ROMAYA

ROMAYA
Santapan Buaya


__ADS_3

Raisa memasuki pemukiman warga menengah kebawah. Melalui sebuah gang namun mobil itu tetap bisa melalui nya. Tak lama kemudian sopir taxi itu mengajak nya untuk turun.


"Silahkan mbak... Disini tempatnya."


Raisa turun tanpa mengeluarkan barang barangnya. Ia berjalan kedepan rumah yang dimaksud sang sopir.


Tempatnya lumayan bersih.


Aku akan coba dari sini mengintai keluarga payah itu...


"Silahkan mbak duduk disini dulu. Saya akan minta kunci ke yang punya kontrakan."


Raisa mengikuti perkataan sopir tersebut. Ia duduk didepan kontrakan sopir tersebut.


"Tunggu... Siapa namamu?" Tanya Raisa menghentikan langkah sang sopir.


"Bayu mbak..." Jawabnya menoleh dengan ramah.


"Raisa .." jawab Raisa santai.


"Ya?" Tanya Bayu heran.


"Aku Raisa..." Dengan senyuman kecut.


"Oh begitu... Sebentar ya mbak..."


Bayu yang akan meninggalkan Raisa seorang diri duduk diluar kontrakannya. Tiba tiba berubah pikiran, karna melihat ada tiga orang pria dalam keadaan mabuk berjalan dekat mereka.


Bisa gawat ini... Para buaya lewat, liat mangsa nanti disantap.


Bayu segera berbalik dan membuka pintu kontrakannya.


"Eh kenapa mas? Kenapa balik lagi." Raisa berdiri karna kaget melihat Bayu yang tiba tiba balik lagi.


"Ada buaya mbak..." Jawab Bayu buru buru.

__ADS_1


"Hah? Buaya?" Tanya Raisa lebih kaget lagi. Ia segera masuk setelah pintu kontrakan Bayu terbuka.


"Mana buaya nya?" Tanya Raisa melihat kearah bawah diluar jendela.


"Sebentar lagi lewat kok mbak..." Jawab Bayu menutup kain gordennya.


Terdengar dari kejauhan suara pria pria yamg sedang meracau. Mereka sempat duduk dipinggir teras kontrakan Bayu. Mengeluarkan minuman dan melanjutkan minum disana.


Raisa dan Bayu melihat mereka dari balik jendela. Karna lampu didalam ruangan Bayu mati.


Jadi ini buaya nya. Bisa gawat juga kalau aku sendirian duduk disana.


Raisa merinding membayangkan apa yang akan terjadi padanya, jika saja sopir itu tak kembali lagi.


"Makasi ya..." Bisik Raisa pada Bayu.


"Buat apa mbak..?" Tanya Bayu polos.


"Karna selamat dari terkaman buaya darat itu..." Senyum Raisa yang kemudian duduk diatas kursi rotan yang ada didalam rumah Bayu.


Bayu hanya tersenyum, ia masuk kedalam kamar. Mengambil ponsel disaku jaketnya. Dan menghubungi pemilik kontrakan dari dalam kamar nya.


"Masih mabukan dikampung ini? Biar saya saja yang kesana. Sekalian bawa anggota. Makasi ya. Dek Bayu sudah memberi tau.


Kalau temannya suka... Langsung huni saja. Nanti saya bawakan sekalian kunci nya." Jawab pak polisi tersebut dari seberang ponsel Bayu.


"Makasi ya pak..."


Bayu mematikan ponselnya. Ia kedapur mengambil dua gelas air putih. Dan memberikan satunya pada Raisa.


Lalu Bayu kembali berdiri didepan jendela. Ia melihat beberapa orang pria didepan rumahnya sedang pesta dengan suka ria.


"Kenapa kau tersenyum?" Tanya Raisa yang rupanya memperhatikan Bayu melihat sekelompok pria mabuk.


"Sebentar lagi ada tontonan seru... Mbak pasti suka. " Jawabnya girang.

__ADS_1


Raisa juga berdiri disebelah Bayu penuh penasaran. Bibirnya ikut menyunggingkan senyuman.


"Aku akan lihat .." jawabnya berpangku tangan.


Tak berapa lama, terdengar derap langkah dari samping kontrakan kosong yang akan dihuni Raisa. Bayu juga Raisa menolehkan kepala mereka kearah tersebut.


Pria mabuk diteras kontrakan Bayu terkejut bukan main. Melihat banyak anggota polisi menggrebek mereka. Ada yang mencoba berlari. Tapi karna mabuk dengan gampang polisi menangkapnya lagi.


Setelah beberapa pria mabuk itu ditangkap oleh petugas polisi yang kebetulan sedang patroli. Bayu membuka pintu rumahnya dan keluar bersama Raisa.


Dan pemilik kontrakan pun menyapa mereka.


"Maaf atas ketidak nyamanan ini dek Bayu." Sapa polisi itu ramah.


"Terimakasih pak sudah menolong kami." Sahut Bayu menyalaminya.


"Jadi siapa yang akan mengontrak?" Tanya nya melihat kearah Raisa.


"Oh iya pak... Ini kenali mbak Raisa. Baru datang, mbak ini yang mau ngontrak disebelah." Jelas Bayu.


Raisa maju untuk menjabat tangan polisi tersebut. Ia langsung mendapatkan kunci kontrakan. Setelah polisi itu pergi. Bayu menemani Raisa masuk kedalam dan memasangkan lampu yang sengaja dilepaskan pemiliknya.


Kontrakan siap pakai dan sudah ada perabotan sederhana didalamnya. Walaupun hanya satu kamar, kontrakan ini cukup bersih. Dan tak terlalu kecil.


"Makasi Bayu... Sudah bantu aku. Suatu saat aku akan balas kebaikan mu." Kata Raisa mengantar Bayu hingga kepintu depan.


"Sama sama mbak... Jangan sungkan. Saya ada disebelah kalau butuh bantuan lagi." Jawab Bayu sopan.


"Panggil Raisa saja..." Ajak Raisa sambil tersenyum.


"Raisa?"


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2