ROMAYA

ROMAYA
Kabar baik dari Maya


__ADS_3

Rumah sakit disore hari sudah tak seramai kegiatan pagi hari. Yang banyak didatangi orang untuk memeriksakan kesehatannya.


"Kau tunggu disini.. aku akan tanya resepsionis."


Maya lalu duduk disebuah kursi tunggu. Pramana bergegas bertanya. Dan wajahnya berbinar saat suster mengatakan Dokter Asti masih ada diruangannya. Pramana mengisi buku pendaftaran pasien baru rumah sakit itu.


"Sayang ayo... Dokter Asti masih diruangan nya. Suster ini akan mengantar kita."


Mereka mengikuti suster tersebut berjalan sampai diruangan Dokter Asti.


"Sebentar Tuan dan Nyonya... Saya akan memberitahukan pada Dokter Asti terlebih dahulu. Silahkan menunggu disini." Suster langsung berjalan kedalam ruangan yang dimaksud.


"Kuharap semua baik baik saja ya mas .." Maya terlihat cemas.


"Nyonya Dewanto... Silahkan..."


Mereka masuk setelah suster mempersilahkan masuk keruangan Dokter Asti.


"Selamat siang Dokter..." Pramana menyapa terlebih dahulu.


"Selamat siang Tuan Dewanto. Nyonya Maya... Rupanya ini pasien yang dibilang oleh dokter Alisa." Sapa dokter cantik yang memakai hijab.


"Ya dokter .. saya Maya." Jawab Maya.


"Tidak perlu cemas Nyonya ..


Ayo kita langsung periksa .. silahkan Tuan dibantu Istrinya." Dokter itu tersenyum menunggu diruang pemeriksaan.

__ADS_1


Pramana melihat sebuah benda yang menyerupai komputer, ada begitu banyak alat disana. Dokter Asti membuka kancing baju Maya bagian perutnya. Kemudian mengoleskan dengan semacam gel.


"Apa itu dokter? Apakah tidak apa apa...?"


Pramana cemas melihat peralatan yang begitu banyak digunakan dokter pada Maya.


"Nanti anda juga akan tau..." Dokter Asti tersenyum.


Ia mulai meraba rabakan sebuah alat diatas perut Maya. Seperti mencari sesuatu. Maya menggenggam erat jemari Pramana cemas akan terjadi sesuatu yang menakutkan.


"Ternyata dugaan Alisa benar..." Gumam Dokter tersebut.


"Ada apa dokter?"


Pramana tampak gelisah. Senyuman Dokter Asti bagai misteri dimatanya. Ia membantu Maya merapikan pakaian nya dan duduk didepan meja kerja Dokter Asti.


"Tidak ada apa apa Tuan. Istri anda sangat sehat... Dan saya ucapkan selamat .. anda akan menjadi seorang ayah.."


Pramana terpaku mendengar perkataan dokter Asti. Mulut nya ternganga dan memandang Maya yang sudah berkaca kaca.


"Apa istri saya hamil Dokter?" Tanya nya lagi memastikan.


"Benar... Sekali lagi selamat ya...


Umur kehamilan istri anda sudah 6 minggu."


Maya memeluk Pramana seketika tangisan nya pecah. Sepasang suami istri itu seakan mendapat kan hadiah yang paling terindah.

__ADS_1


Terimakasih Tuhan... Akhirnya kami dipercayakan menjadi orang tua. Rumah tangga kami akan lebih berwarna... dengan kehadiran bayi mungil yang lucu.


"Sayang... Aku akan menjadi seorang ayah... Kita akan punya anak sayang..."


Pramana mengecup kening Maya. Ia tak mengingat bahwa mereka masih berada diruang Dokter Asti. Sementara dokter tersebut juga ikut bahagia melihat haru biru pasangan ini.


"Dan Nyonya Maya... Saya akan resepkan obat untuk anda. Diminum ya .. juga sebaiknya konsumsi susu ibu hamil. Jaga pola makan ya Nyonya. Konsumsi makanan yang sehat dan tak berlebihan. Jika ada keluhan datang lagi kesini." Jelas Dokter Asti menyerahkan resep obat pada Maya.


"Baik dok... Kalau begitu kami permisi... Terimakasih dok"


Hati pria ini sangat bahagia. Seperti ada ribuan kupu kupu yang terbang dibagian perutnya. Ia tak bisa lagi menyembunyikan kebahagiaannya.


Pramana seketika mengendong Maya ala bridal style, hingga Maya merona karna ulah suaminya. Banyak mata yang menatap mereka, tapi Pramana tak menghiraukan. Ia hanya ingin melakukan apa yang hatinya suruh.


"Mas.. jangan begini. Turunkan aku..." Pinta Maya setengah berbisik.


"Kau malu digendong suamimu sendiri? Hmmm"


"Disini banyak sekali orang mas .. ayo turunkan aku..."


"Aku tak peduli... Yang jelas aku sangat bahagia .. aku mencintaimu sayang."


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2