ROMAYA

ROMAYA
Perhatian kecil bagai malaikat


__ADS_3

Ray bergegas ke apartemen Lana setelah Pramana menghubunginya. Ia sangat mencemaskan wanita yang selama ini ia cintai.


Walaupun ia telah mengalah untuk kebahagian Lana. Namun semua itu sia sia ia lakukan. Hanya kesedihan yang Lana dapatkan saat berhubungan dengan Pramana.


Lana... Kau baik baik saja?


Apa yang kau lakukan pada Dewa, sampai sampai ia menganggap mu sudah gila..


Lana masih menunduk setelah kepergian Pramana. Tubuhnya yang terbalut selimut berguncang guncang karena tangisan penyesalan nya.


Ia merutuki perbuatan nya pada Pramana, padahal ia sadar, apapun yang ia lakukan Pramana tak akan kembali padanya.


Dia tak pernah mencintai ku selama ini..


Hanya aku yang tergila gila padanya..


Hanya aku yang mendambakan hidup bersamanya.


Tangisan nya kembali pecah, bahkan berteriak histeris memukul mukul lantai. Selimut yang menutupi tubuhnya kini mulai turun. Sehingga tubuh bagian atas nya terlihat dengan jelas. Hanya ditutupi oleh rambut panjang Lana.


"Semua kenangan kita selama ini tak bisa menjadikan alasan untuk mu kembali padaku Pram. Perasaan ku selama ini padamu menjadikan aku wanita bodoh yang telah sudi menunggu begitu lama...


Aaaaahhh .. aku sangat bodoh! Begitu bodoh!"


Lana bahkan berteriak memaki diri nya sendiri. Malam ini menjadi saksi terakhir hubungan antara nya dengan Pram. Mungkin hubungan yang tak bisa membaik lagi walaupun itu hanya sebagai teman.


Suara pintu terbuka, Lana tak pedulikan siapa yang datang. Ia hanya merenungi kisah cintanya yang kandas ditengah jalan.

__ADS_1


"Lana...!"


Ray mendekatinya langsung memeluk tubuh ringkuh Lana yang sudah lelah dengan perjuangan nya.


Ia kembali menangis melepaskan semua beban hidupnya. Didalam pangkuan pria yang Sampai sekarang masih sangat mencintai nya.


"Lana.. kau tidak apa apa?"


Ray memapah Lana untuk duduk di ranjang. Ia membuka lemari dan membawa pakaian untuk dikenakan Lana.


Setelah berpakaian yang dibantu oleh Ray. Lana diberi segelas minum untuk menenangkan sedikit kegelisahannya.


"Makasi Ray..."


Lana memandangi pria gagah didepannya yang masih setia menemani nya ketika menghadapi masalah. Atau sekedar mendengar keluh kesah Lana selama ini.


Ray sangat penasaran apa yang barusan terjadi. Ia memandang wajah lesu Lana. Mengelus rambut panjang Lana dan menyelipkan ke telinga nya.


Selama ini aku tidak sadar akan ketulusan mu Ray... Pria yang sangat baik. Tapi aku tak cukup untuk kau perhatikan seperti ini.


"Sudahlah... Jangan bahas itu lagi.". Maya mengelak untuk menjawab.


"Maafkan aku .. baiklah. Lakukan sesuai dengan hatimu."


Senyuman yang tulus untuk Lana yang selama ini tak diperhatikan nya dari Ray.


"Kenapa kau minta maaf? Aku yang salah ...

__ADS_1


Dan juga sangat bodoh.


Mengejar lelaki yang tak pernah menaruh sedikit perasaan padaku. Aku bahkan tak memperdulikan mu selama ini Ray.."


"Jangan memaki dirimu seperti itu Lana.. kau wanita yang pantas di persanding dengan perjuangan."


Lana terdiam, ia menunduk. Air matanya kembali berjatuhan. Entah apa yang sedang otaknya pikirkan saat ini. Ia merasa begitu bodoh telah menyia nyiakan pria seperti malaikat yang selalu membantu nya.


Ray memeluknya dengan erat. Matanya juga ikut berkaca kaca. Melihat wanita yang sangat ia cintai begitu bersedih. Entah menyalah kan siapa, yang jelas ia ikut dalam andil keretakan hubungan Pramana dan Lana.


Jika saja ia tak mengharapkan bantuan Pramana untuk membalaskan kematian ayahnya untuk menghancurkan Maya. Mungkin Lana sudah menjadi istri Pramana sahabatnya.


Entah kenapa jalan nya berbelok, seolah olah telah mendapat petunjuk dari yang diatas. Bahwasannya takdir manusia sudah ditentukan. Walaupun manusia berusaha merencanakan hidupnya sendiri. Tetap lah akan berjalan sesuai ketentuan Tuhan.


"Ray.. temani aku disini ..." Lana mengeratkan pelukan nya pada Ray.


"Tentu.. aku akan disini untuk ku. Jangan pikirkan lagi Lana. Ada aku disini..."


Ray menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang Lana. Dan memeluk wanita pujaan hatinya. Sekedar menenangkan jiwa yang tengah dilanda kegalauan.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2