
"Akhirnya kau datang juga Romi. Aku sangat menyukai mu"
Mona berbisik ada Romi. Dan adegan itu langsung membangunkan senjata milik Romi. Karna ia belum pernah memeluk wanita selain Ibu dan kakaknya Maya. Dan ia mendapat sentuhan dari wanita lain.
Apalagi Mona mengenakan baju tidur yang transparan. Terlihat ia tak menggunakan dalaman pada dadanya. Hingga pu..ting keduanya terlihat samar dari balik baju tidurnya.
Ia menarik Romi ketempat tidur, memeluk pria itu lagi. Kali ini nafas Mona terdengar sedikit sesak. Ia memeluk pria yang disukai nya dengan sangat erat. Hingga Romi merasakan tumpukan daging pada dada Mona menempel ke tubuhnya.
Mona bergegas berjalan kearah pintu dan mengunci pintunya dari dalam. Mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur.
Ia kembali memeluk Romi. Lelaki itu menjadi serba salah. Tujuan awalnya hanya untuk membunuh lelaki tua yang menjebak kakak wanita satu satunya. Tapi pemandangan didepan mata tak bisa ia biarkan begitu saja.
Mona seperti memberi jalan Untuk mendapatkan kehangatan pada dingin malam yang amat menusuk.
Tanpa segan Romi bergerak setelah mendapat lampu hijau. Ia membalas pelukan Mona. Menjelajahi seluruh tubuh bagian belakang Mona. Hingga bajunya tersingkap melihatkan pahanya yang putih dan mulus.
Mawarto aku akan menggagahi putri kecilmu. Hingga tak kan ada satu lelaki yang akan mau menikah dengan nya. Mungkin ini akan sangat menyiksa mu Mawarto...
Menampilkan senyuman seringainya Romi beraksi karena sesuatu yang besar terasa mulai mengeras pada bagian bawahnya. Romi memegang kedua pipi Mona.
Dengan sedikit membungkuk Romi mengecup bibir ranun berwarna pink itu. Tubuh Mona terasa bergetar mendapat ciuman dari Romi.
__ADS_1
Walaupun mereka sama sama baru melakukannya pertama kali. Tapi Romi bersikap seolah sudah biasa melakukannya. Ia menenangkan jantungnya yang dari tadi berdetak tak karuan.
Ia melu..mat bibir Mona hingga menjelajahi sampai kedalamnya. Membelit lidah manis itu. Dan melepasnya saat nafas Mona mulai tersengal.
Romi melihat Mona memejamkan matanya merasakan nikmat ciuman yang disuguhkan Romi.
Wanita ini benar benar ingin disentuh.. kau sama saja dengan Mawarto yang haus sentuhan.
Romi mengecup pipi Mona, turun kebagian dekat telinganya. Menjilati sedikit bagian daun telinga itu. Sehingga Mona berdesis. Romi pun menutup mulut Mona.
"Tahan suara mu. Jika tidak semua orang akan mendengar suara desa..han mu itu sayang .."
"Tenanglah... jika kau mengharapkan sesuatu yang lebih Mona"
Romi kembali berbisik ditelinga Mona satunya lagi. Seluruh tubuh Mona menikmati setiap sentuhan Romi.
Kali ini ia berdiri dibelakang Mona. Sedikit tersenyum melihat wanita itu tetap memejamkan matanya merasakan belaian tangan Romi.
"Apa kau menyukai nya?"
Romi kembali berbisik sambil memeluk Mona dari belakang. Wanita itu hanya mengeluarkan suara desa..han yang berusaha ia tahan.
__ADS_1
"Kita akan melanjutkan nya?"
Kali ini Romi menyentuh buah dada Mona ia mere..masnya dengan lembut. Menciumi leher Mona dari belakang. Wanita itu semakin mende..sah pelan. Nafasnya tersengal sengal menahan sensasi sentuhan tangan Romi.
"Ro..mi.. aku mencintai mu..."
Romi memainkan pu..ting dada Mona. Seketika tubuh wanita itu menggeliat. Sedangkan daun telinganya masih berada dalam mainan mulut Romi. Lalu ia mere..mas lembut kedua daging kenyal itu.
"A..aaku.. mi..lik mu... Romi"
Mona pasrah menyerahkan diri pada Romi. Ia sangat berharap mendapatkan sentuhan yang lebih dari Romi. Sementara dari belakang ia merasakan senjata Romi yang sudah menggeras seakan siap untuk bertempur.
Mona membalikan tubuhnya menghadap Romi. Ia menciumi bibir lelaki yang ia cintai. Tanpa ragu Romi membalas gerakan Mona.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1