ROMAYA

ROMAYA
Kepulangan Linda


__ADS_3

"Bagaimana keadaan ibu saya Dokter?" Tanya Pramana saat mendekati Dokter Gunawan yang berdiri didepan ruang perawatan Linda.


"Lihat lah sendiri..." Ucap Dokter dengan tersenyum..


Pramana memberanikan dirinya untuk memasuki ruangan perawatan Linda. Ia mendapati sosok Linda yang masih terbaring lemah.


Mendekati, lalu mengecup kening sang ibu. Pramana duduk dikursi samping tempat tidur Linda. Memegang tangan tua yang dari kecil telah merawatnya.


"Bu... Aku datang..."


Pramana mengusap kedua matanya yang mulai berkaca kaca. Ia tak ingin terlihat cengeng dimata Ibunya. Memperhatikan tubuh Linda yang masih kaku, seakan tak menampakan reaksi apa apa dari sentuhannya.


"Bu... Ibu harus sehat. Cucu yang ibu tunggu tunggu kini menunggu ibu dirumah kita. Dia bayi laki laki, aku beri nama Billy Aji Dewanto. Sekarang usianya sudah hampir dua bulan."


Pramana menghentikan ucapannya. Air matanya menetes. Bayangan akan kehilangan menyelimuti pikirannya. Wanita tua yang takan bisa bertemu dengan cucunya.


Entah mengapa ia terisak, seakan mencurahkan segala kegundahan hatinya didepan Linda. Wanita yang mengandung dan membesarkannya.


"Ibu... Aku sangat sedih saat ini. Disatu sisi... Anak ku telah pulih. Dan disisi lain ibu yang paling ku sayangi terbaring disini. Masih terbaring lemah."


Ia mengecup berkali kali tangan Linda. Sehingga tangan itu merasakan air mata putranya yang sangat mengharapkan kesembuhan nya.


"Maafkan aku bu... Karna tak menghiraukan mu beberapa hari ini. Kondisi Maya dan Billy sangat memprihatinkan. Aku menemukan mereka dalam keadaan kacau balau, saat penculikan itu. Beruntung Billy melewati masa kritis itu. Ia anak yang kuat seperti Maya."


Pramana mengeluarkan saputangan dari saku jaketnya. Menyeka air mata yang tak pernah berhenti mengalir. Perasaan bersalah kepada Linda membuatnya merasa seperti anak durhaka.


"Apa kau bilang? Maya dan anakmu diculik?"

__ADS_1


Tiba tiba Linda bangun dan bertanya dengan suara keras pada Pramana.


Pramana terkejut tak menyangka jika Linda sudah sepenuhnya sehat. Ia langsung memeluk wanita terbaik didunia baginya.


Sudah beberapa hari yang lalu, Linda sadar dari komanya. Ia diberikan perawatan yang terbaik. Ia sempat mendengar bahwa Pramana mengalami musibah pada putranya dari seorang perawat yamg mengganti pakaiannya.


Linda meminta Dokter Gunawan untuk tidak memberitahu Pramana tentang kondisinya saat ini. Dengan tujuan Pramana bisa lebih fokus mengurus anak mereka.


"Ibu .. ibu sudah sadar?" Tanya Pramana tiba tiba didalam pelukannya.


"Bagaimana keadaan cucuku..? Aku sangat mencemaskannya sejak tau ia kritis." Tanya Linda.


Linda tak menjawab pertanyaan Pramana, malah balik bertanya dengan wajah cemas.


"Mereka baik baik saja bu. Sekarang ada dirumah."


"Dokter, aku ingin pulang hari ini... " Kata Linda pada Dokter Gunawan yang melihat interaksi mereka berdua sejak tadi.


"Boleh Nyonya. Kondisimu sudah lebih baik sekarang. Silahkan jika anda mau pulang." Jawab Dokter Gunawan dengan ramah.


"Kau dengar Pram... Ibu mu ini sudah boleh pulang. Ayo lekaslah..." Ajak Linda pada putranya.


Pramana melihat ibunya yang sangat semangat. Ia mengemasi sendiri barang barangnya. Dan berdiri didepan Pramana yang sedang tercengang melihat prilakunya.


"Ibu... Kau bersemangat sekali. Santai lah sedikit.. ibu baru saja sembuh dari luka tembakan."


Pramana mengingatkan Linda dengan kondisi tubuhnya.

__ADS_1


"Sudahlah ayo cepat... Ada Dokter Gunawan yang akan mengobati ku.. " jawab Linda yang saat ini akan keluar dari ruangan rawatnya.


"Terimakasih Dokter telah merawat ku dengan baik. Sekarang aku akan menemui cucu laki laki ku..."


Linda menyalami Dokter Gunawan dengan wajah yang sangat bahagia. Bayangan bermain dengan cucu sudah terlintas dibenaknya.


"Sama sama Nyonya Linda. Itu sudah kewajiban saya. Dan nyonya harus jaga pola makan dengan baik. Minum obat dengan teratur. Dan jangan mengangkat sesuatu yang berat." Jelas Dokter Gunawan dengan teliti.


"Aku mengerti..." Jawab Linda. Dan langsung meninggalkan ruang rawat nya.


"Dokter saya pamit dulu. Terimakasih atas semua kerja keras Dokter..."


Pramana menyalami nya dan menyusul Linda dengan cepat.


.


.


.


Bersambung


Dukung Author dengan memberikan Like , vote juga koment menarik kalian ya.


sebagai penyemangat Author dalam menulis Karya.


terimakasih sebelumnya.

__ADS_1


salam cintooh


__ADS_2