
Romi dan Ray masih menunggu ibu panti. Mereka asik mengajak Robi bermain dan bersenda gurau.
Dari kejauhan ibuk panti tadi bertemu dengan pemilik panti yang dimaksud. Mereka pasangan suami istri yang masih muda. Setelah 7 tahun menikah mereka belum dikarunia seorang anak.
Romi bisa melihat walau dengan samar, ibu tadi memberikan penjelasan pada kedua pasutri tersebut.
Dan mereka akhirnya berjalan kearah ruangan tempat dimana Ray dan Romi menunggu.
"Perkenalkan ini bu Dara dan pak Faisal pemilik panti ini."
Romi dan Ray berdiri menjabat tangan pasutri tersebut.
"Saya Ray, dan ini adik saya Romi." Sapa Ray ramah pada mereka.
"Jadi benar apa yang dibilang ibu Tuti tadi?" Tanya Faisal tiba tiba terlihat serius.
"Oh.. ibu Tuti ini?" Tanya Romi sambil menunjuk ibu panti yang pertama mereka temui.
"Eh.. iya Maaf.. saya belum memperkenalkan diri... Saya Tuti... Pengurus panti ini." Tuti kembali duduk dan menyapa kembali tamunya. Ray dan Romi mengangguk ramah.
"Begini pak Faisal, saudari kami mengalami peristiwa pilu. Dia juga sudah lama menanti kedatangan ponakan kami Billy .."
Ray membuka galeri ponselnya dan memperlihatkan foto Billy dari masih sehat sampai sudah meninggal pada pasutri tersebut.
__ADS_1
"Benar benar mirip dengan Robi mas..." Kata Dara menoleh pada Faisal, kemudian melihat Robi yang sedang dipangku Tuti.
"Ya.. tadi ibu Tuti juga sudah menjelaskan pada kami duduk permasalahannya. Bisakah kami minta waktu sebentar untuk berdiskusi. Hanya 10 menit." Pinta Faisal melihat Ray dan Romi.
Karna mengharapkan yang terbaik atas jawaban mereka. Ray dan Romi menunggu 10 menit lagi untuk mendengarkan sebuah keputusan yang membawa keberuntungan untuk mereka.
"Mas .. aku jadi cemas." Bisik Romi pada Ray.
"Tenanglah... Mereka orang baik... Semoga keberuntungan berada dipihak kita Romi."
Ray sangat optimis dengan jawabannya. Ia terus saja memperhatikan Robi yang masih mencuri curi pandang melihat kearah mereka.
Anak ini akan menjadi kebahagian dikeluarga Maya dan Pramana. Semoga apa yang kami lakukan bisa membawa kebaikan.
Ray berdoa dan berharap dalam hati nya. Tak hayal dirinya pun sangat cemas, bukan hanya Romi, ia juga akan merasa gagal setelah beberapa hari meninggalkan keluarga mereka.
"Sebelumnya kami turut berbelasungkawa atas kepergian Billy. Dan kami sudah mengambil keputusan mengenai Robi.
Sepertinya saudari kalian lebih membutuhkan kehadiran Robi dibandingkan kami. Karna kisah haru saudari kalian membuat kami menyadari sesuatu.
Jadi kami setuju jika kalian ingin mengadopsi Robi."
Faisal dengan ramah memberitahu kan pada Romi dan Ray persetujuan mereka. Walaupun dengan berat hati pasangan itu melepaskan Robi.
__ADS_1
"Terima kasih Tuan dan Nyonya... Terima kasih. Kami doakan kalian mendapatkan apa yang kalian minta pada Tuhan..." Jawab Ray sambil berdiri sekali lagi menyalami pasutri tersebut.
"Robi... Kesini nak..." Panggil Dara yang sudah seperti ibu bagi Robi.
Robi turun dari pangkuan Tuti dan berlari kecil duduk dipangkuan Dara.
"Sayang... Anak Bunda yang baik... Nanti sama ..." Dara melihat kearah Ray dan Romi.
"Mama Maya..." Jawab Romi cepat, seakan mengerti maksud Dara.
"Nanti kalau sudah bertemu dengan mama Maya... Jangan nakal nakal ya nak...?"
Nasehat lembut Dara pada Robi. Ia menciumi seluruh wajah batita tersebut. Air matanya menetes. Melepas Robi yang sudah mereka anggap seperti anak sendiri.
"Mama..." Ucap Robi mengikuti Dara.
"Iya sayang... Mama... Bunda akan selalu doain kamu dari sini nak." Dara memeluk Robi sebagai salam perpisahan pada anak imut itu.
.
.
.
__ADS_1
Dukung terus Author ya.. bebs...😘😘😘☕