ROMAYA

ROMAYA
Merasa Berdosa


__ADS_3

"Mona... aku turut berduka sayang" Romi berbisik duduk dibelakang Mona.


Gadis itu menoleh kearah belakang. Ia melihat kehadiran Romi. Ia langsung berbalik memeluk Romi. Mona merasa lebih tegar akan kehadiran Romi.


Para pelayat saling melirik melihat kedekatan Romi dan Mona. Bahkan mereka berpelukan disuasana duka ini.


"Sudahlah.. kau harus sabar Mona. Aku turut bersedih atas kesedihanmu"


Mona melepaskan pagutannya. Ia menatap Romi dan memberikan sedikit senyuman. Menatap kembali tubuh kaku didepannya.


"Aku tak akan meninggalkan mu Mona."


Romi berbisik dibelakang Mona. Dan disahuti oleh anggukan dari Mona. Sesekali gadis itu menoleh melihat Romi.


Ya Tuhan ampuni aku karna telah melenyapkan lelaki yang sedang terbujur kaku didepan ku ini. Tapi aku berjanji akan menjaga putri yang ditinggalkannya. Dan aku juga mulai mencintainya.


Maya duduk disamping Romi yang sejak tadi mengelus ngelus pundak Mona memberikan dukungan agar gadis itu sabar dalam menghadapi kenyataan yang telah terjadi.


"Romi.. sebaiknya kita pulang"


Maya berbisik pada Romi. Karna ia tak tahan jika harus ikut berduka dengan orang yang telah menjamahnya tanpa izin. Meskipun Mawarto telah mati, Maya tetap merasa sakit hati atas perbuatan lelaki tua ini.

__ADS_1


"Aku harus menemani Mona mbak, sebaiknya mbak pulang saja jika disini terasa berat."


Maya pun undur diri dia pamit pada orang orang yang ada disana. Dengan alasan kurang enak badan.


Ia berjalan meninggalkan kediaman Mawarto yang sedang berduka. Dalam hati Maya mengutuk perbuatan Mawarto dan berjanji takan memberi maaf pada lelaki bejat itu.


Ia melihat sebuah mobil berhenti dekat Maya berjalan sekarang, karna begitu banyak mobil yang parkir tak memungkinkan jika langsung masuk pekarangan rumah duka.


Istri Mawarto terlihat menangis turun dari mobil. Ia ditemani beberapa orang saudara nya. Mereka masuk kerumah terdengar suara tangisan dan jeritan dari sang istri juragan sombong didesa itu.


Maya mengawasi dari jauh, ia mencemaskan keadaan Romi. Tentu mereka akan menyuruh Romi keluar dari rumah itu.


Karna merasa aman dengan keadaan adiknya. Maya berjalan menuju kedai baksonya. Walaupun hati nya berat masuk ketempat yang menodai nya.


Pelan pelan Maya membuka pintu kedai baksonya. Ia melihat banyak uang ratusan ribu berserakan didalam. Didalam kamar tempat mereka menggagahi Maya pun berserakan uang yang sangat banyak.


Tak terasa air mata Maya mengalir. Ia kembali teringat kejadian yang semakin membuatnya mengutuk Mawarto.


Maya terduduk dilantai didepan pintu kamar kecil tersebut. Ia meratapi ujian yang datang bertubi tubi padanya.


Maya benar benar benci dan jijik akan dirinya sendiri. Melepaskan segala sesak didadanya yang ia tahan.

__ADS_1


Mas Abi... kenapa kamu pergi begitu cepat saat pernikahan kita masih seumur jagung mas?


Hidup ku benar benar hancur setelah kau pergi. Semua meremehkan ku. Menganggapku seperti seonggok sampah yang bisa dibuang kemana mereka suka.


Kali ini aku sangat berdosa, aku sangat kotor. Aku sudah seperti wanita murahan.


Lihat ini mas Abi... lihat ini...


Maya menangis tersedu sedu. Menyalahkan garis kehidupan yang lalui hingga kini. Ia merutuki dirinya sendiri.


Ingin rasa nya ia mati agar tak menjalani hidup yang penuh kesusahan terus menerus.


Rasanya ia tak sanggup menghadapi masalah lagi. Dan mati adalah jalannya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2