
Tono menyerang Maya tanpa ampun. Sehingga suara suara kecil keluar dari mulut Maya yang membelakangi nya. Maya sudah sangat berhasrat. Ia tak bisa lagi melawan efek obat yang mereka berikan.
Ada apa dengan ku? seharusnya aku tak melakukan ini. apa yang mereka beri padaku. dasar otak mesum...aku akan mengutuk mu selalu didalam penderitaan Tono.
Tono beraksi didepan Maya terus memainkan tubuh janda yang sedang antusias itu. Mata Maya terpejam merasakan keindahan yang diberikan Tono.
Hingga nafas Maya sesak merasakan suguhan yang telah lama tak ia dapatkan, kini mereka masuk dalam syurga dunia yang sesungguhnya.
Mawarto yang dari memperhatikan dua orang yang sedang bercinta didepannya. Juga mendengar suara Maya. Yang terdengar sangat indah ditelinga membuat ia semakin berhasrat.
Wanita ini benar benar menggila. Jika saja aku ingat dengan obat sialan yang dibawa Tono ini. Semua akan berakhir indah.
Dasar Tono ia sangat memanfaatkan wanita yang aku idam idamkan....
Maya berdiri ia mengecup bibir Tono. Tingkah Maya benar benar agresif. Maya berdiri membelakangi Tono.
"Apa kita mulai sekarang sayang?" Bisik Tono pada telinga Maya.
__ADS_1
Untuk apa kau bertanya brengsek... Kau telah jauh berbuat kepadaku... apa lagi yang perlu kau tanyakan.?
Maya benar benar merasa dirinya paling hina dan murahan diantara wanita bayaran. Rasanya ia tak sanggup lagi melihat dunia yang terlalu kejam menyiksanya.
Tono mengambil ancang ancang membuat peluru di senjata nya yang sudah siap ditembak. Melakukan nya berulang ulang kali. Tanpa menaruh iba pada wanita didepannya. Dan juga tak memandang tentang dosa yang telah ia perbuat.
Sementara Mawarto menatap mereka dengan sinis. Juga tak sabar melakukan itu. Tapi Tono sepertinya tak rela berbagi dengan kakak iparnya.
Maya menangis air mata nya mengalir, tapi tubuhnya tak sanggup menolak apa yang mereka lakukan. Ia beberapa kali menutup matanya, pasrah dengan keadaan. Mungkin setelah ini ia akan segera pergi dari dunia fana ini.
Kali ini Tono menarik wanita ini kepangkuan nya. Ia merebahkan Maya kelantai yang beralas kan tikar tipis. Tak ada penolakan dari seorang janda Abi. Menangisi nasib yang sedang terjadi padanya.
"Aaahh... sayang kau benar benar indah. Terimakasih.." Tono mengecup lembut bibir Maya dan segera berdiri.
Ia membersihkan tubuhnya kekamar mandi. Karna kedai bakso Maya telah ditutup oleh orang nya Mawarto sehingga tak ada yang melihat Tono berjalan kekamar mandi polos membawa pakaian ditangannya.
Tinggalah Maya terkapar diatas tikar. Ia menatap Mawarto, mengatur nafasnya yang masih sesak karna mendapatkan perlakuan seperti hewan.
__ADS_1
"Sekarang kau harus merasakan juga milik ku Maya... ia sudah tak sabar untuk bersama mu.."
Maya hanya terdiam, tubuhnya sudah sangat lelah, sisa rangsangan obat masih terasa ditubuhnya.
Lelaki ini benar benar bajingan, bahkan bukan dengan nya saja. Ia juga mengajak orang lain. Menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya.
"Jika saja semua ini dilakukan orang lain pada anak mu Mawarto... apa yang akan kau perbuat?
Bagaimana hati nuranimu melihatnya?
Apa kau juga akan ikut melihatnya sama seperti adik iparmu memperlakukanku.. sialan!!"
Maya merutuki lelaki tua didepannya. Namun wajah lelaki itu hanya memberikan sebuah senyuman jahat.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung