ROMAYA

ROMAYA
Karyawan Pramana


__ADS_3

"Pram... Bagaimana kalau kalian tinggal dirumah utama... Jangan tinggal lagi dirumah lama itu. Sudah sangat sempit. Ibu berencana akan menjualnya."


Pramana melihat kearah Maya.


Seperti nya Maya suka tinggal dirumah itu. Aku tak mungkin menjualnya.


"Aku akan bicara kan dulu dengan Maya bu... Jangan terburu buru. " Pramana meminta waktu pada ibunya.


"Atau dibikin villa aja mas... Jangan dijual deh.. kasihan. Disana udara nya enak.. adem... Sejuk." Laura pun memberi pendapat.


"Ya terserah kalian saja... Bangunan nya juga udah kuno.. udah lapuk." Imbuh Linda.


"Rumah itu ... Aku suka tinggal disana bu. Warga disana juga semua baik baik." Maya tersenyum menatap ibu mertuanya.


"Untuk sementara waktu mungkin kami akan tinggal disana bu... Sambil memberi tau warga kalau kita akan pindah. Tapi sepertinya aku akan membawa Maya pindah kerumah kenanga.. Aku sudah mempersiapkan semuanya. "Imbuh Pramana.


"Baiklah... Itu terserah kalian saja. Tapi nanti sesekali menginaplah dirumah utama ya .."


Pramana mengelus ngelus punggung ibunya. Sesekali wanita itu dipeluknya.


"Mas... Aku lapar.. bagaimana kalau kita makan siang di restoran kak Bara." Laura membujuk Pramana.


Mereka semua turun kerestoran yang dimaksud Laura. Banyak para karyawan yang melihat mereka berjalan. Sekaligus melirik istri Pramana yang cantik.


"Itu istri Direktur kita .. cantik ya .." kata salah seorang karyawan Pramana yang bernama Ruri.


"Mereka serasi sekali... " Imbuh Sari.


"Ibunya Bos sayang banget ama dia" kata Ruri.

__ADS_1


"Kelihatan dari cara mereka jalan gandengan mulu.. udah kaya truk ajaj.." celetuk Sari.


"Pengen deh dapetin mertua yang baik dan kaya seperti ibunya bos" angan angan Ruri


"Mimpi lo..." Ledek Sari


"Ahahahahahha" mereka berdua tertawa.


Terdengar tawa dari dua orang karyawan yang sedang berkumpul melihat keluarga itu berjalan.


"Sayangnya bos ga ngantor disini... Jadi gue susah deketinnya .. coba kalau tiap hari ketemu bisa jatuh cinta bos ama gue... Secara hue kan cantik" Ruri sangat percaya diri.


"Aalah... Banyak gaya lo. Pak Trisno yang asisten bos aja ga bisa lo deketin." Kata Sari mengingatkan.


"Bukqn level gue tau...!" Tegas Ruri.


"Nah trus level lo satpam didepan..." Imbuh Sari.


"Kan lumayan satpam ganteng lagi... Udah kerja.. dari pada jomblo... Weee" ledek Sari.


"Lo aja yang deketin" kesal Ruri.


"Nah gue udah punya pacar tuh dia lagi lirik kesini..." Sari melambaikan tangan pada lelaki yang berseberangan didepannya.


"Udah buruan aja nikah nya... Jelek lagi" kata Ruri.


"Syirik... Bilang boss.... Hahahha" celetuk Sari sambil tertawa.


"Ooh no.. oh no .. oh no... No no no..." Ruri menirukan tok tok yang sedang viral saat ini.

__ADS_1


"Heh.. kalian mau bekerja apa mau bicara?" Tiba tiba seorang wanita menegur mereka berdua.


"I iya... Buk bekerja .." sahut Sari gugup.


"Sambil bicara... Wkwkwk" gumam Ruri menutup mulut dengan telapak tangannya.


"Dari tadi ngobrol keasyikan. Saya lapor kalian... Mau dipecat. Cari aja kerja yang banyak ngomong sana..." Imbuh wanita itu lagi. Ternyata ia senior dikantor ini.


"Boleh buk... Saya juga bosan kerja diam terus... "


Kata Ruri asal bicara pada wanita yang berdiri didepan mejanya.


"Kau berani sekarang ya..." Bentak wanita itu.


"Bukan gitu buk... Masa ngobrol aja ga boleh.. mang ibuk yang punya perusahaan ini. Yang penting kan kerjaan beres, selesai tepat waktu, trus... Santai sedikit kan ga kenapa..." Imbuh Ruri lagi.


"Maaf buk.. lain kali kami ga gitu lagi. Maafin teman saya." Tambah Sari menengahi debat tersebut.


"Lhaa... Lu ngapain minta maaf? Kita mah sama... Dia udah tua ga naik naik pangkat. Tandanya pekerjaan ga bagus. Ga laku laku juga. Sibuk aja ngurusin urusan orang."


Ruri berdiri dan berjalan meninggalkan mejanya. Ia berbelok keluar dari pintu.


"Hei.. kau mau kemana? Dibilangin malah melawan. Aneh."


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2