ROMAYA

ROMAYA
Sebuah keinginan


__ADS_3

"Ray? Ada apa ia menelpon mu?" Lana masih diam di sana terduduk dengan selimut yang membalut tubuhnya, juga air mata yang mengalir di pipinya.


Dan ponsel itu tak lagi berdering saat Pramana akan mengangkatnya. Tapi sebuah notifikasi masuk ke ponsel Lana.


'Lana... Apa kau masih bersama Dewa? Hubungi aku lagi jika kau sudah sendiri. Aku merindukanmu...'


"Jadi selama ini kau dan Ray.."


Pramana meletakkan kembali ponsel Lana tepat didepan wanita itu.


"Ternyata Maya juga seorang penyelamat bagi ku. Kekasih dan sahabatku telah mengkhianati ku. Sulit dipercaya... Saat ini tak masalah bagi ku Lana. Aku bersyukur ada lelaki yang lebih menyayangi mu dari aku.


Lebih baik kau bina hubungan mu dengan Ray... Aku akan mendukung kalian. Karena kalian adalah teman teman ku." Imbuh pramana.


"Pram... Maafkan aku .. kau tak pernah memberikan apa yang aku inginkan. Kudapatkan itu dari Ray .." Lana mengungkapkan isi hatinya yang ia pendam selama ini dari Pramana.


"Ya .. laki laki itu Ray .. aku sudah menduga sebelumnya. Sebaiknya nya kalian segera menikah. Sebelum sesuatu yang memalukan terjadi pada mu. Aku pergi..."


Pramana berjalan keluar dari kamar apartemen Lana. Dengan kesal ia sangat membenci kejadian tadi. Tak menyangka Lana akan berbuat seperti wanita murahan.


Aku sangat benci diri ku hari ini...


Pramana meraup kasar wajahnya. Dan menghempaskan nafas kasar. Ia berulang kali menepuk nepuk bagian tubuhnya.


Maya... Aku sangat bersalah padamu.. maafkan aku. Ini bukan keinginan ku sayang ..


Lebih baik aku hubungi Ray...


Pramana merogoh ponselnya disaku. Kemudian memencet nama Rayyan.


"Ya Dewa .."

__ADS_1


"Kau temui lah Lana. Aku sudah pergi darinya. Dia bertingkah seperti wanita gila padaku. Kuharap kau bisa bersungguh-sungguh dengan nya. Dengan apa yang telah kalian lakukan. Aku tunggu kabar baiknya."


"Dewa... Dewa..."


Terdengar suara panggilan dari Ray. Tapi Pramana lebih dulu memutuskan sambungan telepon mereka. Ia masuk kedalam mobil ingin segera pulang dan membersihkan tubuhnya.


***


"Mas... Aku lapar .." Mona terduduk, dia membangunkan Romi.


"Ya .. Mona..." Romi melirik jam dinding dikamar mereka.


"Ini sudah sangat larut sayang .. kau mau makan apa?"


Romi mengelus perut besar Mona. Ia tak ingin membuat istrinya sedih. Karna itu bisa mempengaruhi kehamilannya. Dengan senyuman ia mengecup kening istrinya.


"Aku ingin makan es krim mas .." Mona mengelus ngelus perutnya. Menatap penuh harap pada Romi.


"Es krim? Malam malam begini?"


Romi tertawa melihat Mona menggoyangkan lidahnya ke kiri dan ke kanan.


"Baiklah... Tunggu disini."


Romi keluar kamar, ia mengambil es krim dalam kulkas yang sudah dibawa nya dari mini market. Karna sore tadi ia mendengar Mona ingin makan es krim vanilla.


Ini yang namanya suami siaga... Sedia payung sebelum hujan. Sedia es krim sebelum keluar ... Ahahahah...


Romi sangat senang dengan ide nya sore tadi. Kemudian ia melahap es krim satunya. Sambil berjalan kedalam kamar mereka.


"Cepat sekali .."

__ADS_1


Mona sumringah melihat Es krim Vanilla ditangan Romi. Dia juga melihat es krim yang sedang dimakan Romi.


"Suami siaga sayang. ." Romi menyodorkan es krim vanilla yang langsung disambut Mona.


"Itu apa?" Ia bernafsu melihat eskrim coklat Romi yang hampir habis.


"Ini es krim coklat. Enak sekali"


"Aku mau yang itu saja. ." Mona menadahkan tangannya kearah Romi.


"Tapi... Ini sedikit lagi habis sayang .."


"Aku mau itu!"


Romi memberikan es krimnya pada Mona dan menerima es krim vanilla yang langsung diberikan Mona padanya.


"Hmmmm... Ini lebih enak dari pada vanilla .."


Romi hanya tersenyum, ia menyeka sisa es krim di mulut Mona. Dan menatap es krim vanilla yang masih terbungkus ditangannya.


"Bernyanyilah...!"


"Apa?"


"Bernyanyilah sayang..." Romi membulatkan mulutnya karna mendengar permintaan Mona.


Untung saja istri sendiri .. kalau istri orang lain tak tidur saja...


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2