
Kedua insan yang baru saja bersama masih terlelap dengan pelukan hangat mereka dipagi ini. Walaupun sudah cukup siang untuk dikatakan pagi.
Kedua nya masih betah mengarungi alam mimpi. Walaupun tak ada sesi bercinta dimalam itu.
Alunan lagu Kasmaran yang dibawakan Jazz dari ponsel Ray menggema di ruangan kamar Lana. Beberapa kali panggilan itu tak dihiraukan oleh sepasang pecinta yang terlelap disana.
Sampai ponsel itu memilih mengalah untuk berdering lagi😊. Mungkin saja seorang yang ada keperluan dengan Ray bisa menunggu sebentar lagi.
Kruk
Kruk
Kruk...
Lana membuka matanya dengan tiba tiba mendengar suara perutnya yang sudah demo meminta keadilan.
Ia memperhatikan Ray disebelahnya yang masih terlelap dengan dengkuran halusnya. Ia membelai wajah lelaki itu.
Harusnya aku sadar lebih dulu Ray... Ada seorang pria yang begitu mencintai ku.
"Lana...."
Lirih Ray merasakan sentuhan lembut dari tangan wanitanya. Ia memeluk Lana dengan erat setelah pelukan nya sedikit longgar.
"Kau sudah bangun .. "
"Humm ..
ayo menikah sekarang.."
Lana menatap Ray, aliran darahnya seperti menyetrum ditubuh nya. Walaupun mereka sudah membicarakan ini semalam. Tapi tetap saja Lana sangat gugup.
"Ray..."
"Sayang .. ayo kita menikah hari ini .. aku sangat ingin kau menjadi istriku. Supaya sentuhan ku tak menjadi sebuah dosa lagi..."
__ADS_1
Lana tersenyum. Ia mengecup bibir Ray. Kemudian membalas memeluk Ray.
"Baiklah... Temui orang tua ku hari ini."
Ray tersenyum bahagia. Ia tak sabar mengarungi mahligai rumah tangga bersama Lana. Dan ia akan menjaga serta membuat Lana selalu bahagia.
Kruk
Kruk
Kruk
"Sayang .. apa kau bisa membuatkan ku sarapan?"
Lana tertawa mendengar jeritan dari perut Ray yang juga sudah menagih janji pagi ini.
"Baiklah .. aku juga lapar .."
Ia berdiri dan langsung masuk kekamar mandi. Ray ikut duduk ditepi ranjang. Ia mengurai senyuman kemenangan dibibirnya.
Sabar mu berbuah manis ..
Aku harus berbagi kebahagiaan dengan Dewa. Agar ia tak terlalu membenci Lana.
Terserah tentang apa yang Lana perbuat padanya semalam. Aku tak mau tau. Yang jelas sekarang Lana akan menjadi pendamping ku hingga maut memisahkan.
Ray mengambil ponselnya yang terletak diatas nakas Lana. Ia melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Pramana.
"Ray .."
Terdengar Pramana memanggil Ray setelah ia mengangkat telepon Ray.
"Ya Dewa .. apa kau merindukanku?" Ray terkekeh.
"Ya aku sangat merindukanmu. Kemana saja kau.?"
__ADS_1
"Aku sedang bersama calon istriku..." Ia menatap kearah pintu kamar mandi.
"Ternyata aku mengganggu... Bisakah kita bertemu nanti sore Ray?"
"Tentu saja... Di pernikahan ku Dewa."
Ray menggigit bibirnya saat bicara tentang pernikahannya.
"Kau menikah hari ini? Kenapa mendadak sekali?"
"Nanti aku ceritakan .. aku telah menyelamatkan dia dan juga temanku. Semoga ini menjadi awal yang baik "
Ray sengaja tak memberi tahu Pramana siapa calon istrinya.
"Selamat kalau begitu. Nanti aku akan datang dengan Maya. Kau beritahu saja dimana lokasinya."
"Baiklah .. akan ku tutup teleponnya. Kau menganggu saja. Hahahaha" kelakar Ray.
"Dasar aneh. ."
Sambungan telepon mereka terputus. Ray berdiri setelah melihat Lana keluar dari kamar mandi. Ia memeluk wanita itu dan bermanja manja dengan nya.
"Ray... Jangan buat perut mu kembali demo..."
"Ah iya .. aku kekamar mandi dulu..."
Lana segera kedapur membuat sarapan penuh cinta untuk hatinya yang baru. Kehidupan yang baru serta dengan pria yang baru hadir dihatinya.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1