ROMAYA

ROMAYA
Bertemu dengan ibu mertua


__ADS_3

"Sayang... Dia ibu dan adikku ..."


Maya langsung mendekat, ia menyalami wanita paruh baya tersebut dan mencium punggung tangannya.


"Kau sopan sekali..."


Ibu Pramana terlihat sangat senang setelah bertemu dengan menantunya. Karna sangat bahagia ia langsung memeluk Maya.


"Maaf ya nak .. ibu tidak hadir dalam pernikahan kalian.. semoga kalian selalu bahagia.."


Maya berkaca kaca dipeluk wanita yang telah lama ingin ia jumpai. Tak sadar air matanya jatuh.


"Sayang .. kau menangis?"


Ibu Pramana yang bernama Linda mengusap air mata Maya dengan sapu tangan yang sedang ia pegang.


Maya menundukkan wajahnya. Entah kenapa ia sangat bahagia karna masih memanggil seorang wanita paruh baya dengan sebutan ibu. Ia merasa merindukan ibunya.


"Sudah ayo duduk..."


Linda merangkul Maya untuk duduk didekatnya. Sedangkan Pramana duduk diseberang mereka.


"Aku Laura Mbak... Adik mas Pram..."


Laura mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan Maya.


"Kamu cantik sekali Laura..." Maya menghela nafasnya mencoba menetralisir kan kembali perasaannya.


"Apa kabar bu? Ibu sehat?"


Pramana menyalami ibunya dan memeluk wanita yang terbaik baginya didunia ini.

__ADS_1


"Tentu... Jika tidak... Bagaimana aku bisa kesini..."


Maya tersenyum melihat kedekatan keluarga ini. dan Pramana yang terlihat sangat menyayangi ibu dan adiknya.


Ibu mas Pram sangat cantik. Walaupun sudah berumur... Tapi ia tetap modis dan kekinian. Aku sangat kagum pada beliau..


Dan... Ternyata aku masih mempunyai seorang ibu lagi... Aku sangat bahagia hari ini


"Ada apa Maya? Dari tadi kau terlihat sangat sedih .. air mata mu sudah banyak yang turun. Sisakan lah untuk besok..."


Canda Linda pada menantunya.


"Bukan sedih bu... Aku sangat bahagia. Aku sudah lama sangat ingin bertemu dengan Ibu .. tapi mas Pram selalu mengelak." Jawab Maya seakan mengadu.


"Benarkah Pram?" Pramana menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku bahagia... Masih mempunyai seorang ibu lagi... Dan ibu begitu cantik .."


"Syukurlah .. ibu juga sangat ingin bertemu dengan mu... Tapi saat itu ibu masih di Singapura menjalani pengobatan."


"Ibu sakit apa?" Maya terlihat cemas menatap Linda dan Pramana.


"Bukan parah sayang... Pramana saja yang ingin ibu berobat disana. Untuk operasi mata membuang lemak disini .."


Linda menunjuk matanya yang sekarang sehat dan tak menggunakan kaca mata yang tebal lagi.


"Syukurlah... Semoga ibu selalu sehat.. "


Maya mengecup kembali punggung tangan Linda. Hingga wanita paruh baya itu sangat senang melihat menantu yang ia idam idam kan telah ada didiri Maya.


"Aamiin... Makasi sayang..."

__ADS_1


"Mas... Aku dianggurin sama ibu... Karna udah ketemu mantunya yang cantik seperti bidadari..."


Ujar Laura berkelakar sehingga mereka semua tertawa.


"Bukan kamu aja Ra... Mas juga ini... Dianggap security disini..."


Linda memukul Pramana dengan dompet yang ia bawa.


"Kapan kita bisa makan malam bersama sayang? Ajak juga adik mu dan istrinya. Kalian nanti malam bisa kan?"


Sebuah undangan dari Linda. Maya menoleh pada Pramana seakan menunggu keputusan suaminya.


"Iya bu.. kita usahakan. Sayang... Nanti aku akan hubungi Romi."


"Bagaimana dengan butik baru nya mbak? Mbak suka?" Laura sumringah bertanya pada Maya tentang butik barunya.


"Iya... Mbak sangat suka." Maya tersenyum.


"Mas Pram mendadak sekali menyuruh karyawan nya. Tapi untung semua berjalan lancar. Tadi aku juga udah lihat sebelum kesini. Bagus banget."


Laura sangat senang bercerita. Karna sekarang ia merasa punya kakak perempuan yang selalu bisa ia ajak bicara.


"Pram... Bagaimana kalau kalian tinggal dirumah utama... Jangan tinggal lagi dirumah lama itu. Ibu berencana akan menjualnya."


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2