakukan didalam mobil. Itu menyalahi aturan pak. Maaf kalau boleh saya tau.. dia pacar atau suami bapak?"
.
.
__ADS_1
.
Bersambung