ROMAYA

ROMAYA
Mencari kontrakan


__ADS_3

"Kurang ajar kau Ren..." Beraninya kau memperlakukan ku seperti ini?" Raisa marah setelah ditinggal Ren pergi begitu saja.


Ia kembali kekamarnya. Mengemasi seluruh barang barangnya. Keluar dengan tergesa gesa.


Karna mobil telah dibawa oleh Ren. Ia terpaksa memesan taksi online. Tak berapa lama taxi datang. Raisa benar benar meninggalkan rumah dan juga pemilik nya.


Ia melihat kembali kebelakang. Rumah yang beberapa tahun ini menjaganya. Dan pemilik yang sangat mencintai nya.


"Kita lihat Ren, apa kau bisa bertahan tanpa aku."


Raisa kemudian masuk kedalam taxi. Didalam taxi, ia merenungi sikapnya selama ini. Entah apa yang sedang ia inginkan sekarang ini. Tapi benar benar tak rela jika Pramana dan Maya hidup bahagia.


Ia mencerna kembali perkataan Ren. Seharusnya ia bisa melakukan itu. Hidup bahagia tanpa merusak kehidupan orang lain. Namun bagian lain jiwanya sangat menginginkan kehancuran seorang Pramana Dewanto atas setiap penolakan pria itu padanya.


Tanpa sadar Raisa terlelap diatas Taxi. Sopir taxi tiba tiba berhenti mengemudi. Melihat kebelakang wanita cantik yang masih tertidur.


"Aduh.. mau kemana mbak ini ya...? Udah jalan jauh juga, tapi belum ngasih alamat. Ini sudah sesuai aplikasi seperti nya..." Gumamnya bingung.


"Mbak, mbak... permisi mbak..." Sopir itu memanggil manggil Raisa yang terlelap tidur.


Raisa tak mendengar suara sang sopir. Ia masih saja lelap dalam tidurnya. Merasa lebih bingung lagi, sopir itu memberanikan menyentuh lengan Raisa untuk membangunkannya.


"Mbak, mbak, maaf mbak... Bangun mbak..."


Karna tubuhnya terguncang, ia terbangun. Melihat pria asing dihadapannya. Ia langsung terkejut.


"Eeh... Siapa kau? Mana sopir taxi tadi. Kau mau merampok ya..." Raisa memegangi barang barangnya.

__ADS_1


"Bukan begitu mbak... Aduh.. gimana ini ya. Yang sopir taxi mbak pesan tadi itu saya. Dan saya mau nanya. Alamat ini mau kemana ya? Karna mbak ga ngasih tau saya. Daerah ini kan luas mbak... Mbak nya tertidur.. makanya saya bangunkan." Jelas sopir itu dengan ramah.


"Kan bisa tanpa sentuhan..." Raisa tetap ngotot menyalahkannya.


"Ya dari tadi saya panggil panggil tak menyahut, makanya saya bangunkan lagi." Usaha sopir tadi menjelaskan.


"Orang lagi tidur ya ga bisa langsung bangun lah..." Ngeyel Raisa bersikukuh.


"Makanya jangan tidur kalau diatas mobil umum. Kalau mobil sendiri itu hak anda." Jawab sopir mulai kesal.


"Suka suka saya dong... Orang dibayar juga taxi onlinenya." Raisa masih tak mau kalah berdebat dengan sang sopir.


"Terserah mbak deh... Saya cuma mau nanya... Tujuan mbak kemana? Biar langsung saya antar... Udah eneg nih..." Sopir itu tak bisa lagi menutupi kekesalannya.


"Eeeh... Tolong sopan ya sama wanita..." Jawab Raisa melotot.


Goda sopir itu yang mulai tertarik untuk mengerjai penumpangnya. Ia menahan senyuman nakalnya.


"Jangan mengada deh..." Jawab Raisa menggeser duduknya ketengah.


"Makanya cepat beritahu saya.." Sopir mendesak sambil menoleh kebelakang.


"Saya.. saya tak tau harus kemana..." Ucap Raisa lirih. Wajahnya tertunduk. Kemudian menaikan wajahnya melihat sopir yang menatap tak percaya pada Raisa.


"Lalu kenapa minta diantar ke daerah ini?" Selidik sopir tak percaya.


"Hanya ingin pergi dari rumah itu.." jawab Raisa pelan.

__ADS_1


"Mbak diusir suaminya ya?" Sopir mulai penasaran.


"Saya belum menikah..." Jawab Raisa.


"Ooo... Jadi bagaimana." Tanya sopir tersebut sambil menutup aplikasinya.


"Carikan saja kontrakan... Tolong" Raisa terpikir untuk tinggal di kontrakan. Karna tak mungkin kembali dalam waktu dekat ini kerumah orang tuanya.


"Mmm... Kebetulan disebelah kontrakan saya kosong. Apa mbak mau coba?" Tanya nya mulai melunak pada Raisa.


Kasihan .. cantik cantik terlunta lunta.


"Boleh... Kita kesana saja. Nanti saya beri ongkos lebih." Raisa mulai senang.


"Baiklah..."


Taxi online itu melaju meninggalkan tempat yang sepi dan gelap itu.


.


.


.



Jangan lupa dukungannya ya bebs... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2