ROMAYA

ROMAYA
Bertemu Billy


__ADS_3

"Sayang...." Senyum Pramana menyapa istrinya, walaupun dengan pandangan yang kabur.


"Jangan tidur lagi..." Sahut Maya mengelus wajah Pramana yang sedang tersenyum.


"Aku tidur?" Tanya Pramana dengan suara yang masih pelan.


"Hampir 6 bulan mas... " Jawab Maya tersenyum.


"Mengalahkan beruang saat tidur..." Guraunya mengecup pipi Maya yang ia tarik hingga mendekati bibirnya.


"Aku ingin duduk sayang..." Pinta Pramana.


"Jangan dulu... Aku akan beritahu Dokter kabar gembira ini. Tapi untuk sekarang, apa yang kau rasakan mas?" Tanya Maya penasaran karna melihat Pramana meraba raba ditempat tidurnya.


"Pandangan ku sangat kabur Maya. Bahkan wajah mu saja tak jelas." Jawab Pramana jujur.


"Sebentar aku akan panggilkan Dokter."


Bergegas Maya berlari keluar ruangan mencari Dokter jaga.


"Dokter... Suami saya sudah siuman."


Dokter dan perawat segera berlari keruangan Pramana.


"Bagaimana Dokter?" Tanya Maya yang tak sabar dengan keadaan terkini suaminya.


"Bagus... Tuan Pramana sudah melewati masa masa buruknya. Mengenai penglihatan nya... Ini akan berangsur angsur pulih. Asalkan Tuan lebih banyak beristirahat saja. 2 hari paling lama akan kembali normal. Taka da yang terlalu dipikirkan."


Dokter menjabat tangan Maya dan meninggalkan ruangan Pramana.


"Mas... Aku senang sekali... Kupikir aku akan sendiri lagi." Lirih Maya sambil memeluk Pramana lagi.

__ADS_1


"Sendiri? Bukankah ada Billy denganmu..?" Maya hanya ikut mengiyakan perkataan Pramana. Dan jika waktunya sudah tepat, Maya akan menceritakan secara detail.


"Dimana jagoan ku?" Tanya Pramana antusias melihat kearah tempat tidur disebelahnya.


"Dia tidur..." Jawab Maya sedih.


Tidur mas .. dan anak kita tak akan pernah bangun lagi...


"Dia sudah semakin besar, aku senang Billy baik baik saja. Malahan aku yang koma seperti tidur beruang.." diiringi dengan tawa renyah Pramana.


Maya ikut tertawa, ia kembali memeluk suaminya setelah naik keatas ranjang Pramana. Kali ini tangan kekar yang sangat ia rindukan, memeluknya dengan hangat.


"Sayang... Sepertinya dia bereaksi..." Maya menatap Pramana dengan menyipitkan matanya.


"Jangan hiraukan itu, kau baru sembuh... Jangan pikirkan yang aneh aneh..." Ajak Maya yang tak menghiraukan perkataan suaminya.


"Tapi Jono merindukan Jini..." Goda Pramana lagi dengan menaikan alisnya.


"Aku akan tidur disebelah Billy saja."


Pagi hari, Maya terbangun lebih awal. Sementara itu Pramana masih tidur dan Billy mulai bergerak gerak diatas kasur.


"Maaa... Obi haus..." Rengek Billy dengan manja setelah melihat Maya keluar dari kamar mandi.


"Sebentar sayang, mama bikin susu ya. Sebelumnya Obi cuci muka dulu yuk, biar segar..."


Maya membawa Billy kedalam kamar mandi, ia memandikan bocah itu lalu memasangkan pakaian nya yang baru.


"Anak mama udah tampan...." Maya memeluk dan mencium Billy.


"Mama uga cantik..." Puji Billy sambil memegang kedua pipi Maya dengan tangan mungilnya.

__ADS_1


"Ini susunya... Obi minum ya... Ayuk duduk disini..."


Maya mengantar Billy duduk di sofa tepat didepan ranjang perawatan Pramana.


"Ma... Papa..."


Billy menunjuk kearah Pramana yang mulai bangun. Tangannya bergerak membuka selimut rumah sakit.


"Iya sayang... Papa Obi udah sadar... Ayo sini sapa papa dulu..." Ajak Maya.


Billy meletakan gelas susu yang sudah kosong. Ia menuruti ajakan Maya untuk mendekat kearah Pramana.


"Mas... Sudah bangun ya .. ada Billy disini..."


Maya mendudukkan Billy disamping Pramana. Bocah itu juga memegang wajah Pramana dengan lembut.


"Papa... Obi..." Sapanya saat Pramana memandang putranya.


"Billy... Putraku..."


Pramana langsung merangkul Billy dengan hangat dan kasih sayang. Air mata nya menetes terharu, karna masih bisa bertemu dan memeluk Billy.


"Papa..." Panggil Billy yang juga ikut melingkarkan tangannya keleher Pramana.


"Sayang kamu baik baik saja... Syukurlah..." Pramana menciumi kedua pipi Billy dengan tatapan penuh haru.


Tiba tiba dahinya mengernyit saat memperhatikan wajah bocah lelaki itu.


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2