ROMAYA

ROMAYA
Polisi yang aneh


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Kandungan Maya sudah memasuki trimester ketiga. Menurut prediksi Dokter Maya akan melahirkan dan dua bulan lagi.


Pramana sangat menjaga istri nya. Bahkan saay Maya mengidam ia selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang diminta Maya.


Untuk beberapa bulan ini hidup mereka cukup tenang tanpa gangguan apapun. Dan Raisa tak lagi menghubungi Pramana. Itu yang terpenting.


Walaupun ia sering datang kekantor, namun langsung disuruh pergi oleh security dikantor Pramana.


"Sayang... Kau cantik mengenakan pakaian ini. Hati hati.. jangan buru buru.."


Pramana langsung berdiri saat Maya menuruni anak tangga. Ia membantu istrinya hingga duduk disofa.


"Apa istrimu sudah check up Pram?' tanya Linda pada anaknya.


"Iya bu .. nanti sore kami akan cek lagi. Sekalian mau melihat jenis kelaminnya." Jelas Pramana pada Ibunya.


"Sebenarnya aku ga masalah cewek atau cowok bu... Aku hanya ingin dia lahir dengan selamat dan sehat. Tapi mas Pram sangat penasaran dengan janin yang terlihat selalu aktif." Jelas Maya.


Karna setiap ia melihat perut besar Maya yang bergerak gerak ia merasa gemas. Disana ia merasa penasaran dengan kelamin anak mereka.


"Apa ibu boleh ikut Pram... Penasaran juga dengan hasil usg nya. Sekalian nanti kita beli perlengkapan bayi. Kalian melewatkan hal ini."


Linda mengingat kan hal yang seakan tak sengaja mereka lupakan.

__ADS_1


Sangat penting mempersiapkan peralatan bayi saat usia kandungan sudah mendekati masa persalinan. Karna kadang bayi bisa tiba tiba terlahir prematur.


Dan orang tua tentu tak bersusah payah mencari barang sesuatunya.


Juga ibu hamil diminta jangan terlalu banyak beristirahat. Lakukan lah pekerjaan sebagaimana mestinya, dengan gerakan yang dibatasi. Hal ini akan membuat janin sehat dan lincah. Ini menurut pengalaman Author ya... 🤭


"Tentu saja bu... Kenapa harus bertanya dulu?"


Pramana memeluk ibunya dari samping. Ia menciumi pipi Linda berkali kali. Hingga Maya terkekeh melihat aksi suaminya.


"Sudah Pram... Malulah dengan istrimu.."


Linda menertawakan perlakuan Pramana padanya. Tapi tetap saja pria itu malah mempererat pelukannya.


"Sebaiknya kita bersiap siap... Dijalanan lumayan macet."


"Pram... Menurut ibu. Sebaiknya mulai sekarang Maya tidur dikamar bawah. Jangan diatas lagi. Ibu suka geli saat ia turun dari tangga yang banyak itu. Ibu takut terjadi apa apa pada Maya."


Permintaan Linda tentu saja tidak berat. Karna dirumah ini memiliki banyak kamar. Dan semua demi kebaikan Maya.


"Aku juga berpikir begitu bu.. hanya belum sempat bertanya pada mas Pram." Sambung Maya


"Baiklah... Nanti aku minta tolong security untuk mengurusnya" jawab Pramana, dan kedua wanita itu tersenyum senang.


Terlebih Linda, kamarnya tepat disebelah kamar yang akan dipakai Linda. Jadi ia bisa tiap saat menemui cucunya.

__ADS_1


Tak berapa lama akhirnya mereka telah berada ditengah jalanan macet. Memang disana ada lampu merah. Tapi lampu hijau nya tak pernah menyala.


"Ada apa mas? Kenapa lama sekali ya?" Tanya Maya heran.


"Aku tidak tau. Aku lihat didepan tidak terlalu macet kok." Ujar Pramana.


"Semua baik baik saja bukan?"


Terdengar suara Linda dari belakang karna cemas dengan suasana jalanan diaekitarnya.


Pramana lega melihat mobil maju kedepan. Ia melihat dua orang berseragam polisi.


"Syukurlah .. akhirnya polisi lalu lintas membantu disana." Pramana lega.


Tapi terasa ada yang ganjil dari kedua polisi itu. Mereka berdua berdiri tepat didepan mobil Pramana. Seakan menghalangi untuk maju. .


Ada apa ini?


Dan sekarang hanya tersisa mobil mereka. Jalanan kembali sepi. Hanya ada satu satu kendaraan yang lewat.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2