ROMAYA

ROMAYA
Pesta ulang tahun


__ADS_3

2 tahun kemudian.


Kehidupan yang Maya rasakan saat ini benar benar diluar dugaannya. Mempunyai suami dan anak yang tampan. Juga ibu mertua yang sangat menyayanginya.


Hari ini tepat Dua tahun kelahiran Billy. Maya dan Pramana merayakan ditempat wisata. Dengan menyewa gedungnya selama 5 jam.


Maya mengundang semua kerabat, kenalan bahkan tetangga yang mereka kenal kesana. Billy tampak gagah dengan memakai pakaian pangeran. Karna tema yang diusung kali ini adalah pangeran berkuda putih.


Ia dan Pramana mengenakan kostum raja dan ratu. Seluruh keluarga tersebut mengenakan kostum karakter sesuai kesukaan mereka.


Hari ini Gilang putra Romi dan Mona juga berpakaian pangeran. Umur nya setahun lebih besar dari Billy.


"Sayang, sebentar lagi kue mu akan datang. Kuenya besar..." Ucap Maya pada Billy yang sedang duduk dipangkuannya.


"Ma... Kue besal..." Jawab Billy menirukan ucapan Maya.


"Anak mama pintar... Dan tampan sekali."


Maya mengecup pipi lembut milik Billy. Ia tumbuh menjadi balita yang sehat dan aktif.


"Mas, bagaimana dengan makanannya? Udah siap semua nya kan?" Tanya Maya melihat Pramana menghampiri mereka.


"Sudah siap semua. Sebentar lagi pangeran papa akan tiup lilin."


Pramana mengecup pipi bulat Billy. Dan dia tertawa melihat Pramana.


"Dan kau.. sangat cantik dengan kostum ini. Benar benar seorang ratu dihatiku..." Puji Pramana kemudian pada Maya.


"Kau juga sangat tampan mas... Persis seperti raja didalam dongeng."


Maya mendapatkan kecupan dikeningnya atas pujian untuk suaminya.


"Kue .. kuee.... " Teriak Billy melihat kue ulang tahun raksasa dibawa oleh 4 orang pria yang memakai masker.


Kue itu berwarna biru muda. Juga dihiasi dengan tokoh animasi terkenal. Dan para pahlawan Avenger juga ada disana. Billy berlari kearah kue tersebut. Ia sangat penasaran dengan karakter yang terselip diantara coklat kue nya.


Pramana berjalan mengikuti putranya pergi. Juga memperhatikan bentuk kue yang dipesan Maya untuk putra mereka.


Kau benar benar berbahagia untuk hari ini Maya. Bahkan kue sebesar ini kau pesan untuk Billy..


Pramana menoleh kearah Maya yang sedang bicara dengan Linda.

__ADS_1


"Papaaa...."


Billy tiba tiba terjatuh setelah berteriak melihat kearah Pramana. Masih dengan wajah bahagia Pramana menoleh pada putranya.


Ia terkejut melihat dada Billy banyak mengeluarkan darah.


"Billy...."


Teriakan Pramana membuat semua orang menoleh pada nya. Termasuk Maya.


"Billy..."


Maya menghampiri putra nya. Teriakan Pramana membuat ia sangat cemas.


Dengan cepat Pramana menggendong Billy dan berlari kearah parkiran mobil.


"Mas... Ada apa dengan Billy .. mas...."


Maya melepas sepatu tingginya, dan mengikuti Pramana berlari yang tak menjawab pertanyaan nya.


"Sial .."


Ia berlari membawa Billy ke jalanan berharap ada sesuatu yang bisa mereka tumpangi untuk membawa Billy kerumah sakit.


Sebuah mobil sport berwarna merah melaju dengan kecepatan tinggi kearah Pramana. Maya melihat itu dari arah belakang Pramana.


Dengan cepat ia menarik baju Pramana kebelakang. Billy terlepas ditangan Pramana. Dan terhempas dipinggir trotoar. Sedangkan Pramana mengalami pendarahan dibagian kepalanya.


Maya berteriak dengan sangat kencang. Banyak orang orang disekitar menghampiri mereka. Maya mengejar Billy yang telah terkulai dengan keadaan bersimbah darah.


Salah satu mobil berhenti didepan mereka. Menyuruh menaikan korban kecelakaan.


"Maya..." Teriak Ray.


"Ray .. mas Pram dan anakku..."


Ternyata itu adalah mobil Rayyan. Bergegas orang orang disana menaikan Pramana yang tak sadarkan diri. Lalu Maya memeluk Billy duduk disebelah Ray mengemudi.


"Apa yang terjadi Maya...?" Tanya Ray melihat keadaan Billy.


"Entahlah Ray... Semua terjadi begitu cepat. Kumohon cepatlah, lajukan mobilmu lagi kerumah sakit. Aku tak ingin sesuatu terjadi pada mereka berdua."

__ADS_1


Maya terisak melihat keadaan suami dan anaknya. Tak pernah terpikir olehnya, ia akan mengalami musibah ini. Dan ini dengan kedua orang yang sangat ia sayangi.


Mereka tiba dirumah sakit. Para perawat bersiap membawa Pramana dan juga Billy keruang pemeriksaan.


"Aku akan menemani mu... Tenanglah..." Ray berdiri disamping Maya yang sedang menangis.


.


.


.


Bersambung


Dukung Author dengan memberikan Like, vote dan koment menarik kalian... Agar Author lebih bersemangat lagi. 😘😘


salam cintooh


...****...


Maafkan untuk dua hari sebelumnya Author tak menyuguhkan cerita untuk kalian pembaca setiakuh..


Author sempat sakit, tubuh terasa sangat lemah. Bahkan untuk melihat ponsel saja membuat kepala Author jadi sakit.


Dan sekarang walaupun belum sembuh total, Author ingin memberikan kalian beberapa bab untuk menutupi kekurangan hari sebelumnya. Tapi kondisi belum memungkinkan, jadi 1 bab saja ya... untuk mengurangi rindu kalian dengan Maya dan Pramana.


Dan sekarang suara Author hilang hilang timbul. untungnya menulis hanya pakai jari saja... ga pake suara 🤭✌️


Jangan tinggalkan cerita ini ya... biar kalian tau endingnya. Jika dalam keadaan sehat Author janji akan terus update paling minim 1 bab perharinya.


Karna ada 3 novel yang Author tulis dalam sehari. Semoga ceritanya makin bagus ya...


Dukungan dan Saran kalian Author harapkan...


Author bukan apa apa tanpa kalian... ,😘😘😘


Salam cintooh...


Calisa Ardi


17 januari 2022

__ADS_1


__ADS_2