ROMAYA

ROMAYA
Hari yang bahagia ...


__ADS_3

Seminggu telah berlalu. Sekarang bayi Billy sudah diperbolehkan pihak rumah sakit untuk dibawa pulang. Melihat kondisi Billy yang mulai membaik.


Kebahagiaan menyelimuti keluarga kecil ini. Putra mereka sudah berada dikediaman Pramana dan Maya.


"Mas... Kapan kita bikin acara selamatan Billy. Aku senang sekali, Billy sudah sehat sama seperti bayi seumuran nya. Berat badannya juga bertambah."


Tanya Maya sambil memberi Asi pada Billy.


"Bagiku terserah kau saja maunya kapan sayang..." jawab Pramana melihat putranya yang sedang lahap menyusu.


"Mas... Apa sudah ada perkembangan ibu? Kuharap ibu segera membaik. Agar dia bisa berjumpa dengan cucunya."


Pramana terkejut dengan perkataan Maya. Karena selama anaknya sakit. Ia sama sekali tak menjenguk Linda yang masih terbaring koma.


Sedangkan Laura sudah kembali kuliah lagi untuk mengikuti presentasi skripsinya.


"Astaga sayang... Aku lupa menanyakan keadaan ibu pada Dokter Gunawan. Terakhir sebelum aku menemukan kalian." Jawan Pramana yang menatap Maya dengan perasaan bersalah.


"Kenapa mas sampai melupakan ibu? Maafkan aku juga mas... Karna tak mengingatkan mu. Pikiran ku hanya terfokus pada putra kita saja."


Pramana tersenyum melihat istrinya yang sedang memeluk Billy.


"Bayi ini... Sudah kenyang ya mimik? Sekarang mau main ya sama Ayah dan Ibu?" Maya meletakan Billy diatas tempat tidur.


"Apa itu bunyi ponsel mu mas?" Tanya Maya pada Pramana yang sedang asik mengajak Billy bermain.

__ADS_1


"Coba kau lihat.. siapa yang menelpon."


Pramana melanjutkan kembali bersenda gurau dengan putranya. Billy yang hampir berusia dua bulan itu, mulai mengeluarkan suara. Bahkan membuat senyuman tipis. Hal itu yang semakin membuat Pramana tak ingin meninggalkannya.


"Mas... Ini dari Dokter Gunawan." Maya memberikan ponsel pada Pramana.


"Ya Dokter dengan saya sendiri." Sapa Pramana.


"Datanglah kerumah sakit sekarang juga Tuan. Keadaan Nyonya Linda sangat menegangkan." Sahut Dokter Gunawan dari balik telepon.


"Menegangkan? Ada apa dengan ibu saya?" Tanya Pramana dengan wajah yang terkejut.


"Datang lah... "


Dokter Gunawan mematikan sambungan teleponnya. Pramana terduduk dipinggir ranjang mereka. Pikiran nya kalut saat ini.


Dan tak mungkin juga ia tak melihat keadaan Linda. Dan Linda adalah ibu kandungnya.


"Pergilah mas... Diluar masih ada orang orang mu. Aku akan berhati hati dengan Billy."


Maya yang seakan tau kegundahan suaminya. Tak mungkin juga ia melarang Pramana pergi. Sedangkan saat ini kondisi Linda lebih membutuhkan dari pada Maya.


"Kau hati hati dirumah sayang. Nanti aku akan bilang pada mereka yang menjaga mu diluar. Agar tak menerima tamu siapapun. Kecuali Romi dan Mona." Kata Pramana ikut meyakinkan hatinya.


"Ya.. sampaikan salamku pada ibu... Jika beliau telah siuman." Kata Maya melepas kepergiannya sampai pintu kamar.

__ADS_1


"Kunci pintu nya. Jika butuh apa apa hubungi mereka yang menjaga mu..." Pesan pramana pada istrinya saat akan pergi.


Ya Tuhan lindungi suamiku, anakku dan aku dari segala macam bahaya...


Maya kembali mengunci pintu kamarnya dan membawa Billy naik ke atas kasur. Ia kembali memberikan ASI. Hingga bayi mungil itu kembali tertidur.



Dia menatap hangat putranya yang sedang terlelap. Matanya mulai berkaca kaca. Membayangkan apa yang telah mereka alami bersama. Hingga sekarang Billy kembali kepelukannya.


Berharap Billy akan tumbuh besar menjadi anak yang pintar dan pemuda yang baik.


"Bagaimana keadaan ibu saya Dokter?" Tanya Pramana saat mendekati Dokter Gunawan yang berdiri didepan ruang perawatan Linda.


"Lihat lah sendiri..." Ucap Dokter dengan tersenyum..


.


.


.


Bersambung


Beri dukungan pada Author berupa like vote dan koment kalian yang menarik. Karna akan menambah semangat Author lagi.

__ADS_1


salam cintoh.


__ADS_2